Minggu, 05 Mei 2013

Media Pelecehan Perempuan itu Bernama Iklan

Era keterbukaan media semakin gencar. Begitu juga dengan gerakan liberalisasi perempuan atas nama emansipasi. Kedua hal ini saling memanfaatkan dan dimanfaatkan. Iklan terasa garing tanpa perempuan, dan perempuan pun terseret arus materialisme sehingga sukarela saja menjadi model bintang iklan.

Coba saja kamu amati mulai iklan permen sampai ubin, mobil sampai cat tembok, semua menampilkan sosok perempuan berpakaian minim dan berpenampilan seksi. Secara akal sehat, apa hubungan iklan keramik dengan punggung telanjang seorang perempuan? Sama-sama muluskah? Atau sama-sama bisa diinjak-injak dan dibeli dengan gepokan rupiah?

Iklan rokok juga begitu. Selalu ada perempuan ditampilkan seolah-olah pria perokok adalah idaman wanita. Padahal kalo mau jujur dan berfikir dengan jernih, cewek yang suka cowok perokok pastilah bukan cewek cerdas. Ia tak tahu bahwa efek negatif merokok jauh lebih besar daripada manfaatnya. Trus, apa juga peranan cewek di iklan ini yang jelas-jelas hanya sebagai daya tarik seksual untuk meningkatkan penjualan? Masa iya sih cuma segitu saja cewek mau dihargai harga dirinya?
...iklan-iklan cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis...
Belum lagi iklan-iklan lain yang berisi cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan dan kerlingan mata kayak orang lagi kelilipan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis. Padahal sungguh, perempuan itu harganya mahal andai saja dia mampu menghargai dirinya sendiri. Bila dirinya sendiri saja tak mampu menghargai mahal, bagaimana mungkin mengharapkan orang lain mau menghargai dirinya?

Perempuan itu indah, memang sudah kodrat. Keindahan inilah yang sering dimanfaatkan dengan tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak yang suka melecehkan perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus cerdas agar tak mudah diperdaya. Cerdas disini bukan hanya secara otak saja, tapi juga harus secara pribadi dan iman. Bila otak saja yang diunggulkan kecerdasannya tanpa unsur pribadi dan iman, jadinya banyak cewek yang terjerembab dalam eskploitasi fisik. Contoh semacam ini banyak ditemui di kontes putri-putrian dan ‘miss-miss’-an.

Cerdas otak saja tak cukup membekali perempuan untuk bisa menghargai dirinya sendiri. Selalu saja salah persepsi yang ia kemukakan seolah-olah eksploitasi cewek dalam iklan atau ajang kecantikan itu malah memuliakan perempuan. Apa iya acara kontes kecantikan dan model iklan akan banyak peminatnya bila saja imbalannya bukan uang dan mobil mewah? Coba saja sekali-kali iklan-iklan itu membayar model-modelnya dengan satu pasang mukena baru, misalnya. Trus, munculnya juga gak boleh pamer aurat. Cukup ujung jari tangannya saja yang dishooting, selebihnya adalah gambar pemandangan. Ditanggung cewek-cewek itu malas banget ikut casting iklan.

Peran cewek atau perempuan tidak berdiri sendiri dalam ajang pelecehan ini. Ada sebuah system yang memang menumbuhsuburkan pelecehan ini. Sebuah system yang sok mengatur manusia dengan hukum ciptaan manusia. System yang sok menandingi hukum ciptaan Yang Mahamencipta. So, hasilnya malah kacau balau.
...Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya...
Hanya ada satu system yang benar-benar memuliakan perempuan dan menghargainya dengan harga yang sangat mahal. Sistem ini memberi imbalan kenikmatan abadi surga seluas langit dan bumi. Kuncinya Cuma satu yaitu nurut sama aturan yang menciptakan manusia dan memberinya aturan yang sempurna. Dijamin bakal mulia dunia akhirat dan kaya selama-lamanya, insya Allah. Aturan ini ada pada syariah Islam saja. So, aturan yang lain? Ke laut aje kali yee…

Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya. Oke? Pasti donk! Seeeppp deh ^_^ [riafariana/voa-islam.com]

Jadi Ikhwan Jangan Genit

Jadi ikhwan jangan genit
Kalau diluar tampil alim dan sangat sibuk
Tapi waktu dengar adzan, ke masjidpun jadi yang paling ngantuk
Apalagi kalau mau datang waktu Jum'atan
Beuh,lewat depan rumah si akhwat dengan tampilan paling jantan
Seakan dia sedang memikirkan berbagai hal
Padahal tujuannya nggak jauh- jauh dari update sendal
Astagfirullah....

Jadi ikhwan jangan genit
Pengen banget disebut ikhwan.. biar kelihatan tambah wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Apalagi kalau soal dakwah
Selalu bilang... lu duluan aja dah
Dalam hati mau jujur sajalah
Dakwah buat kepala cenat-cenut dalam- dalam..
Selanjutnya lebih enak ngedengerin " cinta satu malam"

Jadi ikhwan jangan Genit
Kamuflase pun berlanjut
Menyerang hati yang kena penyakit akut
Coba- coba tampil super jaim didepan para akhwat
Sambil berharap agar lebih memikat
Ikhwan genit pun matanya mulai jelalatan,
Kalau ada akhwat yang melintas di depan
Cepat- cepat beri penilaian
Loh.. loh matanya masih aja "belanja"
Pas diingetin bilangnya, "ah cuman pandangan pertama yang nggak Disengaja"
Si ikhwan genit akhirnya pasang kuda- kuda
Deg.. deg.. benar- benar terbayang dihati dan kepala
Ya Allah apakah ini jodoh saya?
Lebay...

Jadi ikhwan jangan genit
Banyak memanfaatkan amanah dakwah untuk kepentingan diri
Dan pikirannya hanyalah tentang akhwat dan proses seleksi
Coba lihat koleksi foto akhwatnya
Kalo dilihatin bisa dag dig dug di dada
Sampai- sampai bisa buat si ikhwan kelenger
Supaya awet, ditaruhnya tuch foto dibackground komputer
Ajiib....

Jadi ikhwan jangan genit
Akhirnya si akhwat minta ditolong
Benerin komputer yang katanya meledak ampe gosong
Kepintaran si ikhwan membuat sang akhwat terkesan
Percakapanpun di susul dengan hal yang nggak relevan
Sampai akhirnya bicara juga tentang pemograman
Ahay, tapi si ikhwan dalam hati berharap, lumayan kalau nanti Akhirnya bisa kenalan

Jadi ikhwan jangan genit
Acara chating pun berlanjut dengan si akhwat
Kalo ditegor katanya "ah cuma sambil lewat"
Pakai alasan buat dakwah di dunia maya
Tapi kok skalian pasang foto yang paling gaya
Maksud awal ingin sampein materi
Eh malah ujungnya nanya " sudahkah anda ta'aruf ukhti?"
Si akhwat menjawab malu- malu "belum, memang kenapa akh?"
Si ikhwan menyambut lega, "alhamdulillah"
Percakapanpun berlanjut dengan yang sangat pribadi
Please dey, trus esensi dakwah tuh apa kabarnya ini?

Jadi ikhwan jangan genit
Sekarang mulai suka sekali sms tausiyah
Padahal sebenarnya dia kangen akhwat idola sampai berdarah- darah
Sang akhwat menyambut dengan ucapan terimakasih
Si ikhwanpun kegirangan ampe tuna ekspresih
Oh noo...

Jadi ikhwan jangan genit
Menginjak acara selanjutnya,
Iseng- iseng ditelpon itu akhwat idola
Katanya sih urusan darurat
Darurat sih darurat tapi kok betah sampe jam 12 malam lewat
Ampe lupa kalo mata tinggal setengah watt

Jadi ikhwan jangan genit
Para ikhwan, apakah kau masih ingat
Atau mungkin pernah engkau catat
Bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar wanita
Walau itu adalah celah kelemahanmu yang paling nyata
Tapi urusan jodoh itu hal yang ghoib
Jangan kotori diri dengan aib
Lebih baik mulai menjaga izzah
Atau bakal jauh dari naungan dakwah
Nggak perlu pakai tebar pesona terbaik
Dengan iman kau menjadi yang paling apik

Jadi ikhwan jangan genit
Engkau laki- laki penuh dengan amanah
Engkau akan menjadi pemimpin keluarga yang sakinah
Maka dari itu jangan "suka- suka gue dah"
Mulailah belajar hidup terarah
Terarah dalam aturan sang maha rahman
Sehingga hidupmu akan penuh dengan kedamaian.
(voa-islam.com)

Selasa, 30 April 2013

Pacaran Islami ?! Emang Ada ?!



Sttt, tema kali niy adalah tentang pacaran. Nah kalo buat kamu yang nggak begitu jelas dengan apa sih itu aktifitas pacaran, (hee.. emang ada ya hare gene yang nggak ngeh apa itu pacaran), itu tuh, cowok ama cewek yang saling tertarik, trus mengikat janji sehidup semati, alah, ...kaya` udah jadi suami istri ajah.
Fiuhhh, ngemengin tentang cinta emang nggak da matinya, pasti semua bakalan cling deh semangatnya. Termasuk yang baca kali`, heee.... Virus cinta emang sudah melanda siapa aja yang berjudul manusia yang punya rasa cinta dan kasih sayang.
Nah, Nah cilakanya, tren pacaran udah kya sante ajah tuh ditanggapi ama orang- orang sekitar kita, walopun anak ato tetangga mereka tuch belon pada nikah. Dalam pikiran mereka, yaah wajar laah, namanya juga remaja. Tren nya pun macem- macem, Dari mulai yang backstreet, karena takut ketahuan sama ortu, sampai yang berani tanpa tedeng aling-aling. Mulai cuma jalan berdua sambil pegangan tangan, pokoknya kumplit dari mulai level beginner, intermediate, ampe yang master banget.
Nah, masalahnya ada beberapa may be dari kamu yang udah tau kalo pacaran adalah nggak boleh, cuman masih pada ngeles dengan bilang en ngasih lebel hubungan mereka dengan `pacaran islami`.
Hee.. lucu ya? emang!!.
Tapi kamu ngakuin ato nggak, bahkan hati kamu lebih dari tau kalo semua tuh sebenarnya cuman sekedar kya upaya buat melegalkan aktivitas baku syhawat  ce co non mahram. Artinya kamu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga? ada-ada saja!
Pren, dalam islam tuh nggak ada istilah pacaran, alias hubungan dekat ampe yang begituh- begituh ( Jadi nggak enak nyebutinnya nich) kalo kamu belum nikah. Maksiat is maksiat. en tentu ajah dosa.
Jangan dikira ye, karena kamu bilang toh aktivitas pacaran kamu nggak sebrutal yang laen- laen. Kan aku pacarannya tetep pake jilbab, dia kan juga pake baju koko dan berjenggot, trus kan juga mojoknya di masjid. Mangkanya disebut pacaran Islami en kali ajah malaikatnya amnesia gituh nulis di catetan dosanya. Heleh.. yang bener ajah mamen. dikau telah salah besar kisanak!!
Pren, gimana kalo kita lebih belajar lagi soal aturan Allah subhanahu wata`ala. biar entar, jangan sampai aktivitas maksiat berubah jadi halal soalnya gara-gara pake embel-embel Islam. Nggak bisa plus nggak bener tuh. Nah kalo gini ya ceritanya, kan kita pada tau tuh kalo daging babi adalah haram, trus kalo ada yang nyembelihnya nyebut nama Allah bakal jadi halal gituh, en disebut daging babi islami? Ya nggak laaaaah!!
So, nggak ada istilah pacaran islami, pren. Dosa is tetep dosa. Kali kita nganggap semua itu pacaran islami karena semangat kita gedhe tentang islam tapi miskin ilmu tentang islam itu sendiri. Jangan salah, yang kya gini juga bahaya loh. Bukan apa-apa, mencintai Islam nggak cukup modal semangat yang menyala. Ilmunya juga kudu dipelajari. Nah biar kamu jadi sayang en ngerti islam, mangkanya kudu tuh yang namanya kenalan dulu. Kan nggak kenal maka nggak sayang toh. En supaya kamu semua bisa sayang, bahkan ikut ngebelain kalo ada orang yang berusaha memadamkan cahaya Islam, salah satunya ya kudu belajar ilmu islam tadi.
Kalo kamu ngaku muslim, so pasti ada konsekwensinya dunk. salah satunya aja, ngejaga diri biar nggak nodain Islam dengan kreativitas aktivitas maksiat, ya kya `pacaran islami` tadi contohnya.
Kalo kamu dilanda cinta, kan nggak mesti diwujudkan dalam bentuk pacaran. InsyaAllah masih banyak cara laen yang lebih di ridhoin sama Allah. Entar, sabar..kalo dah abies ijab kabul. Kan Kamu muslim...kan?
(Voa-islam.com)

Mereka Mengajari Kami Membenci Islam


Dunia kami, dunia remaja yang penuh dengan gemerlap dan mimpi. Siapapun pasti akan berharap akan selamanya berada dalam dunia yang indah ini. Berbondong- bondong manusia menyajikan hiburan untuk kami. Entah dengan apapun tujuan mereka, bisnis, uang dan lain sebagainya. Bagai komoditi ekspor yang sangat menjanjikan keuntungan, berbagai `produk` khusus dunia remaja pun ditawarkan untuk kami.
Salah satu dari yang mereka tawarkan adalah produk hiburan. Mereka mengirimkan paket- paket hiburan yang dikemas apik, dengan harapan agar kami terhibur dengannya. Salah satunya adalah lewat musik. Begitu syahdu kami mendengarnya, berjingkrak- jingkrak bergembira dengannya, dan menghafalkan setiap bait- baitnya. Seperti terhipnotis, kami menghayatinya begitu dalam, bahkan sampai merasuk ke hati.
Jangan tanya berapa banyak jumlah lagu yang telah kami hafal. Musik bagi kami adalah sudah menjadi gaya hidup yang sangat mengasyikkan. Acara ngefans dengan idola, berteriak histeris, saat bertemu dan menyapa mereka, adalah sudah menjadi pemakluman semua orang yang melihat. Hal itu sama sekali bukanlah sebuah hal yang tabu di negeri ini, bahkan cenderung mengasyikkan. Itulah remaja.
Tidak hanya itu, produk buatan mereka yang terasa melambungkan impian dan fantasi para remaja seperti kami ini, adalah tren fashion yang mereka gelar dan umumkan ke seantero negeri. Bagi kami yang masih sangat labil, hal itu adalah sangat menarik. Akhirnya kami tak sungkan- sungkan menghabiskan jutaan rupiah demi memuaskan obsesi manusia dengan penampilan yang selalu up to date.
Dalam pergaulanpun, mereka mencontohkan bahwa pergaulan tanpa batas antara laki- laki dan perempuan adalah hal yang asyik. Hal ini sebagian besar mereka perlihatkan lewat hiburan melalui perantara media, entah televisi, radio, dan banyak media lainnya.  Kamipun sedikit demi sedikit meniru gaya mereka dalam bergaul.
Sampai akhirnya....
Waktupun akhirnya mengajarkan kami berpikir. Berpikir bahwa dunia yang mereka tawarkan ternyata sesat. Mereka mengajarkan kami terutama kalangan remaja wanita, untuk tidak punya lagi rasa malu. Wanita yang berpakaian minim semakin dipuja, dan di tinggikan derajatnya dengan julukan seksi. Mereka memutar balikkan fakta dan rasa, bahwa seksi adalah sebuah keunggulan dan keharusan yang wajib dimiliki wanita jika mereka ingin dicintai. Belum lagi, bahwa perempuan bisa berkeliaran dan tidak boleh seorangpun melarang mereka. Ini karena wanitapun punya hak yang sama dengan laki- laki. Ditambah lagi, wanita haruslah berdandan saat keluar agar selalu tampil menarik, dan kecantikan itu akhirnya dapat dilihat oleh selain suaminya. Benar- benar, kesenangan yang ditawarkan mereka tak lain ternyata hanya merendahkan wanita.
Senang- senang yang mereka tawarkan juga telah menjauhkan kami dengan pemikiran tentang bekerja keras dan mengenalkan proses hidup yang instan untuk mendapatkan kemakmuran. Deretan fantasi yang mereka perlihatkan kepada kami adalah, bahwa anak muda terasa makin bergaya dan bahagia, hanya jika kelak bisa menjadi orang kaya. Jadilah kami orang- orang yang sangat mencintai dunia, dan melakukan apapun demi mendapatkan harta dunia. Namun sayang sekali, hal tersebut ternyata membuat banyak dari kami lupa tentang perbekalan untuk menuju akherat. Masyaallah....
Dengan ijin Allah, akhirnya kami juga bertanya pada diri sendiri, berapa banyak ayat- ayat Alquran yang telah kami hafal di luar kepala, dan begitu syahdu mengalun dibatin kami?. Firman- firman Allah yang begitu penuh kemuliaan dan kesejukan seakan terasa membosankan dan terlalu susah dipahami. hal itu karena tempat kehormatannya terganti oleh alunan syair dari para penyanyi. Kamipun baru tersadar, betapa jadwal  `laporan`  lima kali kepada Allah, telah berakhir dan kocar- kacir tidak jelas lagi.
Ternyata, telah begitu jauh mereka membelokkan arah pikiran kami dari sebuah kedamaian. Dan bodohnya kami adalah, kami mengikutinya, bahkan menikmatinya. Kedamaian yang mereka tawarkan hanyalah sesaat dan sangat semu. Mereka benar- benar telah menjauhkan kami dari Allah. Menjadikan kami seseorang yang kehilangan jati diri, atau dengan kata lain adalah sebagai plagiat sejati. Bagaimana tidak, lihatlah pola hidup kami. Begitu banyak mencontoh manusia yang bergonta- ganti setiap hari. Ya, karena dahulu kami mengaku sebagai penggemar mereka. Dan ketika pamor sang idola tenggelam, maka bergantilah kami dengan gaya yang lain. Berganti, dan berganti setiap saat. Sama sekali tidak ada nilai dan ukuran pasti dari semua itu. Dan sampai suatu saat, kami telah menyadari bahwa usia kami semakin bertambah, masa remaja telah menghilang, namun kami masih belum menemukan sesuatu. Begitulah, betapapun hebatnya plagiat, ternyata kami akan tetap selalu menjadi nomor dua.
Tanpa kami sadari, orang- orang yang membenci Islam juga telah membentuk kami menjadi seseorang seperti mereka. Berpikiran seperti mereka, bergaya hidup mencontoh mereka, dan mungkin arahnya nanti akan berganti agama seperti mereka. Naudzubillah...
Namun kami masih beruntung, bahwa Allah subhanahu wata`ala benar- benar menyadarkan kami, bahwa kami sudah terlalu jauh  berbelok dari sebuah nilai yang lurus. Dengan pola pikir yang seperti ini, entah mengapa kami seperti diasingkan dengan agama kami sendiri, dengan tuhan kami sendiri. Kami digiring untuk menghina agama kami sendiri dengan sebuah konsep modern yang mereka tawarkan.
Lihatlah pakaian teman- teman wanita kami, mereka mengajak kami berpikir, bahwa menutup aurat itu kuno dan sangat ribet. Mereka menggantinya dengan model elegan dan moderen ala mereka, yang benar- benar jahiliyah. Sama sekali tidak anggun, bahkan terlihat telanjang, menyerupai hewan. Dan bodohnya kami, adalah kami mengikuti, dan menikmatinya.
Lihatlah betapa mereka membuat kami, para remaja ini untuk membenci Islam. Mereka menghembuskan isu- isu yang mengadu domba sesama muslim dan membuat kami membenci manusia lain yang justru begitu taat dengan perintah Allah.
Lihatlah betapa pengecutnya mereka. Mereka menggunakan segala cara agar memandulkan Islam karena kuatnya kebencian mereka. Dan mereka tidak menggunakan tangan mereka sendiri, melainkan menggunakan tangan- tangan orang yang mengaku Islam namun dengan rela menjual kehormatan mereka itu demi dunia. Di buatlah kami asing terhadap Islam lewat sejuta kenikmatan dunia yang mereka tawarkan. Lalu setelah itu, dengan mudahnya mereka mengobok- obok Islam sebagai kehormatan kami ini, sebelum akhirnya mengadu domba kami.
Akhirnya kami menghujat Allah, mempertanyakan kembali, memprotes bahkan coba merevisi segala aturan Allah, dan akhirnya melupakan Allah. Dan siapa lagi yang lebih empuk sasarannya untuk semua itu kalau tidak kami para anak muda yang masih labil, penuh dengan emosi, cita- cita dan proses mencari. Dan ibarat tunas, maka kamilah yang akan menjadi cikal bakal pohon selanjutnya. Dan dengan konsep pikiran mereka yang telah tertanam di pikiran kami, maka di esok hari, ketika kami dewasa, kami akan di bentuk untuk menjadi pengikut mereka yang setia.
Ah, begitu banyak jika kami harus menghitung satu- persatu kesalahan dan kedurhakaan kami kepada Allah yang maha pengasih. Dan ternyata memang benar, sebuah hidayah itu bahkan lebih mahal dari pada apapun. Maafkan kami Ya Allah, dan mohon berikanlah kami hidayah untuk kembali kepada kesucian  Islam, dan semoga masih ada sisa umur kami untuk memperbaiki kekhilafan yang kami lakukan selama ini. Aamiin.
(Voa-islam.com)

Pemuda Yang Mendapat Perlindungan Allah Di Hari Kiamat

Daripada Abi Hurairah. r. a bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganNya, yaitu, Imam (pemimpin) yang adil, Pemuda yang taat kepada Allah, Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid, Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”, Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya, Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan airmatanya. [Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dari hadist diatas disebutkan bahwa, orang yang akan langsung mendapat perlindungan langsung dari Allah yaitu " pemuda yang taat kepada Allah". Kenapa anak muda? dan kenapa bukan orang tua? Apakah kalo orang tua yang rajin ibadah, Allah nggak seneng? Iya pasti seneng . Tapi Allah akan lebih seneng kalau ada anak muda yang rajin ibadah. Ini karena kalau ada orang tua yang rajin ibadah mah itu udah pantes kali'. Emang udah waktunya. Bayangin ajah, ada orang yang sholatnya rajin, ke masjid tiap hari, sholat selalu tepat waktu, malam harinya selalu sholat tahajud, dzikirnya juga mantab, pas ditanya, umurnya berapa? 70 tahun. Nggak istimewa, itu memang sudah seharusnya. Lagian kalo udah 70 tahun tapi masih bandel, masih dugem, ngedrugs, ato gaul yah... itu mah namanya nggak sadar diri dunk, kapan mau tobat coba?. 
Nah akan sangat beda saat hal itu kejadian sama anak muda. Soalnya anak muda kan darahnya masih panas, semangatnya masih membara, dia masih mencari proses jati dirinya, dan logikanya pun masih sangat labil. Tapi disisi lain, dia sanggup memblokir nafsu dan keinginan duniawinya, dan menyalurkan semangatnya yang masih sangat hidup untuk hanya berada di jalan allah. Maka Allah akan sangat mencintai pemuda seperti itu. Sehingga nanti di akherat mereka langsung mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wataala. Pren, Semoga kita semua termasuk dalam golongan itu y. So, kenapa nggak sekarang ajah kita mulai benahin diri, mumpung masih nafas kan?Daripada Abi Hurairah. r. a bahwa Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bersabda: Ada tujuh golongan yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindunganNya, yaitu, Imam (pemimpin) yang adil, Pemuda yang taat kepada Allah, Lelaki yang terpaut hatinya dengan masjid, Dua orang yang saling kasih-mengasihi karena Allah, Lelaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan dan cantik, lalu ia berkata: “Aku takut kepada Allah”, Orang yang bersedekah secara sembunyi sehingga tidak mengetahui tangan kirinya apa yang diberi oleh tangan kanannya, Orang yang bermunajat kepada Allah sambil menggelinangkan airmatanya. [Hadis Sahih Riwayat Bukhari dan Muslim]
Dari hadist diatas disebutkan bahwa, orang yang akan langsung mendapat perlindungan langsung dari Allah, salah satunya yaitu " pemuda yang taat kepada Allah". Kenapa anak muda? dan kenapa bukan orang tua? Apakah kalo orang tua yang rajin ibadah, Allah nggak seneng? Iya pasti seneng . Tapi Allah akan lebih seneng kalau ada anak muda yang rajin ibadah. Ini karena kalau ada orang tua yang rajin ibadah mah itu udah pantes kali'. Emang udah waktunya. Bayangin ajah, ada orang yang sholatnya rajin, ke masjid tiap hari, sholat selalu tepat waktu, malam harinya selalu sholat tahajud, dzikirnya juga mantab, pas ditanya, umurnya berapa? 70 tahun.. hmm...nggak istimewa, itu memang sudah seharusnya. Lagian kalo udah 70 tahun tapi masih bandel, masih dugem, ngedrugs, ato gaul yah... itu mah namanya nggak sadar diri dunk, kapan mau tobat coba?. 
Nah akan sangat beda saat hal itu kejadian sama anak muda. Soalnya anak muda kan darahnya masih panas, semangatnya masih membara, dia masih mencari proses jati dirinya, dan logikanya pun masih sangat labil. Tapi disisi lain, dia sanggup memblokir nafsu dan keinginan duniawinya, dan menyalurkan semangatnya yang masih sangat hidup untuk hanya berada di jalan allah. Maka Allah akan sangat mencintai pemuda seperti itu. Sehingga nanti di akherat mereka langsung mendapat perlindungan dari Allah subhanahu wataala. Pren, Semoga kita semua termasuk dalam golongan itu y. So, kenapa nggak sekarang ajah kita mulai benahin diri, mumpung masih nafas kan?
(Voa-islam.com)

Memaafkan Seperti Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam



Ini adalah kisah teladan bagi umat manusia. Ini adalah kisah dari seorang manusia yang mulia. Seseorang yang begitu dikasihi oleh para makhluk penghuni langit dan seisi dunia. Dialah kekasih Allah, Rasulullah Sallallahu Alaihi wassalam, yang namanya akan terus abadi dan terukir dihati para pengikut beliau, bahkan sampai di akhir jaman. Ini adalah kisah dari seorang manusia yang mulia, yang berakhlak mulia, dan yang akan selalu di muliakan.
Sebuah kisah berawal di sudut pasar Madinah Al-Munawarah. Disana hiduplah seorang seorang pengemis Yahudi buta, yang hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".
Namun setiap pagi pula, Rasulullah sallallahu alaihi wassalam mendatanginya. Beliaupun tak pernah lupa untuk selalu membawakan pengemis tersebut makanan. Semua itu beliau lakukan dengan tanpa berkata sepatah kata pun. Dengan tetap rendah hati dan penuh kasih sayang, beliau menyuap makanan yang dibawanya tersebut, kepada sang pengemis. Dan setiap itu pula, si pengemis tak lupa berpesan dengan kalimat yang sama. Namun, Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam masih dan terus melanjutkan kebiasaan itu, sampai akhirnya beliau wafat.
Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.a.  Abubakar r.a bertanya kepada putrinya tersebut, tentang adakah sunnah dari Rasulullah sallallahu alaihi wassalam yang belum dikerjakannya. Aisyah r.a kemudian menjelaskan bahwa setiap pagi Rasulullah Sallallahu alaihi selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana.
Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan dan menemui pengemis buta itu. Beliau mendatanginya dan memberikan makanan kepada si pengemis yahudi.
Ketika beliau mulai menyuapinya, tiba- tiba si pengemis itu berteriak,
"Siapa kau ? engkau bukan orang yang biasa mendatangiku. Apabila dia datang kepadaku, aku tak perlu memegang dan mengunyah makananku sendiri. Dia yang biasa menghaluskan makanan itu dengan mulutnya, setelah itu dia menyuapkannya untukku", kata pengemis itu dengan nada marah.
Subhanallah, Abubakar r.a. terkejut mendengar kalimat itu, dan selanjutnya beliau tidak dapat menahan air matanya. Sambil menangis, Beliau menceritakan kepada pengemis itu, bahwa beliau memang bukanlah orang yang terbiasa datang kepadanya. Dia adalah sahabat manusia mulia tersebut.
“Beliau adalah Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.” Lanjut Abu bakar r.a.
Mendengar cerita dari beliau, Seketika itu si pengemis pun ikut menangis dan kemudian berkata,
“Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, tapi dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi. Dia benar- benar sangat mulia” cerita sang pengemis dengan terisak.
Dan di akhir kisah, akhirnya si Pengemis Yahudi buta tersebut, bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
Subhanallah, sungguh mulia pribadi Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam. Beliau mengajarkan kepada kita tentang bersikap arif kepada orang miskin, dan tetap memperlakukan sesama kita dengan baik, walau bagaimanapun jahatnya mereka atas kita. Beliau juga mengajarkan tentang kedalaman kebaikan dari sebuah memaafkan, dan kasih sayang dalam mengasihi. Semoga rahmat Allah selalu tercurah untuk beliau, Allahumma shalli 'ala Muhammad wa ala 'aali Muhammad.
(Voa-islam.com)

Bulan Ramadhan, Saatnya Bangkit, Friend!!

Friend, sering tanpa sengaja kita mengeluh ketika bertemu dengan kesulitan hidup yang pastinya nggak sesuai dengan selera kita. Banyak ekspresi yang kita keluarkan, sekedar untuk melegakan hati.  
Padahal, semua orang juga tahu kalau hidup itu bagai dua sisi mata uang. Ada sedih, ada senang; ada sukses ada juga gagal. Memang manusiawinya, setiap orang di dunia pasti berharap untuk mendapatkan hal- hal yang positif saja. Hiduppun diharapkan dapat dilalui dengan mulus saja tanpa cobaan yang berarti.
Tapi tahukah friend, dunia ini jelas bukan surga, dimana kita bisa mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan? Dimana semua pasti berawal dan berakhir dengan bahagia, kan?
Yups, dunia memberi kita ketidak sempurnaan dari segala sesuatu. Tapi sayang, kenyataan inilah yang membuat banyak dari kita akhirnya berbelok dan berbalik arah menjauhi Allah. Seperti gelap mata dan hati,  pikiran dan mental kita juga akhirnya terkuasai oleh nafsu , karena nggak bisa sama sekali menerima kesedihan, kekalahan, kejatuhan, serta kegagalan.  
Parahnya, kita yang mengaku menderita dengan keadaan yang serba sulit itu, malah justru "menikmati". Kok bisa gitu? yups, dimana- mana kalau orang kesakitan itu akan pasti berusaha untuk sembuh atau paling nggak mengurangi rasa sakit itu. Tapi kebanyakan dari kita justru bertahan dalam keadaan yang sama, hanya meratap, doing nothing, dan atau malah asyik menyalahkan siapapun kecuali diri kita, bahkan Allah SWT. Dengan semua "kesibukan" itu, kita akhirnya malah lupa untuk berbenah diri dan menuju pada keadaan yang lebih baik.
Kalau kita tetap saja bertahan dengan mental 3 M ; Menyalahkan orang lain, Mencari alasan dan Melakukan pembenaran, maka dijamin, sampai matahari terbit dari baratpun, kita nggak akan pernah bangkit.  
Benar- benar friend, akar masalah yang sebenarnya bukan pada keadaan yang terlalu menghimpit kita. Bukan juga karena Allah yang salah nulis nasib kita, tapi pastinya adalah kembali kepada diri kita masing-masing.
Nah, di momen Ramadhan ini pastinya bakalan pas banget buat kita untuk menghukum diri sendiri dengan memperbanyak instropeksi. Tanamkan dalam diri kalau gagal itu biasa friend, dicaci dan direndahkan, dihina dan atau tersakiti dan paket kumplitnya itu juga standart banget. Nggak Cuma kita yang ngalami namanya cobaan hidup. Bahkan para nabi sekalipun juga sama loh.
Yuk kita simak dulu firman Allah SWT dalam surat  QS. Al Baqarah : 214,
“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. “
Tuh kan, ternyata benar, kalau sesungguhnya semua cobaan itu adalah untuk menyadarkan kita tentang kelemahan kita sebagai manusia. Dan lewat berbagai cobaan hidup juga, Allah juga ingin menyadarkan kita untuk selalu dekat denganNya.
So, jangan buang- buang waktu dengan hanya fokus kepada masalah yang lagi membelit kamu. Justru poin yang terpenting adalah gimana kita bangkit dan bahkan menjadi lebih baik alias naik level setelah mengalami berbagi cobaan itu.
Apakah kamu tahu friend, orang- orang sukses yang telah kita saksikan saat ini dan atau yang tercatat oleh sejarah, ternyata juga nggak smooth aja loh capai impian mereka. Jatuh bangun mereka alami. Bahkan kebodohan dan kegagalan sempat jadi bagian hidup mereka.
Sebut saja Thomas Alva Edison. Di masa kecilnya, ketulian dan kebodohan menjadi cobaan terbesar bagi hidupnya. Sampai- sampai nih, di sekolahnya, sang guru mengusulkan untuk mengeluarkannya dari sekolah, karena dianggap terlalu bodoh. Tapi karena kasih sang ibu yang sangat dalam kepada anaknya, maka beliau memutuskan untuk mendidik sendiri anaknya di rumah.
Praktis, Thomas Alfa Edison cuma sempat menikmati sekolah selama 3 bulan. Dan apakah mengeluh, menyesali masa lalunya, memaki keadaannya dan bersantai ria saja? NGGAK!!.
Dia bangkit dan mengatakan "Saya tidak patah semangat, karena setiap usaha yang salah adalah satu langkah maju. Dan tidak ada yang dapat menggantikan kerja keras."
Dan hasilnya... Luar Biasa!!! Karena kebulatan tekad serta kuatnya untuk tetap lurus dalam kebaikan dan membaikkan diri, dia tercatat dalam sejarah sebagai penemu besar dunia. Dengan kerja keras juga akhirnya, dia berhasil mendeteksi pesawat terbang, menghancurkan periskop dengan senjata mesin, mendeteksi kapal selam, dan lain- lain.
Di dunia ini, nggak ada yang nggak mungkin untuk diraih, friend...asal kita selalu kerja cerdas dan kerja keras, dan selalu dekat dengan Allah. Jadi, apapun masa lalu kamu dulu, dan bagaimanapun buruknya keadaan kamu sekarang, tapi kamu lebih berhak atas masa depan yang lebih baik. Bukankah Allah telah memberi setiap hambanya kesempatan yang setara, 24 jam yang sama, 31.536.000 detik yang rata, kepada semua makhluk, termasuk kita?. Yups, dan akan bermanfaat atau tidakkah waktu sebanyak itu, maka kita sebagai pemimpin diri sendiri, nggak bisa mewakilkan kepada siapapun untuk membuat keputusan tentang semua itu. Semua tergantung kita, semua ada ditangan kita. Makanya, jangan sampai salah membuat keputusan, friend.
Jangan hanya fokus pada penderitaan dan banyak hal negatif yang sudah kamu alami. Itu jelas-jelas hanya akan membuang waktu berharga kamu, yang akan membaikkan keadaan kamu, friend.
Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia- sia. Termasuk diri kita. Dan kita ini adalah special dan secantik berlian, kalau saja kamu tahu itu. Dan apakah kamu mengerti  bahwa berlian itu akan semakin cantik dan berkelas setelah melalui proses yang keras, yaitu dipoles dan digosok. Kesedihan dan keterpuruk memang membuat kamu jatuh pada titik nadir. Tapi semua itu tetap bisa di syukuri jika pemikiran kita positif. Bagaimana bisa? Tentu saja bisa, bukankah ketika seseorang telah jatuh dititik terbawah, maka dia nggak akan jalan lain kecuali naik?. So, nggak akan ada kata terlambat bagi yang mau memperbaiki diri dan berbenah. Sekali lagi, itu semua tergantung keputusan diri kita sendiri. Allah SWT kan telah berfirman dalam surat Ar Ra’du : 11
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”
Percayalah, setiap kita adalah istimewa, dan mampu serta bisa mengubah keadaan, delete semua cara pandang yang negatif yang stay di otak, dan mental berfikir yang selalu pesimis, plus hati yang gampang menyerah N’ takut menghadapi resiko. Rahmat Allah masih sangat luas, Friend. Jadilah pemenang dari kehidupan kamu sendiri. Dan di bulan mulia ini adalah saat yang tepat untuk kita bangkit!! Semangaaatt!!
(voa-islam.com)

Kenapa Cewek Kudu Sholihah?

Kebanyakan cewek pasti pada pernah dengar nasehat atau doa dari ortu ataupun ustadz, untuk jadi cewek yang sholihah. Tapi pernah nggak kita mikir, kenapa ya yang diharapkan dari kita, rata- rata semuanya begitu. Semoga yang dibawah ini bisa jadi sedikit jawaban buat kita,

Alasan pertama, karena cewek itu istimewa dan indah. Karena itulah, jangan jadi tersangka dari pengrusak hidup kamu sendiri. Asal tahu aja, kebebasan yang banyak di koar- koarkan buat cewek itu sebenarnya dan ternyata cuman omong kosong. Kebebasan itu mereka artikan nggak lebih dengan bebas tanpa ada aturan yang mengikat. Padahal nyatanya, hidup memang kudu pake aturan, friend. Kebebasan nggak lebih cuma sekedar topeng yang ada tanggal kadaluarsanya. Saat topeng itu kebuka, yang ada bukan lagi hal- hal yang menyenangkan kita, namun justru merendahkan kita serendah-rendahnya. Nggak percaya? perhatikan aja berapa banyak cewek yang jadi korban pelecehan yang kemudian masa depannya suram gara- gara diawalnya mereka menuntut kebebasan dalam bergaul, berpakaian, dll. So, indahkan dan istimewakan diri kamu dengan menjadi wanita sholihah yang berarti juga pandai menghargai diri sendiri.

Alasan kedua, karena kita sebagai cewek udah dikasih warning sama Rasulullah SAW, kalo kebanyakan penghuni neraka adalah dari golongan wanita. Rasulullah SAW bersabda "aku diperlihatkan neraka ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita karena mereka kufur, ditanyakan : apakah mereka kufur kepada Allah ? Nabi menjawab : mereka ( isteri ) kufur kepada suami dan kufur terhadap kebaikan - kebaikan suami. Seandainya engkau berbuat kebaikan kepada salah satu mereka selama satu tahun kemudian dia melihat sesuatu (kejelekan) darimu, maka dia berkata : aku tidak melihat kebaikan darimu sama sekali." (HR Bukhori).

Cewek yang sholihah, pastinya juga cerdas dengan peringatan semacam ini. Secara, Nabi Muhammad SAW sendiri gitu yang sudah mensabdakan, masak iya kita masih nggak percaya. Saat kamu memutuskan untuk menjadi sholihah, kamu juga bakal mensetting pikiran kamu bahwa belajar tentang Islam itu penting. Selain itu kamu juga akan menyadari kalau kenikmatan dunia bukanlah segalanya. Berat memang, apalagi udah pada tahu pasti kalau yang paling hobi belanja adalah cewek, yang hobi dandan dengan segala pernak- pernik dan koleksinya juga adalah cewek, yang kebanyakan cinta dunia itu, biasanya cewek.

Alasan ketiga, karena cuma wanita sholihah yang bakal hidunya tenang dan damai. Selain itu, cuma cewek sholihah yang bisa mendamaikan dan menenangkan sekitarnya. Bayangin aja friend, ketika kita berada pada keadaan yang serba ribet, eh tiba- tiba datang seseorang yang kemudian mampu memberi pencerahan kepada kita dan membantu kita keluar dari masalah, apa nggak asyik tuch?. Dan udah kodratnya dari sana, kalau hanya cewek sholihah yang akan punya kelembutan jiwa, kelapangan hati dan pemahaman yang mendalam seperti itu.
Apalagi friend, kalo nanti saatnya tiba, yaitu di hari kamu akan mendapatkan pasangan alias suami, maka yang akan mendamaikan dan membahagiakan mereka bukanlah hanya masalah kecantikan, harta, dan dari status sosial alias keturunan mana kamu berasal. Tapi yang membahagiakan adalah kesholehan dan hati kita yang selalu terpaut dengan Allah lewat dalamnya keilmuan islam yang kita punya. Ini persis banget dengan yang disabdakan Nabi Muhammad SAW,

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cewek yang sholihah pasti akan berusaha menjaga apa yang dimiliki suaminya sebagai amanah yang benar- benar kudu di pegang. Dia akan takut kepada Allah, no matter suaminya melihat atau nggak. Dari sanalah akhirnya  para suami akan selalu merasa tenang dan percaya. Wajarlah, karena didunia ini siapa yang mau hidup serumah dengan seseorang yang akhirnya akan jadi musuh yang mengkhianatinya?

Alasan Keempat, karena dengan menjadi sholihah itu, kita akan mudah berbahagia.
Friend, siapa sih di dunia ini yang mau hidup dalam kesedihan? jawabannya pastilah nggak ada. Dan saat kamu memutuskan untuk Cut off segala keburukan dan menggantinya dengan ketaatan kepada Allah SWT, otomatis pikiran dan jiwa kamu juga akan mengikuti untuk tunduk kepadaNya. Semua yang kamu hadapi akan terasa gampang dan kecil banget, karena hati kamu selalu terpaut kepada Allah, sang maha penolong. Hal ini pastinya berbanding terbalik dengan mereka, para cewek- cewek yang cuma seneng hura- hura dan membuang- buang umur plus membiarkan diri mereka kosong dari ketakwaan. Rasanya hidup bakal terasa semrawut dan ribet banget, karena mereka nggak punya sandaran yang jelas, saat mereka dapat cobaan.
Jadi...kalau masih ada yang bertanya, tentang kenapa jadi cewek kudu sholihah? jawabannya karena pastinya akan ada seribu satu alasan kebaikan yang lain yang hanya bisa didapat saat kita menjadi cewek yang sholihah. Dan sudah menjadi kepastian juga kalau hanya wanita atau cewek yang baik, yang akan punya kehidupan yang baik, jodoh yang baik, lingkungan yang baik dan akhirnya surga yang terbaik pula. Bukannya itu memang yang diinginkan setiap orang, yaitu selalu dapat kebaikan, diperlakukan dengan baik, dan berakhir hidupnya dalam kebaikan?.
So, masih nggak mau jadi cewek sholihah?
(voa-islam.com)

Bro, Kok Nggak Sholat Ke Masjid?

Sholat, adalah amal ibadah kita yang akan dihisab nanti di akherat. Dan sholat juga adalah pembeda antara muslim dengan kafir. Dengan sholat juga kita bisa memperoleh ketenangan dan kedamaian dalam hati.

Begitu pentingnya ibadah sholat buat kita para muslim, tapi kenyataan yang kita lihat sekarang ini sangat miris sekali. Banyak banget para cowok yang sengaja meninggalkan sholat atau ngeles dengan beraneka rasa dan alasan, buat ngehalalkan segala cara biar nggak jadi terdakwa karena mereka males ke masjid.

Padahal bro, kalau aja kita tahu bahkan orang buta sekalipun wajib melaksanakan shalat berjama’ah. Secara, mereka mungkin bisa beralasan dengan "kelemahan" mereka dalam melihat. Tapi tetep aja nggak ada keringanan buat mereka, walaupun juga rumah mereka berjauhan dari masjid.
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa suatu ketika ada seorang buta yang datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia berkata, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku tidak memiliki penuntun yang selalu membimbingku untuk berangkat ke masjid.”

Dia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tujuan meminta keringanan agar boleh mengerjakan shalat di rumah, maka beliau pun memberikan keringanan untuknya. Akan tetapi, ketika dia berpaling (hendak pulang) maka beliau menanyakan kepadanya, “Apakah kamu masih mendengar adzan untuk shalat (berjama'ah)?”. Dia menjawab,”Iya.” Maka Nabi pun mengatakan, “Kalau begitu penuhilah panggilan itu.”
(HR. Muslim)

Bener- bener, untuk alasan sholat berjamaah ini, Rasulullah SAW serius buat memberikan ancaman yang keras bagi para kaum muslimin yang nggak mengerjakan sholat berjamaah di masjid. 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Sungguh, aku pernah bertekad untuk menyuruh orang membawa kayu bakar dan menyalakannya, kemudian aku akan perintahkan orang untuk mengumandangkan adzan untuk shalat (berjama'ah) kemudian akan aku suruh salah seorang untuk mengimami orang-orang (jama'ah) yang ada lalu aku akan berangkat mencari para lelaki yang tidak ikut shalat berjama’ah itu supaya aku bisa membakar rumah-rumah mereka.” (HR. Bukhari & Muslim).

Friend, Kalau aja hal itu dilaksanakan dijaman sekarang, maka bakalan sedikit rumah- rumah yang "selamat". Dan tau nggak, secara gitu, Rasulullah yang begitu berkasih sayang dengan ummatnya, bahkan sangat marah sehingga ingin membakar rumah orang-orang yang sholat fardhu dirumahnya, padahal suara adzan terdengar dari tempatnya berada.  Trus.. hellooo gimana cerita wahai cowok- cowok yang mengaku muslim, yang sehat segar bugar, dan yang nggak punya udzur syar’i, kenapa kita masih saja bisa santai- santai dengan peringatan ini?

So, udah saatnya sisa umur kita ini kita buat untuk ngelakuin kebaikan. Buang deh jauh- jauh perasaan takut atau kawatir dianggap sok alim, gara- gara "tongkrongan" kita beralih dari mall ke masjid- masjid.
Ayo mulailah berjamaah ke masjid! Kalau nggak kita yang muda- muda ini yang memberi contoh buat memakmurkan masjid, ya siapa lagi? Malu kali tuh sama bapak- bapak atau kakek- kakek yang udah uzur, tapi masih sangat rajin ke masjid. Perbaikan diri emang penting banget buat kita lakuin sekarang, bro. Bukankah kita muslim sejati?. Dan semoga Allah selalu menggugah kesadaran kita semua untuk selalu taat kepadaNya. (voa-islam.com)

Sudut Pandangmu, Harimaumu

Dua orang siswa yang baru kenalan sedang ngumpul bareng. Sambil istirahat bentar dari acara ospek sekolah, merekapun asyik ngobrol. Salah satu dari mereka kemudian membuka pembicaraan, 
“Kamu anak keberapa di rumah?” Kata siswa yang pertama.
“Aku anak terakhir dari 4 bersaudara” Jawab temannya.
“kakak- kakakmu sudah pada kerja donk pastinya?” tanyanya kembali.
“Ya, yang satu jadi dokter, jadi pengusaha, dan montir”
“Montir? Kenapa berbeda sekali? Apa ortumu tidak kecewa dengan saudaramu itu? Anak-anaknya yang lain jadi “orang” semua, kamupun sekolah di sekolah favorit ini.” tanya siswa yang pertama dengan kaget
“Oh nggak, justru karena kakak tertuaku jadi montir itu, kami adik- adiknya merasa bersyukur. Dia bisa membiayai sekolah kami sampai akhirnya aku bisa disini. Dan kakakku yang lain malah ada yang jadi dokter” Jawab temannya.
.........
Friend, sengaja atau tidak, kadang kita gampang banget buat penilaian tentang seseorang  dan sesuatu. Dan selanjutnya, dari penilaian itu, kita juga gampang memutuskan seperti apa sikap yang akan kita lakukan. Padahal, kita setujui atau nggak, cara pandang itulah, yang akan membentuk karakter dan menjelaskan tentang jati diri kita yang sebenarnya.

Kalau kita adalah orang yang positif, alias selalu optimis dan jarang ngeluh atas apapun yang datang ke hidup kita, maka insyaAllah akan baiklah kehidupan kita kedepannya.
Sebaliknya, kalau kita adalah orang yang cenderung menilai dengan negatif dan instan atas apapun yang kita lihat dan alami, maka itu sama saja kita memperburuk kehidupan kita sendiri. May be dengan kata lain, kita membatalkan doa- doa kebaikan yang kita ingin Allah hadirkan dalam hidup kita, bahkan sebelum doa itu sempat kita panjatkan.
Satu hal yang harus kita ingat friend, semua orang di dunia ini diciptakan karena dia penting. No matter apapun pekerjaan dan status sosial dia, tapi dia tetaplah manusia yang Allah nggak ciptakan dia dengan sia-sia. Dan semua hal yang terjadi atau diijinkan terjadi oleh Allah, pasti adalah yang terbaik buat kita. No matter kita mau maki- maki, nggak setuju dan marah- marah, itu nggak akan nada gunanya. Apa kita mau bilang kalau kita lebih tahu melebihi Allah SWT ?
So, sebenarnya nggak ada pilihan lain bagi kita di dunia ini, selain menilai positif, berpikir positif, dan melihat sesuatu selalu dengan sudut pandang yang positif dan penghargaan yang positif juga. Jangan pernah underestimate alias memandang rendah seseorang hanya dari tampilan luar, atau kesan sekilas yang belum tentu bener. Karena hal yang paling penting adalah bukan tentang siapa dia, tetapi adalah tentang apa yang udah dia lakukan untuk  sesamanya.
Dan jangan pernah sepelekan pemilihan sikap serta cara pandang tentang sesuatu yang akan kita pilih. Karena dari sanalah penentuan atas jati diri dan siapa kita, ditentukan.
(voa-islam.com)

Tips Mantap Buat Perbaikan Diri Di Bulan Ramadhan

Saat kita memutuskan untuk serius dengan jalan kebaikan dan mulai meninggalkan kemaksiatan, saat itulah fase hidup baru kita sebenarnya telah dimulai. Kedewasaan kita bertambah, dan satu langkah menjauh dari yang namanya labil pun, akhirnya tercapai. Memang nggak mudah, tapi bukan berarti nggak mungkin sama sekali. Dan, di bulan ramadhan ini, adalah saat yang pas banget buat kita memulai perbaikan diri kita. Makanya, kali ini kita akan beri beberapa trik khusus, biar hati lebih kuat dalam bertaubat alias memperbaiki diri dan beristiqomah di bulan mulia ini.

1.    Niatkan karena Allah.
Yang pertama, tentu saja kita harus benar-benar ikhlas memperbaiki diri karena Allah saja. Bukan karena sekedar ikutan tren atau ikut arus dari temen-temen se-genk.

2.    Berteman dengan orang- orang yang sholih.
Bertemu dengan orang- orang yang banyak mengingat Allah, otomatis bakal memberi kita alarm, kalau- kalau niatan jahat untuk kembali ke masa lalu yang buruk muncul lagi. So, kalau kita bener- bener serius mau berubah, juga kudu konsekuen dengan mengganti teman- teman gaul kita, yang harusnya juga bisa mengarahkan kita ke jalan yang lebih baik.

3.    Sabar N’ tawakkal.
Kadang nggak semua orang senang dengan perubahan kita yang lebih baik. Tapi jangan khawatir, sahabat! Ingat, menjalankan perintah Allah memang banyak tantangannya. Jadi kita kudu sabar dan terus bertawakal kepada Allah. Dengan begitu Insyaallah, pundi- pundi pahala kita akan bertambah.

4.    Memperbanyak do’a pada Allah agar diberi keistiqomahan.
Kalau kita sudah berniat ingin memperbaiki diri, maka jangan lupa untuk selalu berdo’a kepada Allah supaya kuat hati untuk selalu dalam kebenaran. Nah, ini dia do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan,
ÙŠَا Ù…ُÙ‚َÙ„ِّبَ الْÙ‚ُÙ„ُوبِ Ø«َبِّتْ Ù‚َÙ„ْبِÙ‰ عَÙ„َÙ‰ دِينِÙƒَ
“Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik”
(Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Dulu, Ummu Salamah pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering banget beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.“
(voa-islam.com)

Ikhwan Sejati Atau Gadungan?


Ikhwan beneran apa gadungan?
Ngakunya ke mana-mana mujahid militan
Akting kesana-kemari pake dalil copasan
Rajin banget bikin tulisan
Di suruh berangkat jihad keluar jurus ‘alasan’
Katamu “Hehehe, ogah ah kejauhan’’

Ikhwan beneran apa abal-abal?
Gigih banget tebar kalimat gombal
Ta’aruf dan dan janji nikah di obral-obral
Disuruh nikah ngakunya ga cukup modal

Ikhwan beneran apa gadungan?
Aktivitas keseharian rajin berdebat
Beda harokah pun tak segan dilaknat
Yang ga sepaham ikut di umpat
Akhlaknya hancur dan berkarat
Tapi ngaku-ngaku suka jihad
Diminta berangkat bilangnya “Hehehe, fisikku ga kuat.”

Ikhwan beneran apa gadungan?
Komunikasi dalam telpon dan dumay garang sangat
Tetapi diajak ketemuan suka bilang ga sempat
Giliran ketemu tatap muka grogi hebat
Bilangnya, ‘afwan saya pergi dulu takut telat’
[voa-islam.com]

Senin, 29 April 2013

Jadi Akhwat Kudu Kuat

Akhwat, sebutan ini biasanya diberikan buat wanita sholeha yang identik dengan kerudung raksasa dan jilbab longgarnya. Akhwat juga sangat menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama. Saat ketemu dengan saudari seiman, senyum dan salam selalu menghiasi wajah dan lisannya. Diapun juga senantiasa menjaga pandangan dari laki- laki bukan mahram. Dan yang paling dikenal dari sosoknya adalah rasa malu, yang membuatnya semakin terlihat cantik.
Seorang akhwat juga seringkali diidentikan dengan kelembutan. Tapi lembut bukan berarti lemah dan cengeng. Tapi... gimana dunk dengan fenomena yang ada sekarang ini, dimana beberapa akhwat yang rajin banget update status di dunia maya tentang curahan hati mereka?Bahasa yang mereka pakai juga romantis mendayu- dayu, atau trenyuh sekalian, yang intinya dipasang untuk mewakili hatinya yang lagi galau. Padahal kalau jaman dulu buku diari tuh disimpan dan di jaga banget biar orang nggak tau, tapi sekarang makin banyak diumbar biar semua orang ngerti. Nggak tahu tujuannya biar membuat orang iba sama dia atau justru menarik simpati (khususnya para ikhwan).
Sayang banget ya, padahal kalo situasi hati udah nggak enak, nulis status yg bikin nelangsa malah bakal nambah sedih suasana. Udah gitu belum tentu masalah bakal keluar dan nemuin jalan keluar, ya nggak?. Mungkin kalo kita ambil jalan pintas dengan curhat langsung aja sama Allah, pasti akan lebih adem dan damai di hati.

Selain itu, seorang akhwat juga identik dengan gampang nangis dan ngerasa iba dari pada laki-laki. Menangis sih boleh- boleh aja, manusiawi banget kok. tapi kalau dijadikan kebiasaan itu menandakan orangnya mudah rapuh alias cengeng. Seorang akhwat harus bisa belajar menyikapi sesuatu secara dewasa. Kenapa? karena merekalah yang dekat dengan dunia dakwah yang tentunya akan berhadapan dengan 1001 karakter manusia, lengkap dengan pernak pernik kesulitan dan keunikannya. Kalau hati nggak luas, dewasa, dan mudah rapuh, wah bisa- bisa dakwah berhenti di tengah jalan.

Kita semua adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk mengesakanNya. Atau dengan kata lain menegakkan Kalimat Laailaha Ilallah di dunia ini. Dan ini bukan perkara simple. Rasulullah dulu berdakwah hingga giginya patah, dilempari batu, di caci maki, dibilang orang gila, diteror, diancam mau di bunuh, dll. Bener- bener deh, jalan dakwah memang sangat berat dan nggak hanya sebatas teori, atau sekedar kata ‘Jadilah..!’ maka akan terjadi. Yang ada ‘jadilah!’ lalu kita harus bergerak untuk menjadikannya, dan baru hal itu akan jadi kenyataan.
So, buat kamu para akhwat, Selamat datang di dunia dakwah.… dan kamu kudu kuat.
Jadilah yang terkuat dalam kesabaran seperti Sumayyah binti Khayyat yang walaupun disiksa dan di buang ke padang pasir yang sangat panas dan menyengat, serta diletakkan di atas dadanya sebongkah batu yg berat agar dia keluar dari din, tapi dia tidak meratap, dan tetap mengucapkan, Ahad.. Ahad..

Jadilah sekuat Nusaibah binti Ka'ab yang tidak menangis walau tangannya terpotong, demi membela Rasulullah SAW di perang Uhud. Atau setangguh the Black Rider, si penunggang kuda berbaju hitam, Khaulah binti Azur yang membuat Panglima Khalid bin Walid serta seluruh pasukannya tercengang melihat ketangkasannya memacu kuda ke tengah-tengah medan tempur.

Jadilah sekuat Rumaisa binti Marhan atau Ummu sulaim yang tegas menolak lelaki kafir yang ingin menikahinya, walaupun dia sangat kaya.

Jadilah sekuat dan seikhlas siti Hajar yang rela dan tetap kuat saat ditinggal Nabi Ibrahim 'Alaihissalam di padang pasir yang tandus dan gersang bersama putranya, Ismail.
(voa-islam.com)

Kami Anak Rohis!! Masalah Buat Lo??!!?

Kami anak rohis
Dan kami adalah aktifis
Sangat jauh dari perbuatan teroris
Jadi stop semua kabar kasak kusuk!!
Yang jelas- jelas nggak bener dan cuma jadi fitnah busuk

Kami anak rohis
Kami bukan teroris!!
Pegangan kami hanyalah Al Quran dan Hadist
Yang mendidik kami buat hidup bener
Bukan malah jadi orang yang keblinger

Kami memang anak rohis
Loyalitas kami kepada Allah dan Rosul-Nya nggak minimalis
Kami juga berlepas dari paham-paham yang tidak Islamis
Trus dari mana cerita kami disebut teroris???
Kami adalah pemuda pemudi cerdas
Dari sana kami belajar buat jadi generasi emas
Yang nggak cuma sekedar pasrah waktu dibilang islam agama yang keras
Atau hanya diem aja saat diperlakukan dengan nggak pantas
Justru dari rohis kami belajar buat punya masa depan yang jelas
Juga menjadi manusia yang berkelas atas

Rohis bukan penebar teror
Rohis juga bukan tempat generasi kotor
Rohis ngajarin kami kebaikan
Bukan malah hura- hura dan ikut langkah setan
Rohis juga adalah solusi
Saat kami udah bingung tentang pencarian jati diri

Kami memang anak rohis
Kenapa jadi kalian yang repot?
Repot dengan segala pemikiran yang kolot.
Gimana nggak coba'?
Katanya rohis adalah sarang teroris muda
Padahal disana kami berkarya
Kami belajar menggapai cita- cita yang tinggi
Disana kami juga diajarkan untuk berbagi
Sehingga orang tua menjadi bangga
Karena masa muda kami terlewati dengan sangat berharga

Kami anak rohis
Kami bukan generasi baru teroris!!
Disana kami belajar perbaikan diri
Yang nggak cuma sekedar teori
Dan belajar untuk jadi generasi robbani
Generasi yang paling gress dimasa kini

Jangan cuma sekedar bicara sinis
Kalau Rohis adalah sarang Teroris
Nih lihat! kamilah produk- produk dari rohis!!
Kami jadi pemuda yang loyalis
bukan secularis, pluralis, liberalis, apalagi satanis
Bukan juga manusia yang punya iman super tipis.

Kami anak rohis
Dan kami adalah aktifis
Sangat jauh dari perbuatan teroris
Jadi stop semua kabar kasak kusuk!!
Yang jelas- jelas nggak bener dan cuma jadi fitnah busuk
Luruskan nama baik rohis
Yang udah tercoreng dengan komentar sinis
Setuju nggak bro N sist??????
(voa-islam.com)

Yakin Dialah Yang Terbaik Buatmu?

Aku sayang banget sama kamu...
Hanya kamulah yang ada di hatiku...
Hidupku semakin berwarna semenjak ada kamu...
Hanya kamulah satu-satunya...
Begitulah status salah satu temen kita yang lagi in luv. Hmm... rasanya jatuh cinta tuch emang indah banget ya sob. Dan as you know, pacaran adalah modus standart yang biasanya digunakan buat nyari pasangan yang baik. Cuma masalahnya apa iya pasangan kamu itu juga baik buat kamu?.
Banyak dari mereka yang pacaran bilang kalau mereka bakal jadi kekasih sehidup semati. Dalam arti lain, mereka nggak bakal terpisahkan. Ah masa’ cieeehh??. Cek deh pasangan kamu, dia toh juga masih sama- sama muda kya kamu, sob. Masih pengen lihat dunia yang luas dan ngelakuin banyak hal yang seru. Atau yach mungkin kamu serius dengan niat kamu buat “setia”, tapi apa kamu yakin dengan hatinya? Btw, karena itulah kenapa ada pepatah yang bilang, “dalamnya laut bisa diukur, dalamnya hati siapa yang tahu.”
Saat pacaran juga banyak pasangan yang ngelakuin tindakan egois dan ngerasa udah punya SHM atas pacarnya. Dia bisa memerintah pacarnya untuk ngelakuin hal konyol sekalipun. Contoh nie, si cewek yang pake nangis minta tuch cowok pakai baju pink di hari valentine. Apa yang salah dengan pink? Ya memang nggak ada masalah sih, kalau buat cowok KW. Tapi kalau yang ORI.. ya kamu tanya sendiri dech sama mereka, heee... Trus kalau dari pihak cowoknya, mereka ada loh yang ngelakuin kekerasan ama pacarnya
#ekspresi wajah setengah tiang.
Dan si cewek ajaibnya nggak mau putus dengan alasan standart “aku pengen merubah dia, siapa tahu dia bisa jadi lebih baik. Biar dia tahu ketulusanku” 
#one word to respond it, PRET!!
Tragedi tentang pacaran juga terjadi saat banyak orang yang ngelakuin hal itu jadi terbatas ruang geraknya. Waktu mereka juga banyak habis cuman buat pacar aja. Jadi nggak bisa ngumpul dan main bareng temen-temen lain lagi. Dan dalam pacaran itu ada semacam aturan nggak tertulis, kalau dengan pacar itu kudu jujur. Alhasil, nggak ada lagi area privasi antara mereka berdua. Kalau hal itu nggak dilakuin, ada yang bakalan protes dengan bilang “kamu nggak jujur ama aku!”. Hadeee...
Saat pacaran juga banyak kejadian dimana si cewek atau cowok itu meminta (baca:menuntut) pasangan mereka biar bisa ngelakuin ini itu, atau berubah seperti apa yang mereka mau. Tragis kan? Gimana nggak, semua orang itu unik, dan kelebihan dan kekurangan itu udah diukur pas sama Allah. Trus  mereka yang lagi pacaran memuntut pasangannya jadi “boneka” yang bisa mereka lakonkan sesuka mereka. Dan atau kalo nggak suka tinggal buang ajah. Widiiww, nggak banget kan?.
Sob, kelihatannya nich kalo kita sebutkan satu persatu soal nggak asyiknya pacaran pasti nggak ada habisnya. Tapi satu hal yang pasti, pacaran terbukti  nggak bisa 100% ngasih jaminan kalau kamu bakal menemukan soulmate yang benar- benar baik buat kamu. Karena itulah sob, mending nggak usah pakai acara pacar- pacaran kalee’. Kan pacaran itu kata lain dari sekedar coba- coba, atau tebak- tebak buah manggis. Siapa tahu cocok. Kalau iya lanjut, kalau nggak ya da-da good bye.
Sob, idup cuma sekali, ngapain dibikin ribet yach? Allah Subhanahu Wata’ala kan udah berjanji dalam Al quran,“Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26).
Nah dari pada tebak- tebak buah manggis gimana kedepannya pasangan kamu, baik atau nggak kah buat kamu, mending dari sekarang perbaikin diri aja deh. Nanti juga bakal dikasih yang baik sama Allah. Nggak percaya? Emang ada ya Sob, yang lebih nepatin janji selain Allah?...
So artinya, mungkin diskusi ini gunanya cuma sedikit, yang paling penting adalah pilihan kamu sendiri. Kalau kamu salah pilih pasangan diwaktu yang salah, dan dengan cara yang salah yaitu pacaran, dijamin seumur hidup, hidupmu bakal nggak asyik, atau paling nggak akan tertulis dalam memori jalan hidup kamu kalau pernah ngelakuin kesalahan. Atau kamu pilih jalan Allah yang pastinya bakal kamu bahagia sentosa? inilah saatnya memilih, sob!!
(voa-islam.com)

Aku Menolak Valentine!

Seperti tahun- tahun berikutnya, hari Valentine akan diadakan dengan sederet pernak-perniknya. Memang banyak pihak yang merayakan, terutama dengan orang yang mereka sebut dengan kekasih. Tapi dilain sisi, banyak juga yang menentangnya, dan terang-terangan menolak mentah- mentah. Pernah nggak merhatiin kalau kejadian yang sama kaya' gini bakal terulang lagi dan lagi. Tapi buat mereka yang merayakan, ibarat kata show must go on, apapun kata orang. katanya sih terutama bagi yang punya tujuan bisnis, hari Valentine memberi mereka omset yang lebih. Nggak perduli bener atau salah, asal uang ada ditangan, hajar bleh!. Sedangkan buat mereka yang lagi in love, hari ini katanya pas banget buat nembak gebetan, karena momen setahun sekali.

Buat cowok- cowok yang merayakan Valentine, mereka rela nguras kantong. mereka kudu beli mawar, coklat paling mahal, dan membuang jauh- jauh urat malunya, karena wajib pakai baju PINK. Udah gitu mereka harus juga hunting tempat yang pas buat nembak pacar. Dan sudah tentu yang beginian nggak ada yang namanya murmer, alias murah meriah.

Friend, kenapa sih kudu segitunya maksa banget merayakan Hari Valentine?  Hari hari Valentine itu jelas- jelas bukan budaya islam. Malah bisa dibilang, ini cuma sekedar budaya latah yang menjerumuskan. Contoh aja, kalau hari Valentine, bunga mawar itu wajib ada biar romantis. Hey, pada nggak tahu ya, kalau setiap hari itu, ribuan mawar- mawar galau karena besoknya bakal dipotong dan dijadikan hiasan buat acara?. Dan apa juga hubungannya antara Hari Valentine dengan budaya wajib ngasih coklat? Kenapa nggak pakai strawbery atau semangka tanpa biji aja, hayo?
Trus kenapa cuma hari Valentine yang dijadikan hari kasih sayang?. Padahal dalam setahun ada 364 hari yang lain, yang pastinya juga butuh kasih sayang. Dan kenapa harus 14 februari dan bukan 10 november barengan hari pahlawan? kan asyik tuh, saat kita bisa ungkapkan sayang kepada ibu dan keluarga kita " Ibu, aku sayang padamu, MERDEKA!" heee....
Tapi ini, masih aja ada yang protes, "Memang ada yang salah dengan valentine?" tanya mereka. Menurutmuuu? ini memang sekedar hari kamis, seperti minggu- minggu yang lalu. Yang membedakan ada sebuah "misi" disana, yang diusung atas nama hari kasih sayang. Bukan kasih sayangnya yang salah, melainkan ceremony yang udah jadi rahasia umum, kalo pas lagi valentine banyak remaja yang tanpa malu-malu menabrak aturan dan memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih. Trus apa tujuannya peresmian jadi sepasang kekasih itu, tidak lain tidak bukan, adalah untuk menjadi pacar. Dan apa kelanjutannya setelah jadi pacar itu, nggak lain dan nggak jauh adalah zina. Udah deh friend nggak sah pada muna'. Yang namanya aktifitas pacaran nggak jauh- jauh dari yang namanya saling rayu dan saling rindu. saling pegang dan saling... yach begitulah *sensor. So, haruskah kita menyebut valentine dengan hari berzina nasional? 

So, nggak perlu memaksakan diri dengan menjadi bagian dari budaya Valentine, cuman biar dibilang anak gaul. Ngaku deh, padahal kamu bahkan kadang nggak ngerti apa makna dan asal usul hari Valentine itu sendiri, ya kan?. Dan seperti udah kita bilang diawal, setiap tahun, perayaan Hari Valentine bakal terulang, tapi kita juga nggak bakal bosen- bosen menolaknya. Jadi, kalau kamu mau selamat, nggak usah pakai acara pacaran apalagi ngerayain hari Valentin deh. Tanya kenapa? karena hari itu kamu nggak tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kamu tetap akan baik- baik saja? dan kesucianmu juga akan tetap baik- baik saja? hmm... jangan main api friend, just be smart please!. Kalau sudah tahu gitu, jangan pernah ragu lagi, katakan "AKU MENOLAK VALENTINE". ( voa-islam.com)

Rabu, 17 April 2013

Cristiano Ronaldo Kagumi Islam

Cristiano Ronaldo (CR7) lahir di Madeira, Portugal, anak dari Maria Dolores dos Santos Aveiro dan José Dinis Aveiro. Dia memiliki kakak laki-laki bernama Hugo, dan dua kakak perempuan, Elma dan Liliana Cátia.

Pemain terbaik Real Madrid dan timnas Portugal ini ternyata selalu membela kepentingan Islam, meski ia beragama Katolik yang taat.
Rumor di media Spanyol dan Portugal yang memberitakan jika CR7 akan menjadi seorang Muallaf. Namun, hingga berita ini diturunkan, Ronaldo belum menyatakan, mengucapkan 2 kalimat Syahadat sebagai bukti ia telah masuk Islam, meski segala perbuatannya selalu mendukung Islam.

Berikut bukti dan fakta tentang CR7 tentang cintanya kepada Islam:

1. Simpatisan Palestina

Hal ini dibuktikannya dengan melelang sepatu emasnya untuk disumbangkan ke anak-anak Palestina. Cristiano Ronaldo, bintang ‘Seleccao’ yang dilabeli media barat memiliki sifat sombong tersebut, ternyata mempunyai hati mulia. Mantan penggawa Manchester United (MU) itu dengan penuh keikhlasan memberikan sepatu emas yang diraihnya musim 2011 kepada lembaga amal klubnya. Hal itu dilakukan pemain berjuluk CR7 itu untuk membantu anak-anak Palestina.

Laman Qodsna pada akhir tahun 2012 lalu mengabarkan, lembaga amal Real Madrid melelang sepatu emas milik Ronaldo itu hingga 1,4 juta Euro atau Rp16,77 Miliar). Uang hasil lelang itu disumbangkan untuk membangun beberapa sekolah yang hancur di sepanjang di Jalur Gaza.

2. Sering Menyumbang Uang Untuk Umat Islam

Ronaldo kembali menyumbangkan uang senilai 100 ribu Euro ( atau Rp 1,39 Miliar) kepada korban perang Afghanistan pada Rabu (13/­2/2013). Seperti dikutip Reuters, Ronaldo menyumbangkan uang sebesar itu dengan mengatas namakan UEFA dan diserahkan melalui International Commitee of the Red Cross (ICRC).

Uang itu nantinya akan digunakan untuk membantu merehabilitasi warga Afghanistan yang kehilangan tubuh, karena terkena ledakan ranjau darat di negeri yang kerap terjadi peperangan tersebut. Aksi kepedulian ini merupakan kali kedua bagi pemain berjuluk CR7.

3. Tertulis Lafaz Allah di Kepalanya

Cristiano Ronaldo, tanda ia masuk Islamkah? Kejadian menarik ini berawal dari sikutan David Navarro yang mengenai pelipis Cristiano Ronaldo. Kejadian itu terjadi pada menit ketiga hingga membuat
CR7 harus memperoleh perawatan yang cukup serius karena pelipisnya terus mengeluarkan darah yang cukup banyak.

Cristiano Ronaldo headTim medis Real Madrid yang melihat kejadian tersebut tentunya tak tinggal diam. Untuk memberikan pengobatan demi menghentikan darah sang pemain berdarah Portugal tersebut, tim medis pun membawa Ronaldo ke pinggir lapangan.

Yang menarik, kamera televisi Aljazeera yang menyiarkan pertandingan itu menyoroti gaya model rambut Ronaldo ketika tengah menjalani perawatan di pinggir lapangan. Dan entah disengaja atau tidak, kamera televisi seketika langsung menyoroti potongan rambut sang Pemain Terbaik Dunia itu di mana ditemukan tulisan Arab berlafazkan Allah SWT.

4. Menolak Tukar Jersey

Pada pertandingan Pra Piala Dunia, antara timnas Portugal vs ‘Zionis’ Israel, setelah pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 3-3, CR7 menolak bertukar jersey dengan pemain Israel, meski sudah banyak yang mengajaknya.
Cristiano Ronaldo palestina

Todos con Palestine, segalanya untuk Palestina

5. Tak Mau Menyebut Negara Israel

Menurut laporan Shabestan, wartawan televisi Aljazeera sempat bertanya kepada Ronaldo, Anda saat ini berada di tanah Israel atau Palestina?

Bintang dunia asal Portugal ini menjawab, “Saya berada di bumi Palestina.”

Padahal diketahui, Portugal bertanding melawan Israel, di kandang Israel, pada Jumat (22/03/13) di pertandingan kualifikasi Piala Dunia Grup F.

6. Dukung Palestina

Karena mendukung Palestina membuat Cristiano Ronaldo dikecam Israel. Berbeda dengan Barcelona yang memiliki kedekatan dengan Israel, Real Madrid malah memilih mendekat dengan Palestina. Tidak hanya ditunjukkan kebijakan klub, sikap pemain Los Blancos juga demikian.

7. Aksi Ronaldo sebagai bentuk kemanusiaan

Ia menunjukkan kepedulian dan solidaritasnya terhadap krisis Palestina dan warga Jalur Gaza. Ronaldo dikabarkan pernah langsung berkunjung ke tanah pendudukan Palestina pada 2007 dan 2005.

Disana dia disambut suka cita oleh warga Palestina dan mendapat pengawalan ketat. Namun, Ronaldo dikecam media pemiliknya, MU yang mendukung kebijakan pemerintah ‘Zionis’. Seperti diketahui, saat itu CR7 masih berseragam Manchester United. (Sumber: IRNewscom/Aljazeera/Reuters/I Portugal)

Hidayah itu Unik, Penyerang bersenjata di Pemutaran Film Batman “The Dark Knight Rises” Masuk Islam di Penjara

Orang yang menembak sejumlah penonton di sebuah bioskop Aurora, Colorado, termasuk diantaranya  warga Indonesia,  saat pemutaran “The Dark Knight Rises” musim panas lalu dilaporkan telah memeluk Islam dan telah melakukan kewajiban sholat wajib lima kali sehari.

Sebuah sumber mengatakan  di penjara  James Holmes telah berjenggot bulan lalu , dikabarkan ia  telah temukan imannya. Sumber itu mengatakan Holmes telah menjadi Muslim .
Holmes sekarang sholat lima kali sehari, melakukan puasa dan menghabiskan setiap harinya mempelajari Alquran, kata sumber kepada Enquirer.

Banyak pihak yang
menutupi kabar ini, dan memberikan stempel buruk akan Islam dan Islamnya Holmes. Dan menuduh bahwa bila memang Holmes telah berpindah ke Islam, maka karena keyakinannya itu maka ia  membunuh orang di bioskop sewaktu pemutaran perdana Film Batman “The dark Knight Rises” adalah jihadnya untuk membunuh kaum kafir.

Salah satu situs, salon, mempertanyakan,  “Apakah jika Holmes tiba-tiba pindah agama menjadi Pantekosta yang taat atau Hindu yang taat di penjara, akankah para  blogger akan menghubungkan agama yang baru dianutnya itu dengan penembakan/kejahatan  yang lalu dalam cara mereka memandang sekarang?”(eramuslim)

Dakwahkan Tauhid dan Ingatkan Bahaya Syirik, Acara Khazanah Trans-7 Dituduh Penyebar Ajaran ‘Wahabi’

Sangat jarang didapat acara di televisi yang bersifat mendidik. Kebanyakan dari program acara yang disajikan untuk para pemirsa bersifat melalaikan dan sangat jauh dari ajaran Islam.

Alhamdulillah, belakangan ini mulai ada tayangan-tayangan yang bisa mencerdaskan sekaligus mencerahkan umat dari kebodohan tentang agamanya. Meskipun acara ini diputar dengan durasi yang amat singkat tetapi memiliki efek yang begitu besar, mengingat televisi saat ini adalah salah satu media yang paling banyak dinikmati.
Trans 7, salah satu stasiun televisi swasta terbesar di Indonesia akhir-akhir ini membuat gebrakan luar biasa. Dalam acara Khazanah yang tayang setiap Senin sampai Jumat pukul 5.30-06.00 WIB ini menayangkan pendidikan yang amat bermanfaat. Selasa (9/4/2013)  pagi lalu Khazanah mengambil judul ‘Kultus dan Tabarruk’.

Pada acara tersebut dijelaskan bahaya pengultusan kepada individu tertentu. Bukan hanya mengambil dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah tetapi dijelaskan pula awal penyimpangan orang-orang Musyrik disebabkan mereka mengultuskan orang-orang yang dianggap mulia di antara mereka.

Selain pembahasan tentang bahaya pengultusan, dibahas juga dengan singkat, padat dan jelas tentang bahaya tabarruk atau mencari berkah.

Pada dasarnya mencari berkah itu dibolehkan jika sesuai dengan dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah. Tetapi menjadi terlarang dan bahkan jatuh ke dalam kesyirikan jika dilakukan sembarangan seperti kepada benda-benda tertentu yang dianggap memiliki kekuatan. Demikian dijelaskan dalam acara itu.

Sebelumnya acara Khazanah juga membahas bahaya syirik, mulai dari syirik besar hingga syirik kecil.

Apakah Kontroversi?

Pada dasarnya masyarakat sangat membutuhkan acara-acara televisi yang mendidik seperti ini. Terlebih masalah akidah adalah sesuatu yang mesti diketahui oleh setiap Muslim agar tidak terjerumus kepada penyimpangan dan terjatuh ke dalam lumpur kesyirikan.

Meskipun respon positif banyak diungkapkan oleh para pemirsa, ada
saja beberapa gelintir orang yang tidak setuju dan bahkan menginginkan acara Khazanah segera dihentikan. Mereka menganggap ajaran kebenaran tersebut telah memecah belah umat.

Satu hal yang amat lucu adalah menganggap bahwa acara Khazanah telah disusupi oleh “Wahabi”, sehingga mereka yang kontra bersepakat untuk melaporkan ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) agar menindak tegas acara itu.

Di dunia maya, muncul beberapa grup facebook yang menolak acara tersebut dengan nama ‘Satu Juta Muslim Indonesia Tolak Khazanah di Trans7′ dan juga di forum-forum penghujat seperti ‘Forum Aswaja Memberantas Kebodohan Jemaat Sawah (Salafi/Wahabi)’.

Apakah kebenaran yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah dianggap sebagai kontroversi ataukah mereka menolak acara tersebut karena memang selama ini menjadi pelaku atau bahkan penyeru utama ritual-ritual kesyirikan yang telah dijelaskan kesalahannya oleh Khazanah di Trans7?

Mengapa setiap dakwah yang berisi pemurnian tauhid, memberantas kemusyrikan, menyeru Al-Haq, menjauhi dan menghancurkan yang batil, dengan dalil Qur’an dan Sunnah kerap dikaitkan atau dicap sebagai ‘Wahabi’?

Tampaknya, upaya musuh-musuh Islam untuk mengadu domba dan memecah belah umat agar menjadi lemah, dengan cara menghadirkan kebatilan dan para pendukungnya untuk menggilas Al-Haq (Yang Benar) bukanlah isapan jempol. Tetapi, Allah berfirman:

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan ajaran (ad-Din) yang benar (Haq) untuk dimenangkan-Nya terhadap semua ad-Din (sistem, way of life, minhajul hayah, jalan hidup). Dan cukuplah Allah sebagai saksi,” (QS al-Fath: 28).

Dan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam salah satu hadits shahihnya, bahwa mereka yang selamat hanyalah yang berpegang teguh pada Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul.

“Aku tinggalkan padamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (berpegang teguh) kepada keduanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku,” demikian sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. (gemaislam.com/arrahmah.com)

Jumat, 05 April 2013

Demba Ba Pemain Bola Chelsea Tolak Sebotol Anggur Setelah Menang atas MU

Demba Ba Pemain Bola Chelsea Tolak Sebotol Anggur Setelah Menang atas MU

heri – Rabu, 22 Jumadil Awwal 1434 H / 3 April 2013 06:57 WIB 

Pemain Bola dari Chelsea, Demba Ba, menolak menerima penghargaan sebagai pemain terbaik (Man in the match) , berupa sebotol anggur, karena hal tersebut yang ia yakini meminum anggur berakohol menyalahi hukum Islam yang melarang meminum minuman keras dan minuman memabukkan.

Demba menerima penghargaan tersebut setelah timnya menang dari Manchester United pada hari Senin lalu (1/4) di FA cup, dimana Demba mencetak gol satu-satunya ke gawang Manchester United.

Demba merayakan Gol nya dengan sujud Syukur, dan Demba memberikan hadiah penghargaan tersebut kepada koleganya Kiper chelsea “Petr Cech”, karena Demba Ba seorang muslim yang diharamkan meminum alkohol.(hr/IM)

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Pemain Bola dari Chelsea, Demba Ba, menolak menerima penghargaan sebagai pemain terbaik (Man in the match) , berupa sebotol anggur, karena hal tersebut yang ia yakini meminum anggur berakohol menyalahi hukum Islam yang melarang meminum minuman keras dan minuman memabukkan.

Demba menerima penghargaan tersebut setelah timnya menang dari Manchester United pada hari Senin lalu (1/4) di FA cup, dimana Demba mencetak gol satu-satunya ke gawang Manchester United.

Demba merayakan Gol nya dengan sujud Syukur, dan Demba memberikan hadiah penghargaan tersebut kepada koleganya Kiper chelsea “Petr Cech”, karena Demba Ba seorang muslim yang diharamkan meminum alkohol.

Selasa, 02 April 2013

Enyahkan Israel dari Peta Dunia!


REMAJA, tak melulu membicarakan hal-hal yang ringan. Remaja pun perlu tahu tentang perkembangan dunia Islam di luar sana. Karena remaja muslim adalah bagian dari Islam itu sendiri yang satu sama lain bersaudara. Jadi jangan alergi dulu kalau topik kita kali ini tentang penjajah bernama Israel yang pernah dikutuk Allah menjadi bangsa babi dan kera.

Babi dan kera adalah jenis hewan yang tak ada lucunya sedikitpun juga. Keduanya adalah jenis hewan yang licik dan berbahaya bagi manusia. Sifat dan sikap Israel tak jauh beda dengan definisi kedua binatang ini. Karena sifatnya itulah, maka pantang bagi umat Islam untuk berdamai dengan Israel dengan alasan apapun juga. Karena sudah jelas dan nyata bahwa mereka tak pernah bisa memenuhi perjanjian. Hanya satu kata untuk mereka, lawan dengan jihad fi sabilillah.

Tak ada bahasa manusia yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dengan Israel. Yang ada adalah bahasa perlawanan sebagaimana mereka membantai saudara-saudara kita di Palestina. Bahkan tak jarang wartawan dan pihak pemberi bantuan pun dibunuhi oleh kaum terlaknat ini. Baru-baru ini, 12 orang Indonesia yang terdiri dari wartawan, dokter, dan pembawa misi kemanusian dengan bantuan sekadarnya di kapal Marmara Mavi dibombardir oleh angkatan laut Israel. Padahal jelas-jelas kapal itu menunjukkan identitasnya sebagai pembawa bantuan berupa pangan, pakaian dan obat-obatan saja.

Kepedulian yang ada bukan karena ada 12 warga negara Indonesia di sana. Kepedulian yang ada adalah karena kita sesama umat Islam. Selain 12 warga negara Indonesia di kapal tersebut, masih banyak saudara-saudara sesama muslim yang juga mengalami nasib serupa. Bila misi perdamaian saja sedemikian entengnya Israel membombardir, alasan apalagi yang bisa digunakan untuk mengajak damai kaum Yahudi ini?

Tak ada, itu jawabnya. Israel tidak hanya harus dilawan dengan angkatan bersenjata yang sepadan. Tapi lebih dari itu, keberadaan Israel harus dihapuskan dari peta dunia karena toh tanah yang diakuinya itu adalah rampasan dari penduduk Palestina yang merana.

Apapun alasan pemerintah Israel untuk membenarkan tindakannya, sudah terbukti mereka paranoid dan tak punya itikad baik sedikitpun. Ada saja alasan yang dibuat-buat supaya mereka terlihat tidak bersalah. Padahal faktanya, mereka memang tak ingin ada wartawan yang menyuarakan kebenaran dari bumi para nabi tersebut. Mereka takut belang kebiadabannya terungkap ke dunia meskipun dunia sendiri sebenarnya sudah lebih dari tahu tentang kebiadaban mereka.

Pasalnya, mereka bersembunyi di balik negara yang sok menjadi polisi dunia bernama Amerika Serikat. Jadilah Israel semakin sewenang-wenang karena ada yang membela dan membenarkan semua tindakan jahatnya. Berkaitan dengan hal ini, semakin jelas bahwa Obama yang notabene Presiden AS, tak peduli dia berkulit hitam dan bernama tengah Husein adalah termasuk ke dalam golongan yang merestui pembantaian terhadap umat Islam. Jadi tak ada alasan lagi untuk menerima Obama, dan saatnya untuk menghapus Israel dari peta dunia.

How? Umat Islam yang terserak di seluruh dunia atas nama negara-negara yang berbeda harus bersatu dan mengerahkan angkatan bersenjatanya secara maksimal. Israel yang penduduknya tak lebih dari satu kota kecil di Indonesia pasti keok bila persatuan ini terwujud. Masalahnya adalah, maukah kaum muslimin bersatu demi membela darah dan harga diri saudara seiman?

Itulah yang harus mulai dipikirkan oleh pemerintah kita yang sampai saat ini cenderung bingung dan ambigu dalam bersikap. Wallahu a’lam.

Take Me Out: Biro Jodoh Kapitalis, Primitif dan Ajang Pamer Aurat

By: Ria Fariana
(voa-islam.com)Acara reality show di Indonesia diramaikan dengan biro perjodohan bernama Take Me Out Indonesia. Acara ini tentang 30 perempuan berusia 20-40 tahun single dan mencari pasangan bisa untuk suami, pacar, atau sekedar coba-coba. Di setiap episodenya, ada 7 pria single yang keluar satu demi satu untuk dipilih dan memilih para perempuan itu.
Suksesnya acara Take Me Out, memunculkan acara serupa dengan judul Take Him Out yang berisi kebalikannya. Take Him Out berisi 30 pria single dan 7 perempuan single di setiap episodenya. Belum lagi Take A Celebrity Out. Walah….hanya karena laris, muncullah acara-acara sejenis. Aji mumpung tuh kayaknya!

Take Me Out adalah sebuah program televisi yang lisensinya dipegang FremantleMedia. Saat ini Take Me Out telah ditayangkan di 3 negara Eropa (Spanyol, Netherland, Denmark), menyusul UK. Dari sini aja, udah kelihatan banget nuansa asal tiru yang penting laku. Rating tinggi, iklan berdatangan, dan itu artinya banyak rupiah berdatangan. Sedangkan bagi pesertanya, lumayanlah bisa nampang di layer kaca dan ditonton oleh orang se-Indonesia raya.
Orang Indonesia memang suka sekali meniru terutama dalam hal tayangan-tayangan TV. Kalo yang ditiru baik sih, nggak masalah. Tapi kalo yang ditiru adalah hal-hal yang negatif, maka ini yang bahaya. Biro jodoh di TV ini adalah salah satu acara yang diadopsi habis dari mereka yang berbudaya sangat jauh dari kita.
Bukan masalah timur dan barat tapi yang lebih urgent adalah budaya non Islam yang diadopsi habis-habisan oleh masyarakat kita yang mayoritas muslim. Lihat saja gaya berbusana para perempuan di acara itu. Atas bawah terbuka semua. Hanya di bulan Ramadhan dan awal Idul Fitri aja mereka kayaknya diharusnya berpakaian yang agak tertutup.
Ini dari segi gaya busana. Cara memilih pasangan, juga dilakukan secara primitif. Kok bisa? Kan mereka berada di panggung canggih dan modern penuh sentuhan teknologi, mungkin itu pikirmu. Modern enggaknya sesuatu, itu bukan ditentukan dari penampilan fisik semata. Itu cuma artificial alias palsu. Primitif atau modern itu bisa dilihat dari bagaimana acara ini merancang 30 kandidat dalam memilih satu calon di depan.
Fisik, itu yang utama pria memilih perempuan. Meskipun yang perempuan cerdas, tapi kalo gak cantik dan langsing jangan harap bakal terpilih. Jenis pekerjaan, itu pilihan utama perempuan dalam memilih si pria. Profesi direktur dan pemilik sebuah perusahaan, bisa dipastikan hampir semua perempuan menyalakan lampunya agar dipilih oleh si pria.
Iman dan takwa? Boro-boro, jauh dah! Belum lagi baju pembawa acara yang atas bawah serba terbuka. Bener-bener ajang pamer aurat.


Episode Take Me Out Ramadhan adalah yang paling bikin muak dari semua episode yang ada. Gimana enggak, kalo yang haq dan yang batil dicampur aduk jadi satu. Ibarat minum susu kecampur sama air comberan. Hueks…siapa sudi?
Di acara tersebut menghadirkan narasumber yang terkenal dengan Ustadz Cinta. Dia bertugas untuk memberi nasihat-nasihat cinta memakai dalil-dalil yang terkesan maksa. Mending bener, yang banyak malah argumen cap Jaka Sembung alias tuh dalil gak nyambung. Bagaimana mungkin seseorang yang disebut ustadz dan paham Islam bisa menjadi narasumber dalil bagi acara umbar aurat dan jelas-jelas hedonis itu? Uang memang bisa melupakan segalanya. Gak masalah ayat-ayat Allah dijual, yang penting doku tebal. Na’udzubillah.
Baju pun sudah mulai berubah bentuk. Para perempuan yang semula pada pamer sekwilda (maaf, sekitar wilayah dada) dan bupati (buka paha tinggi-tinggi) sudah mulai ditertibkan. Celana panjang atau rok menutup lutut, dengan baju atasan yang tidak boleh terlalu terbuka menghiasi Take Me Out Ramadhan dan Syawal. Tapi, biarpun para peserta udah mulai sopan gaya berbusananya, ternyata pembawa acara tetap cuek-cuek aja. Pundak, leher dan dada terbuka lebar tak masalah. Begitu juga dengan rok pendek di atas lutut tetap muncul di episode demi episode.


Bila berani mengatakan itu buruk, pasti ada yang baik. Bila mengatakan itu batil, pasti ada yang hak/benar. Bila mengatakan itu tidak sesuai dengan syariat Allah, pasti ada yang sesuai. Yupz…Islam gak cuma bisa menunjuk masalah tapi juga bisa menyodorkan solusi.
Dalam Islam, kewajiban menikahkan anak perempuan itu adalah menjadi tugas wali atau ayah gadis tersebut. Ayah inilah yang berusaha mencari laki-laki yang baik dan shalih sebagai suami putrinya. Bila karena satu dan lain hal, wali tidak bisa melakukan kewajibannya, maka tugas negara untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan hukum syara’.
Ayah yang baik, akan memilihkan calon suami untuk putrinya dengan memilih laki-laki yang shalih. Abu Nu’im mentakhrij dalam Al-Hilyah, 1/215, dari Tsabit al-Banaty, dia berkata sbb:
“Yazid bin Mu’awiyah menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’ untuk menikahi putrinya. Namun Abu Darda’ menolak lamarannya itu. Seseorang yang biasa bersama Yazid berkata, ‘Semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu. Apakah engkau berkenan jika aku yang menikahi putri Abu Darda’?” Yazid menjawab, “Celaka engkau. Itu adalah sesuatu yang amat mengherankan.” Temannya berkata, “Perkenankan aku untuk menikahinya, semoga Allah memberikan kemaslahatan kepadamu.” Terserahlah,” jawab Yazid. Ketika Abu Darda’ benar-benar menikahkan putrinya dengan temannya Yazid itu, maka tersiar komentar yang miring, bahwa Yazid menyampaikan lamaran kepada Abu Darda’, tapi lamarannya ditolak. Tapi ketika ada orang lain dari golongan orang-orang yang lemah, justru Abu Darda’ menerima dan menikahkannya. Lalu Abu Darda’ berkata,” Aku melihat seperti apa kurasakan di dalam hatiku. Jika ada dua pelamar, maka aku memeriksa rumah-rumah yang dilihatnya bisa menjadi tumpuan agamanya.”
Sobat muda, menjadi wanita itu mulia lho. Bahkan seorang ayah yang memiliki anak wanita yang dididik dengan Islam hingga menikahkannya dengan lelaki shalih, insya Allah jaminannya surga, lho. Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Tiada seorang muslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal dunia kecuali keduanya menjadi dinding baginya dari api neraka.” Seorang perempuan bertanya, “Apakah dua anak juga?” Rasul menjawab, “Atau dua anak perempuan” (HR Thabrani).
Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Barangsiapa diuji dengan anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari api neraka.” (HR Bukhari, Muslim)
Nah, karena saat ini kondisi umat Islam sedang berada di kemundurannya, maka sang ayah tak lagi tahu kewajibannya, apalagi negara. Dengan dikompori oleh ide feminisme, jadilah perempuan merasa bebas lepas untuk menentukan sikap termasuk dalam hal jodoh. Demi menarik lawan jenis, mereka tak segan umbar aurat. Demi mendapatkan suami tajir mereka rela merendahkan harga dirinya agar dipilih dan bisa mengalahkan saingannya.
Biro jodoh atau sebuah upaya jasa untuk mempertemukan dua anak manusia dengan tujuan pernikahan itu hal yang boleh-boleh aja dlam Islam. Yang jadi pertanyaan adalah sejauh mana pelaksanaan biro jodoh itu agar sesuai dengan syariat Islam dan bukan malah menjadi pengumbar maksiat.
Rasulullah SAW memberikan rambu-rambu dalam memilih pasangan: “Wanita itu dinikahi karena empat perkara; (1) karena hartanya, (2) karena kebaikan keturunan atau kedudukannya, (3) karena kecantikannya, dan (4) karena agamanya. Maka beruntunglah engkau yang memilih wanita yang beragama, karena dengan demikian itu engkau akan berbahagia” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda (yang artinya): “Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin kecantikannya itu akan menyebabkan dia sesat (membinasakannya); dan janganlah kamu menikahi wanita karena harta bendanya, mungkin hartanya itu menyebabkan ia sombong (sesat). Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, Demi Allah, perempuan budak yang hitam legam itu lebih utama apabila ia beragama (Islam)” (HR Ibnu Majah).
Berdasar rambu-rambu ini, sebuah biro jodoh yang bertanggung jawab tidak akan mengumbar identitas fisik para pesertanya dengan mudah. Visi dan misi menikah itu lebih diutamakan sebagaimana saran Rasulullah di atas.
Ketika laki-laki memilih perempuan, factor takwa adalah utama. Bukan fisik, wajah apalagi postur tubuh. Karena sesungguhnya, anugerah fisik itu adalah given alias sudah dari sononya. Manusia gak bisa memilih untuk punya hidung seindah Katie Holmes misalnya. Atau mata seindah Katherine Zeta Jones. Ya udah, apa yang ada disyukuri saja dengan memanfaatkannya di jalan Allah. Bukan untuk mengumbar maksiat.  
Ketika perempuan memilih laki-laki pun, bukan faKtor pekerjaan dan gaji yang utama. Tapi lebih ke kualitas diri yang bakal jadi calon qowwam atau pemimpin rumah tangga. Percuma juga bayaran jutaan tapi gak bisa baca Qur’an. Mobil mentereng tapi ternyata jarang shalat wajib. Aduh….biar cakep dan tajir, pria jenis ini mah buang ke laut aja.


Islam memang beda. Tujuan baik untuk mencarikan jodoh para pesertanya, tidak lantas membuat caranya selalu baik. Begitu juga dengan acara macam ini. Meskipun dibungkus dengan hadirnya ustadz cinta, tidak secara otomatis acara ini bisa dianggap sesuai dengan aturan Islam. Apalagi dengan romantic room yaitu sebuah tempat untuk berdua-duaan dalam rangka mengetahui lebih dalam tentang kepribadian pasangan masing-masing. Nah, berlipat-lipat deh maksiat yang ada.
Padahal jelas-jelas Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):”Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah tidak melakukan khalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai dengan mahram-nya, karena sesungguhnya yang ketiganya adalah setan.” (HR Ahmad)
Di saat ustadz cinta berbusa-busa memutarbalikkan ayat demi terlegalisasinya acara tersebut, apakah berani ia menyebut hadits ini? Apakah ia berani menyebut surat Al-Isra’ ayat 32? Oh ya, redaksional ayat tersebut terjemahannya sbb:
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”
So, jangan sampe tujuan baik tapi caranya salah. Nggak sekadar niat yang benar, tapi caranya juga harus benar sesuai tuntunan syariat Islam. Ok?


Sekarang saatnya bagi kamu kaum perempuan dan laki-laki yang dieskploitasi kejombloan mereka untuk sadar. Apa pun dalihnya, uang adalah tuhan para penyelenggara acara itu, tak peduli harus dengan memanfaatkan perasaan orang lain. Dalam hal jodoh, perasaan jelas terlibat. Dan itu adalah komoditas yang akan memancing pemasang iklan untuk berdatangan. Uang adalah hasil akhirnya. Sangat khas kapitalisme.
Jodoh itu masalah serius, bukan main-main. Apa bisa seorang jodoh yang baik dunia akhirat didapat dari penilaian fisik selama 10 menit? Pasti factor nafsu yang banyak berperan di sana. Tata karma menundukkan pandangan pada memandang sesuatu yang haram gak berlaku sama sekali. Boro-boro bisa menundukkan pandangan, baju aja pada sengaja dibuka-buka begitu.
Seorang muslim selalu melibatkan peran serta Allah dalam setiap langkah kehidupannya, termasuk dalam hal jodoh. Shalat istikharah mustahil bin mustajab diingat dalam momen seperti ini yang penuh dengan suasana hedonis dan pamer body serta materi. Jadi bagi kamu yang mungkin terbersit keinginan untuk ikut ajang ini, pikir-pikir lagi deh. Banyak maksiat dan kemudharatan terjadi di sana. Masa iya setelah penjelasan panjang lebar ini, hati dan pikirmu tidak terketuk untuk berubah? Berubah jadi yang lebih baik, paling tidak bukan malah ikut melestarikan ajang seperti ini.
Gaungkan opini seperti ini di lingkunganmu, agar orang-orang juga ikutan sadar dan tak terlalu kesengsem sama acara sejenis. Nonton sih boleh-boleh aja tapi gak perlu sampai maniak dan ketagihan. Karena ada loh ternyata orang-orang yang gak bisa tidur kalo belum nonton Take Me Out. Walah..segitunya.
Saatnya kita buka kebobrokan kapitalisme yang sangat tidak memanusiakan manusia termasuk menjadikan komoditi ajang perjodohan yang seharusnya sacral. Sudah terlalu lama dunia ini terpuruk akibat kapitalisme ini. Jadi sekarang saatnya Islam dilirik sebagai solusi tak terkecuali dalam memilih jodoh dan ajang perjodohannya. Manusia itu punya harga diri, perasaan dan keimanan. Bukan sekedar onggokan daging yang dinilai dari tampilan luar fisik yang sifatnya sangat fana. Jadi, ayo bergerak dan berdakwah! Tetap semangat ya^_^