Selasa, 29 Januari 2013

‘Kami Akan Mati dengan Gagah Berani’


 Mati dengan Gagah

Di atas puing-puing reruntuhan rumah dan bangunan di kotanya yang bernama Arba’in, pemuda cilik Suriah ini mengangkat tinggi-tinggi sebuah poster kecil yang menyatakan tekad warga Suriah yang menginginkan kemerdekaan dari kezaliman rezim Basyar al-Assad meski sudah puluhan ribu saudara mereka dibunuh, disiksa dan hilang sampai kini.

Poster itu bertuliskan, “Orang Suriah telah mengalami semua jenis kematian. Ditembak, dibom, digantung, dibakar, disembelih…

Yang belum dan tidak akan pernah kami alami adalah mati karena ketakutan.”

name="more">
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ribuan orang warga Suriah menemui syahid karena disiksa dengan berbagai siksaan, termasuk disalib, dimutilasi dan diperkosa, sementara puluhan ribu lainnya syahid karena dibom dan diroket serta ditembak.

Selama 22 bulan revolusi ini sudah sekitar 70 ribu warga Suriah yang syahid di tangan rezim Basyar al-Assad. Puluhan ribu orang lainnya lenyap. Ratusan ribu terlunta-lunta di berbagai tempat pengungsian. Tapi, sebagaimana dilambangkan oleh anak kecil yang sedang terluka ini, mereka tidak menyerah.

“Sesungguhnya Kami Setiap Hari Bertambah Kuat.” Demikian salah satu seruan para warga Suriah. (Sahabat Suriah)
 (zilzaal.blogspot.com)

Calon Presiden RI yang Doyan Sumpah Pocong

Pemilihan umum (pemilu) Presiden Republik Indonesia tinggal satu tahun lagi, yakni pada 2014. Banyak nama yang muncul, baik mencalonkan diri atau dicalonkan partai yang mengusungnya.

Salah satunya adalah Farhat Abbas yang beberapa waktu terakhir selalu muncul dalam berita kontroversi, seperti menjadi pengacara terpidana mati bandar narkoba Franola alias Ola yang mendapat grasi dari Presiden, serta kicauan "pedas" Farhat beberapa hari terakhir di jejaring Twitter yang mendapat banyak hujatan.

Pengacara dan pengusaha ini bahkan mengaku siap melakukan sumpah pocong segala untuk tidak korupsi.
Baginya, sumpah pocong bukan tindakan musrik seperti yang dipahami dalam agama Islam.

"Aku bukan Jawa, Sunda, atau Sumatra, tapi aku orang Indonesia. Saya semangat maju di Pilpres 2014 karena ada kesempatan yang terbuka untuk semua masyarakat Indonesia," ujar Farhat seperti dikutip Liputan6, Rabu 23/01.

Sumpah Pocong
Jika terpilih, Farhat sesumbar tidak akan korupsi. "Saya akan sumpah pocong untuk bersumpah untuk tidak korupsi. Mungkin cara saya ini dianggap terlalu miring atau musrik. Tapi bagi saya tidak. Ini penting agar tidak berani berbohong dan korupsi. Efeknya, nanti mereka para pejabat berpikir kalau mau korupsi," tutur Farhat.

"Nanti polisi, hakim, semua juga akan disumpah pocong, biar mereka tdk korupsi. Tapi polisi dan KPK tetap bekerja dengan undang-undang. Orang Indonesia butuh kejujuran, saya terima saja kalau diledek. Karena visi saya untuk kebenaran, kesejahteraan dan keadilan," kata pengacara yang punya akun Twitter @farhatabbaslaw ini.(muslimdaily)

Mereka Mencintai Rasulullah SAW

 Setiap tokoh terkemuka di dunia memiliki orang-orang terdekat yang mendukung dan mencintai mereka. Namun demikian sejarah mencatat tidak ada orang-orang yang begitu dekat dalam persahabatan dan kecintaan melebihi persahabatan dan kecintaan para sahabat kepada Rasulullah saw.

Demikian tinggi rasa cinta dan persahabatan para sahabat Muhajirin dan Anshar terhadap Nabi saw., sampai-sampai mereka lebih mementingkan pribadi Rasulullah saw. dan keluarganya ketimbang diri mereka dan keluarga mereka. Pernah Abu Bakar ash-Shiddiq ra. mendapatkan pemukulan yang menyebabkan beliau jatuh pingsan setelah membacakan kalamullah di depan Kabah. Kerabatnya lalu bersegera menyelamatkan beliau. Akan tetapi kalimat pertama yang keluar dari lisannya saat tersadar adalah, “Dimana Rasulullah?” Keluarganya merasa gusar dan meninggalkan dirinya.


Rasa cinta para sahabat kepada Rasulullah saw. jauh melebihi kecintaan mereka terhadap anak-anak mereka sendiri. Pada saat Rasulullah saw. marah karena merasa
disusahkan oleh perilaku istri-istri Beliau, datanglah Abu Bakar dan Umar bin Khaththab ra. memarahi putri-putri mereka yang menjadi istri Rasulullah saw. Sedikit pun tidak ada pembelaan terhadap putri-putri mereka.

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa suatu ketika ayahnya, Abu Bakar ra. pernah berkata, “Demi Allah, sungguh aku lebih cinta kepada kerabat Rasulullah saw. daripada kerabatku sendiri,”(HR. Al-Bukhari).

Sebagian sahabat yang di masa jahiliyyah pernah memusuhi Rasulullah saw. dengan sengit, setelah beriman maka berubah menjadi orang-orang yang mencintai Beliau dengan amat dalam. Dari Abu Hurayrah ra. bahwa Tsumamah bin Tsa’labah berkata;

“Ya Muhammad, demi Allah, dulu tidak ada di muka bumi ini satu wajah pun yang paling aku benci melebihi wajahmu. Tapi akhirnya wajahmu menjadi wajah yang paling aku cintai. Demi Allah, dulu tidak ada satu agama pun yang paling aku benci daripada agamamu, tapi sekarang agamamu menjadi agama yang paling aku cintai. Demi Allah, dulu tidak ada suatu negeri yang paling aku benci daripada negerimu, tapi sekarang negerimu menjadi negeri yang paling aku cintai.”(HR. Muttafaq alayhi).

Kecintaan mereka kepada Nabi saw. ditampakkan dengan ketaatan penuh terhadap setiap perintah dan larangan Allah dan Nabi saw. Tidak ada yang mereka taati demikian besar selain dari keduanya. Bagaimana dengan kita?

sumber: zilzaal.blogspot.com

Senin, 28 Januari 2013

Bani Israil, Bangsa Nomaden yang Hidup dari Konspirasi ke Konspirasi

Bani Israil, Bangsa Nomaden yang Hidup dari Konspirasi ke KonspirasiBani Israil merupakan kaum pembunuh para nabi, bahkan dalam suatu kisah, kaum Yahudi ini dikatakan telah membunuh 300 nabi Allah yang berasal dari kaumnya sendiri. Mereka bunuh Nabi Zakaria as  dengan dibelah dari atas kepala dan seluruh badannya hingga menjadi dua. Mereka juga memenggal kepala Nabi Yahya as, serta mencoba membunuh Nabi Isa as.

Bani Israil juga berniat mencelakai Nabi Musa as. Mereka berupaya membunuh Nabi Yusuf as. yang diceburkan ke dalam sumur. Seterusnya mereka juga melakukan percobaan pembunuhan terhadap Rasulullah Saw. Tidak salah jika dikatakan bahwa kaum Yahudi adalah kaum pembunuh para nabi.
Tabiat Yahudi yang selalu cenderung memusuhi jalan ketauhidan, memerangi para Nabi Allah, menjadikan kaum ini sahabat bagi iblis. Sejak membangkang perintah Allah SWT agar semua mahluk bersujud kepada Adam as, iblis kemudian menggoda Hawa agar membujuk Adam supaya mau memakan buah khuldi yang dilarang Allah SWT. Iblis diberi hukuman agar meningalkan surga dan berkelana di bumi hingga hari akhir.

Iblis pun meminta izin agar selama hayat manusia, iblis diperbolehkan untuk menyesatkan umat manusia keturunan Adam dari jalan ketauhidan hingga akhir zaman. Iblis memperoleh izin untuk itu. Sejak itulah, terjadi pertentangan di bumi ini antara pasukan Allah (al-haq) melawan pasukannya iblis (al-bathil).

Bani Israil yang selalu saja memusuhi para Nabi Allah tentunya masuk ke dalam barisan pasukan iblis. Kaum ini sejak awal telah mendurhakai Musa as dan lebih memilih Samiri —tukang sihir Kabalis—sebagai pemimpinnya. Kecenderungan Bani Israil kepada ilmu sihir dan segala hal yang bernuansa kegelapan yang sesungguhnya berasal dari ajaran iblis yang diwarisi kelompok-kelompok purba penyembah api dan ular (Brotherhood of the Snake), menjadikan Bani Israil sebagai bagian dari kelompok tersebut.

Taurat Musa mereka rusak dan mereka buang. Mereka kemudian menggantinya dengan kitab Talmud, sebuah kitab hitam yang banyak melecehkan para Nabi dan Allah SWT. Mereka meyakini Talmud lebih suci dan lebih utama ketimbang Taurat Musa.

Ideologi Talmud inilah yang di kemudian hari melahirkan gerakan Zionisme. Anda bisa melihat faktanya saat berlangsung perang antara Zionis-Israel melawan Hizbullah 2006 lalu. Beredar foto-foto di berbagai media dunia yang memperlihatkan betapa para tentara Zionis selalu mendaras Talmud saat melakukan serangan atau pemboman musuh-musuhnya.

Setiap melakukan perang, kaum Yahudi Talmudian ini selalu saja membawa Talmud dan meyakini dengan sepenuh hati bahwa peperangan yang tengah mereka lakukan adalah peperangan suci yang meninggikan ajaran Lucifer, Sang Iblis. Sosok yang oleh kaum Yahudi Talmudian dianggap sebagai “Cahaya di atas Cahaya” dan untuk menghancurkan musuh-musuh iblis itu
sendiri.

Kejahatan Terorganisir

Kaum Yahudi Talmudian merupakan kaum yang berada di dalam barisan iblis, di dalam kebathilan. Ini sudah jelas dan tak terbantahkan. Hanya saja, kaum Yahudi memiliki sejumlah kelebihan dibanding kaum lainnya. Banyak kalangan menganggap kaum Yahudi adalah ras manusia super yang diberi kelebihan genetis berupa otak yang lebih encer ketimbang manusia lainnya.

Hal ini sesungguhnya tidak berdasar sama sekali. Yang terjadi sesungguhnya bukanlah keistimewaan genetis, namun keistimewaan berpikir kritis dan tradisi yang mereka pelihara sepanjang sejarah. Mereka adalah bangsa yang memang ditakdirkan untuk mengembara dari satu daerah ke daerah lainnya.

Ibrani, sebutan lain bagi kaum Yahudi, berasal dari bahasa Arab yang memiliki arti "selalu berpindah tempat” atau secara harfiah berarti “kaum yang menyeberang." Ini dikemukakan Dr Wilson yang menyatakan bahwa istilah ‘Ibrani’ lebih tepat dinisbatkan kepada asal-muasal bangsa Yahudi itu sendiri.

Bangsa Israel pada dasarnya adalah bangsa nomaden yang hidup di padang pasir dan tidak menetap di suatu tempat. Mereka selalu berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan membawa serta ternak, onta, dan binatang-binatang peliharaannya, guna mencari tempat yang cukup banyak air dan rumput.

Sebab itu, istilah ibri sesungguhnya lebih tepat berasal dari bahasa Arab yang berbunyi ‘a-ba-ra’ yang memiliki pengertian melakukan perjalanan dengan menyeberang lembah atau sungai"  demikian Dr. Wilson (Tarikh al-Lughat al-Samiyah). “Kalimat ibri itu sendiri sama artinya dengan istilah ‘badawi’ (badui) dalam bahasa Arab,” terangnya.

Sejarawan Charles Kent dalam History of The Hebrew People mengatakan jika kondisi internal bangsa Ibrani tersebut menyebabkan mereka secara turun-temurun merasakan adanya rasa keterasingan lalu menjadikan mereka sebagai bangsa yang tertutup, dan selalu mencurigai orang-orang di luar mereka sepanjang sejarah, serta menjadikan bangsa-bangsa lain di sekitarnya sebagai musuh.

Ini menyebabkan mereka  tidak mengikatkan loyalitasnya kepada tanah atau negeri yang menyatukan mereka dengan bangsa-bangsa lain. Loyalitas mereka hanya ditujukan kepada kelompoknya saja, maka jadilah kelompok tersebut, tanah air dan agama mereka yang selalu disucikan. Sebab itulah, mereka sangat kuat memegang sejarah kaumnya dan selalu belajar dari sejarahnya.

Hal ini tidak dimiliki oleh kaum lainnya, termasuk umat Islam yang secara ironis, sekarang ini mengalami kekalahan peradaban di pentas dunia. Dengan sangat rapi, terorganisir, dan ulet, kaum Yahudi menguasai simpul-simpul kekuatan duniawi hingga sekarang. Ini dilakukan mereka dari generasi ke generasi sepanjang abad dan millennium.

Dari konspirasi ke konspirasi lainnya, dari peperangan ke peperangan lainnya. Inilah kelebihan mereka, yang berpegang pada ajaran Iblis namun bisa mengorganisasikan diri dengan sangat baik sehingga dewasa ini mereka bisa mencengkeram dunia dengan kuku-kukunya yang menjangkau semua negeri. Bagaimana dengan kita? Wallahu a’lam bisshawab.

Sakitnya Hidup Dalam Kebohongan

Bohong !! bila anda mendengar kata itu pasti yang terbesik dihati dan pikiran anda adalah rasa marah, jengkel atau rasa geram yang tak terkira, karena anda merasa ditipu.Dan pastinya rasa percaya yang ada selama ini secara otomatis akan hilang baik secara perlahan maupun cepat. Bahkan tidak hanya itu seandainya bisa, anda pasti berharap menghapus semua tentangnya dari hidup anda, seolah anda menganggap tidak pernah mengenal orang yang telah membohongi anda.
Namun pernahkah anda membayangkan dan merasakan sakitnya menjadi seorang pembohong.Jika kita lihat dan mengkaji lebih dalam,jauh ke relung hati yang paling dalam. Coba anda pikirkan apa yang dirasakan oleh hati, mereka(pembohong) hatinya juga bersedih ,dikarenakan hati kecilnya(pembohong) juga menangis

Hidupnya(pembohong) selalu dibayangi oleh ketakutan yang selalu menghantui setiap ia membuka mata. Tahukah anda??” meraka(pembohong) selalu bersedih,dikare nakan dari pagi awal dia membuka mata, ia selalu dihantui pertanyaan dari hati kecilnya.Kebohongan apa
yang akan kau perbuat seharian ini?.

Bukan itu saja rasa ketakutan akibat pebuatannya di waktu sebelumnya, Selalu menghantui, hatinya pun merasakan takut yang teramat luar biasa.sampai kapan mampu menyimpan itu semua.Setiap bertemu esok hari,kepalanya tunduk dan dia selalu ketakutan mungkin kah mereka tahu. Dan saat berkomunikasi ia(pembohong) selalu berusaha menciptakan sesuatu yang tidak ada menjadi seolah nyata.Bahkan sering kata-kata yang terucap
dari mulutnya membuat kagum yang mendengar bahkan juga sebaliknya membuat orang tak percaya dan penasaran.

Hidupnya selalu terikat dan tidak merasa bebas, karena selalu berusaha menyembunyikan sesuatu serapi mungkin agar tidak diketahui orang lain.Hidup demikian tentu sangat menyakitkan.Ia harus mengerahkan seluruh kemampuan otaknya agar kata-kata yang terucap olehnya kemarin menjadi suatu kesatuan yang utuh tanpa cacat sedikitpun.

Sekarang mari kita berpikir dan merenungkan. Apakah anda mau menjalani hidup demikian??? selalu berusaha menutup-nutupi sesuatu. Betapa indahnya hidup bila tidak ada yang ditutup-tutupi, biarkan semua seperti seharusnya. Karena hidup di dunia ini hanya sekali, mari kita pergunakan untuk melakukan hal-hal yang positif. Jalani hidup ini seperti seharusnya, tidak perlu menambahi dengan yang negatif, terlebih mengurangi sesuatu yang seharusnya tak dikurangi.

Marilah kita senantiasa jujur dalam segala hal.

sumber: zilzaal.blogspot.com

Kamis, 24 Januari 2013

"PACARMU ITU BELUM TENTU JADI JODOHMU"

Seorang PACAR itu kebanyakan hanya hadir sebagai penghias hidup seseorang.
Dia hanya singgah sebentar yang terkadang menyisakan kepahitan dan penyesalan yang berkepanjangan.

Sedangkan JODOH adalah teman hidup yang telah digariskan Allah untuk menjadi pasangan pendamping hidup kita sepanjang hayat hingga kematian yang memisahkan.
Seseorang yang engkau anggap pacarmu belum tentu menjadi jodohmu!
Jadi jangan terlalu berharap banyak padanya hingga engkau rela menyerahkan segalanya demi apa yang engkau sebut cinta.



Ribuan korban selalu berjatuhan. Dan terus berjatuhan setiap harinya.
Tapi anehnya, terlalu sedikit dari kita yang bisa mengambil hikmah dari kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita.

Tanya kenapa?

Karena lemahnya iman! Itulah jawaban yang paling pantas!
Keimanan yang seharusnya menjadi tameng malah ditukar dengan nafsu yang selalu menggerogoti pikiran kita.
Masihkah kita mengagungkan hubungan yang nyata-nyata dilarang Agama?

Ingatlah..
Hanya pasangan halalmu yang paling berhak untuk memilikimu. Lahir batin. Luar dalam. Bukan pacarmu yang setiap waktu bisa saja pergi meninggalkanmu.

Renungkanlah sebelum terlambat dan berakhir dengan sebuah penyesalan.

sumber: zilzaal.blogspot.com

Rabu, 23 Januari 2013

Aku Seorang Muslim, TULEN!


Aku adalah Seorang Muslim Tulen
Yang kudu jalanin islam dengan paten
Dan aku merasa ini adalah sangat keren
Gimana nggak, dari Islam aku belajar untuk nggak plin-plan
Dan kudu bisa teguh dengan sebuah pegangan
Dan akidah bukanlah cuman sebagai gaya- gayaan
Dan akidah bukanlah cuma sebagai label pajangan
Islam ngedidik aku menjadi pribadi yang sip
Walaupun masih muda tapi kudu punya prinsip
Islam itu agama yang suci
Nggak boleh di nodai dengan selera yang nggak jelas dengan alasan improfisasi
Walaupun mereka mengejek aku dengan sebutan aliran keras
Andai aja mereka tahu, ini bukan keras tapi tegas
Mereka yang harusnya tanya sama diri sendiri
Tentang prinsip mereka yang dengan gampangnya bisa wara- wiri
Teman!...
Akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar
Dan akidah adalah bukan masalah tawar-menawar
Yang kalo nggak suka, bisa dilepas dan.. ah cuma sekedar hal yang datar
Wahai temanku para muda,
Yang masih penuh dengan semangat didada
Apa yang sebenarnya kamu cari?
Sampai kamu menjadi tidak percaya diri
Dan akhirnya menjadi plagiat sejati
Padahal islam mengajarkan kita untuk selalu teguh hati
Memegang akidah yang benar- benar murni
Tak tercampuri kepentingan duniawi
Lalu mengapa kau relakan dirimu mengikuti tradisi orang- orang kafir?
Kamu nggak ngerti atau memang nggak mikir?
Kalo yang begitu Adalah sangat dilarang dalam islam
Kalo yang begitu adalah bisa membuat imanmu semakin kelam
kalo yang begitu adalah sesat dan menyesatkan
Kalo yang begitu adalah hal yang sungguh mengerikan
Maka jangan ganggu mereka
Jika mereka tidak dahulu mengganggu kita
Tapi juga jangan pernah ikuti mereka
Kita adalah muslim tulen
Yang seharusnya bersikap so gentlemen
Yang juga HARUS punya prinsip tegas
Nggak sekedar ikut arus yang nggak jelas!
Jangan risau dengan rejeki
Jangan risau dengan caci maki
Allah maha pembela, bagi hambanya yang bertahan
Bertahan dalam kemurnian islam dan iman
bertahan dalam akidah suci
Walau dengan itu, duniamu terasa terkunci
Allah Akan bangga kepadamu
Atas imanmu yang begitu terjaga
Dan akidahmu yang sangat berharga
Jadi Ingatlah, wahai temanku para muda...
Jangan pernah tukar Allah dengan dunia
Jangan pernah tukar Allah demi yang sedikit
Yang akhirnya hanya pasti akan buat kamu sakit
Hanya Allah yang kau punya, bahkan saat kau tidak mempunyai apa- apa lagi
Dan dijamin kau pasti tidak akan rugi
Pilihanmu adalah yang paling terbaik dan paling terpuji

 (voa-islam.com)

When I Fall In Love....


Cinta oh cinta...
Virus merah jambu yang satu ini bisa nangkring di hati siapa aja tanpa pandang bulu, datang nggak dijemput, pulang nggak dianter. Keeksisannya juga bakalan nguras abies pikiran, tenaga, emosi, materi, dll, dsb.  Tapi efeknya juga, bakal melebihi sihir yang paling dahsyat sekalipun. Yups, bisa menjadikan pemiliknya lebih aneh dari yang te
raneh.  Itulah... cinta
Sebagai deteksi awal kalau kamu udah terjangkiti virus ini adalah dengan logika kamu yang raib tiba- tiba alias jalan- jalan dan nggak balik- balik lagi. Apapun yang kamu hadapi dan kamu rasakan seakan jadi indah semua, dan yang ada cuman rasa bahagia.  Nggak  jarang  “nasib tragis” juga ikut ikutan nimbrung bagi yang patah hati gara- gara cinta ini. Ada yang suka nangis- nangis sendiri, atau malah nyanyi nggak jelas sambil ktawa- ktiwi, heee. Ituh baru berat kotornya boz, belum termasuk suka ngelamun, ngebayangin lagi dan lagi tentang yang dicintai , ngebayangin waktu mereka berdua dulu pertama kali kenalan, pertama ketemu, waktu pertama ngobrol, plus momen- momen spesial lainnya.

Masih ingat tentang cerita Mugits N’ Barirah, sampai- sampai Rasulullah yang kala itu bersama Abbas bin Abdul Muthalib pun bersabda dalam Shahih Bukhari, “Wahai Abbas, tidakkah kamu takjub akan kecintaan Mughits terhadap Barirah dan kebencian Barirah terhadap Mughits?” . “Betul,” jawab Abbas, “Demi Zat Yang Mengutusmu, sungguh urusan mereka sangat aneh.”

Virus cinta emang dahsyat banget. Cinta juga bisa ngebuat orang jadi nggak bisa dinasehatin, soalnya apapun yang kaitannya sama orang yang dicintainya, wuuuihh rasanya indah banget. Walopun may be orang yang sadar menganggap hal itu lebay atopun cupu banget, tapi dasar  orang udah in love, apapun juga bakal di lakuin terus. Matanya itu lho, indah banget. . . Wajahnya juga sweet banget n gak ngebosenin untuk di lihat...senyumnya bikin darah naik turun... coolnya bikin Penasaran abies... bla..bla..bla...
Walo kesannya jadi rada ajaib ya. Tapi ya gitu deh namanya orang jatuh cinta, data base di otak serasa nggak jalan lagi. Trus logikanya juga apa kabar buuu’???. Apalagi kalo jatuh cinta itu judulnya “cinta pertama”. Hmmm, pasti bakal susah banget di lupainnya. Tapi nich kalo nggak berbalas, widiwww serasa tsunami siaga 1. Yang paling kelas ringan sih, cuman bilang lo.. gue..End!! abies itu nangis sampe guling-guling, atau yang kelas berat yang nekat ngakhirin hidupnya, gara- gara patah hati. Ck.. Ck.. Ck.. sadiz abiees.

Yups, begitulah gambaran sekilas tentang orang yang fall in lope.
Nah itulah salah satu bukti juga, kalau kita ternyata nggak bisa hidup sendiri. Allah Azza wa Jalla bahkan berfirman dalam Alquran kalau kita diciptakan berpasang- pasangan. Jadi ya normal kalau kamu yang mulai tumbuh dewasa, dan ngerasa nggak bisa hidup sendiri, walaupun kamu punya keluarga. Thats very much normal, beib.

Dan cinta itu adalah anugrah, maka dari itu, cinta  harusnya kudu bisa buat kita semua bahagia. Tapi kalau sampai itu ternyata malah menyiksa,  may be kamu kudu ngulik lagi deh. Kriterianya cuman tersisa yaitu, “cinta” kamu itu adalah cobaan atau bisa jadi malah pengekspresian nafsu kamu yang meledak- ledak. Nah, “cinta” kamu termasuk kriteria yang mana, kamu dan hatimu sendiri yang tahu.

Banyak orang ngaku kalau mereka punya cinta yang paling suci buat yang di cintainya. Tapi sayang banget, kenyataan yang terjadi malah jauh dari dugaan. Ngebayanginnya aja miris.  Pernah nggak ngehitung berapa banyak temen- temen kamu yang udah pada kebabalasan gara- gara pacaran. Apakah mereka punya rencana di awal, untuk ngalamain keadaan mereka yang sekarang? Jawabannya pastilah nggak. Tapi menyedihkan banget ya keadaan mereka sekarang itu. Terbukti banget bahwa si setan nggak pernah bakal rela ngeliat kamu baik. Dengan cara apapun nggak bakal tuh makhluk terkutuk diem aja membiarkan kamu lepas dari maksiat, sampai akhirnya kamu desperate dan atau minimal hancur masa depan kamu lah.
Trus enaknya gimana nich kalo kita lagi in lope? Santey aja kya dipantey, soal jodoh nggak bakal kemana- mana friend, jangan kawatir. Allah sendiri sudah berfirman kalo laki- laki yang baik untuk perempuan yang baik. Itu janji Allah bos, en pasti nggak bakalan di ingkari deh. Mangkanya kalau kamu pengen seseorang yang baik buat pasangan kamu, kenapa kamu nggak buru- buru memperbaiki diri, sehingga kamu pas dan pantas menurut Allah buat dipasangin dengan dia.

Trus kalau kamu bilang, pacaran tuh di butuhkan kali’, buat saling mengenal. Wah...berdasarkan fakta yang udah kejadian di luaran nich, pacaran malah bisa nyiptain seribu satu kamuflase biar orang yang mencintai bisa  tampil perfect di depan dicintai, paling nggak buat kesan pertama lah. Ya iyalah, pasti semuanya juga begitu, kalau nggak nggak bakalan diterima.  Tapi sayang sekali, selanjutnya musibah seumur hidup seperti hilangnya virginitas, sampe MBA pun bener- bener kejadian.
Ternyata, ibarat rumah yang kudu ada pagarnya biar aman, orang hidup juga butuh aturan ternyata, friend. Dan aturan kita sebagai muslim udah di kupas tuntas di Alquran. Ada yang namanya proses taaruf, sebelum kita merit bro. Disana kita bisa saling ngenal, tapi tetap dalam aturan Allah.
So, jaga cinta kamu yang baik itu, yang kamu punya satu- satunya itu, agar tetep indah dan bukan justru malah jadi bom waktu yang bakal ngerusak kamu sendiri. Be Smart, With UR love, Ok guys!
(voa-islam.com)

Mengungkap Budaya Mesum dalam Perayaan Hari Valentine


Empat belas Februari adalah hari yang ditunggu-tunggu bagi kebanyakan pemuda-pemudi dalam setiap tahunnya, mereka menamakan hari ini sebagai hari Kasih Sayang. Ya, Valentine’s Day. Mereka menganggap hari ini adalah ‘Hari Raya’ orang-orang yang sedang di mabuk cinta, pada hari ini mereka mengekspresikan cinta mereka terhada
p orang-orang yang mereka cintai dengan bahasa cinta mereka masing-masing. Padahal hari ini tidak lebih dari hari mesum semata, bagi mereka yang dikuasasi oleh Syahwat nafsunya.
Rupanya hari ini tidak hanya berlaku bagi kalangan remaja atau pemuda, tetapi berlaku pula bagi orang-orang yang telah merajut tali pernikahan. Mereka beralasan bahwa dengan memperingati hari ini, pernikahan mereka semakin melanggeng. Bahkan mereka yang baru duduk di bangku SMP sudah mengenal dan merayakan budaya satanis ini.
Beragam cara para Valentinis untuk merayakan VD, mulai dari mengatakan kata-kata cinta, memberikan kartu Valentine, memberikan bunga, sampai pada mengajak lawan jenisnya untuk melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada perzinaan. Na’udzubillah. Seolah-olah mereka menganggap telah ‘halal’ perbuatan tersebut pada hari ini. Toko-toko swalayan, toko-toko karangan bunga dan club-club malam pun turut memperingati hari ini. Bagaimana tidak, telah disaksikan (penulis) dari salah satu picture yang diupload  di media Facebook, sebuah bingkisan coklat yang dibungkus dengan rapih dan cantik namun bersamaan dengan coklat tersebut disisipkan alat kontrasepsi. Hanya orang-orang yang takut kepada Allah Ta’ala saja yang memahami bahwa hari ini bukanlah hari kasih sayang tetapi hari mesum yang memasal.
Seolah nampak begitu indah, di mana-mana terdapat nuansa cinta, di toko-toko, perkantoran, dan gereja-gereja, bahkan televisi dan radio juga memberikan suguhan kepada penonton dan pendengarnya dengan acara-acara tentang cinta. Tapi ini tak ubahnya kesenangan yang menipu dan kesengsaraan pada hari akhirat.
Telah jelaslah bahwa VD adalah hari kasih sayang yang menipu dan menyengsarakan, sungguh miris ketika di negara yang berpenduduk mayoritas muslim ini dari sekian banyak para pemuja Valentine adalah remaja yang mengaku dirinya muslim. Na’udzubillah. Untuk mereka para remaja muslim yang sedang kehilangan jati diri (jati diri seorang muslim), ketahuilah bahwa kalian sedang tenggelam dalam budaya jahiliyah, budaya yang di produksi oleh para penyembah Salib yang berakulturasi dengan budaya Animisme Romawi!. Sudah selayaknya kalian mengetahui bagaimana asal muasal VD ini.

Sejarah Valentine’s Day
Merayakan Hari Valentine sama halnya dengan mengikuti tradisi Romawi dan Kristen. Orang-orang Kristen mengikuti orang-orang Romawi dalam merayakan Hari Valentine, yang sesungguhnya bukan bagian dari agama mereka. Ironi sekali ketika mereka yang merayakannya namun sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang apa yang dengannya mereka bersenang-senang.

St. Valentine
Pada tanggal 14 Februari 270 M, seorang pendeta kristiani yakni Santo Valentine dipancung oleh penguasa Romawi pada waktu itu, Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cobaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'. Mengenai latar belakang pembunuhan Pendeta ini akan kami jelaskan kemudian.
Sebagaimana yang diungkap dalam The Encyclopedia Britania, Vol. 12, Baru pada 496 M upacara atau ritual tersebut oleh Gelasius I dimasukan kedalam agama Nasrani, sehingga sejak saat itu kaum Nasrani memiliki Hari Raya baru yang bernama Valentine’s Day. 
Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai berangsur-angsur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Lupercalia” yang jatuh pada tanggal 14 Februari.
Dalam budaya Romawi, pertengahan bulan atau tanggal 15 adalah hari bagi para ahli nujum (peramal) melakukan ritual sihirnya. Sedangkan pada bulan Februari pertengahan bulannya jatuh pada tanggal 14, maka para ahli nujum melakukan aksinya pada hari ke-14. Sedangkan pada tanggal 13nya menjadi hari libur pagan (penyemba berhala) yang sangat penting dalam Kekaisaran Roma. Hari ini (14 Februari) juga untuk menghormati dewa Romawi, Lupercus dan Faunus, serta saudara kembar legendaris, yang konon mendirikan Roma, Remus dan Romulus. Yang konon pernah disusui oleh serigala di sebuah gua di Bukit Palatine Roma. Sebuah gua yang disebut Lupercal merupakan tempat pusat perayaan pada malam Lupercalia atau 14 Februari. Sekarang ini, Lupercalia, yang kemudian disebut Hari Valentine.
Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani (Kristen), pesta Lupercalia kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai hari kasih sayang juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropa bahwa waktu kasih sayang itu mulai bersemi bagai burung jantan dan betina pada tanggal 14 Februari.
Dalam bahasa Prancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata Galentine yang berarti galant atau cinta. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang-orang Eropa berpikir bahwa sebaiknya para pemuda mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang martyr (orang yang wafat dalam memegang teguh prinsip agamanya, dalam Islam sama dengan syuhada) bernama St. Valentine mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya (jauh dari arti yang sebenarnya). 

Beberapa versi tentang sejarah VD

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St. Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St. Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Cladius II melihat St. Valentine mengajak manusia kepada agama Nasrani lalu dia memerintahkan pasukannya untuk menangkap pendeta ini.
Dalam versi kedua, Cladius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang dari pada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St. Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan. Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan “Dari yang tulus cintanya Valentine”. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama Nasrani bersama 46 kerabatnya”. 
Versi ketiga menyebutkan, ketika agama Nasrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para Pendeta Nasrani. Dalam tradisi itu pria-pria desa berkumpul tiap pertengahan bulan Februari. Luperci atau pendeta Lupercus akan berpakaian bulu kambing untuk sebuah upacara berdarah. Para pendeta dari Lupercus, dewa serigala, akan mengorbankan kambing dan seekor anjing dan kemudian melumuri tubuh mereka dengan darah. Setelah tubuh pendeta Lupercus menjadi merah karena dulumuri darah, dia akan berjalan di sekitar bukit Palatine dengan menggunakan tali yang terbuat dari kulit kambing yang dinamai februa. Wanita-wanita akan duduk di sekitar bukit, lalu mereka akan dicambuki dengan tali kulit kambing supaya mereka menjadi subur. Setelah itu Para wanita muda itu berkumpul di kota dan nama mereka dimasukkan ke dalam kotak. Inilah "surat cinta" disebut Billet. Pria-pria Romawi akan mengambil billet, dan wanita yang membuat billet tersebut akan menjadi pasangan seks liarnya, dan dia akan berzina sampai Lupercalia berikutnya atau 14 Februari. Jadi, 14 Februari menjadi hari nafsu seksual yang tak terkendali. Warna "merah" dan "bentuk hati" melambangkan kekudusan untuk hari ini. Bentuk hati yang ada pada perayaan ini bukan bentuk hati atau jantung dari organ tubuh manusia, melainkan bentuk ini melambangkan rahim wanita atau membuka ke kamar persetubuhan yang suci menurut mereka. Mereka juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “dengan nama tuhan Ibu saya kirimkan kepadamu kartu ini”. Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini para pendeta Nasrani memutuskan mengganti kalimat “dengan nama tuhan Ibu” dengan kalimat “dengan nama Pendeta Valentine” sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nasrani.
Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa VD tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merusak Akidah muslim dan muslimah, sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat dengan kedok percintaan, perjodohan dan kasih sayang. Maka beginilah cara mereka mengartikan Cinta. Lantas bagaimanakah pandangan Islam terhadap perayaan hari valentine ini.?

1. Seorang muslim hendaknya mengetahui bahwa ini adalah bagian dari ritual orang-orang non Islam dan kita sebagai muslim yang berakidah dengan benar tidaklah dibolehkan membantu syiar-syiar mereka apalagi ikut merayakannya hari raya mereka. Karena hari raya itu termasuk hitungan Syara’ , minhaj (jalan agama) dan manasik (tatacara beribadah), Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tiap-tiap umat di antara kamu (umat Muhammad SAW dan umat-umat sebelumnya), kami berikan aturan dan jalan yang terang”. (QS. Al-Maaidah : 48)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa:
“…Karena sesungguhnya menyepakati dalam seluruh hari raya itu adalah menyepakati dalam kekufurannya. Dan menyepakati sebagian cabangnya adalah menyepakati dalam sebagian cabang kekufurannya. Bahkan hari raya itu adalah termasuk yang paling spesifik dari apa yang menjadi ciri syariat-syariat, dan yang paling nyata dari apa yang menjadi simbol-simbolnya. Maka menyepakatinya adalah menyepakati syariat kekafiran yang paling khusus dan simbol kekafiran yang paling nyata. Maka tidak diragukan lagi bahwa menyepakati hal ini sungguh telah berakhir pada kekafiran dalam garis besar..” (Iqthidaus Shiratil Mustaqim 1/207).

2. Selain dari pada hari raya, hari ini pun merupakan bentuk peribadatan dan ungkapan cinta mereka terhadap dewa-dewa mereka, jelas ini merupakan bentuk menyekutukan Allah Ta’ala. Ritual ini tak ubahnya ritual  orang-orang Arab penyembah berhala yang mengungkapkan rasa cinta mereka kepada berhala yang berada disekeliling Ka’bah dengan cara mengelilinginya tanpa busana, bersiul dan bertepuk tangan, sebagaimana yang Allah telah jelaskan dalam firman-Nya;
Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, Tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.” (QS. Al-Anfal : 35).

3. Seorang muslim yang mengikuti perayaan hari tersebut telah terjatuh dalam bentuk tasyabbuh atau penyerupaan terhadap mereka. Sedangkan menyerupai mereka merupakan salah satu bentuk kecintaan terhadap mereka. Sungguh Allah Ta’ala telah melarang seorang muslim untuk menyerupai mereka dan menaruh cinta kepada mereka. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut”. (HR. Ahmad)
Allah Ta’ala berfirman: Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah:22)

4. Merayakan hari valentine juga mendorong seseorang untuk melakukan tindakan-tindakan yang dilarang oleh syariat kepada lawan jenis yang tidak halal baginya. Kalaupun tidak sampai pada tindakan perzinaan, tetapi ia akan mendekatkan seseorang pada hal tersebut, padahal di dalam Islam melakukan tindakan yang mendekatkan diri pada perbuatan zina saja dilarang apalagi yang jelas terang-terangan melakukan zina. Allah Ta’ala berfirman:
Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ 32).
Dan orang-orang yang saling mencintai itu, yang telah jelas cinta mereka tidaklah dilandasi dengan kecintaan mereka kepada Allah, kalau mereka mengaku cinta kepada Allah maka mereka tidak mungkin meniti jalan cinta yang keji ini, cinta mereka tidak lebih dari cinta yang semu dan menyengsarakan. Kelak di hari kiamat keduanya akan berseteru dan menjadi musuh bagi yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman:
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Qs Az-Zukhruf  67).

5. Islam adalah agama yang dirahmati oleh Allah SWT dan Islam adalah satu-satunya agama yang mengonsep cara berkasih sayang sesama manusia dengan baik. Dalam Islam seluruh hari adalah hari kasih sayang. Dan kasih sayang dalam Islam adalah kasih sayang yang dilandaskan kecintaan kepada Allah dan rasul-Nya. Bukankah Islam menyuruh kita untuk menyayangi kedua orang tua kita? Bahkan mendurhakainya adalah satu dari beberapa dosa besar, dan pelakunya harus bertobat. Dan begitu ‘Romantisnya’ Islam tatkala kita mencintai seorang mukmin kita disunnahkan untuk menyatakannya pada orang yang kita cintai (berbeda tentunya dengan menyatakan cinta kepada calon pacar alis ‘nembak’), serta dua orang saling mencintai karena Allah adalah satu dari tujuh golongan yang Allah berikan naungan kelak di hari kiamat yang tiada naungan selain naungan Allah. Subhanallah. Begitu indahnya Islam dan begitu sempurnanya syariat Islam, lantas mengapa kita masih mengambil dan mentaklid syariat yang berasal dari luar Islam?.

Dari uraian di atas telah jelaslah bahwa VD adalah budaya yang diproduksi oleh orang-orang musyrik, sejarah kemunculannya pun menceritakan betapa mereka tidak memiliki sikap yang manusiawi dan menghinakan kaum wanita, seolah wanita adalah pakaian murahan yang sekehendak hati untuk mengonta-ganti bahkan setelah rusak pemiliknya bebas membuangnya. Oleh sebab itu, wahai pemuda-pemudi Islam sadarlah bahwa ini bukanlah bagian dari Islam dan dilarang oleh Islam. Maka kesenangan sesaat yang kalian rasakan akan berakhir pada kesengsaraan. Wallahu a’alam bishawab. [voa-islam.com]

buat Kamu Para Generasi Online

Sebagian besar manusia di dunia ini, mungkin nggak asing kalau dengar istilah "online". Yeah, kegiatan yang melibatkan dunia maya ini terasa

asyik banget terutama buat kamu- kamu para remaja. Seakan tiada hari tanpa online, bahkan kegiatan yang satu ini sudah seperti wajibnya kita makan dan atau melakukan kegiatan rutin harian lainnya.

Maka nggak berlebihan jika remaja saat ini, udah pasti bisa dibilang sebagai bagian dari "generasi online". Memang sih, nggak ada yang salah dengan kegiatan menyenangkan satu itu, tapi melihat kenyataan yang banyak terjadi sekarang ini, sangat disayangkan bahwa karena mereka terlalu "rajin" online, kegiatan yang harusnya bisa dilakukan, dan sifatnya nggak bisa ditawar- tawar jadi amburadul nggak karuan.

Nggak jarang, mereka-mereka yang doyan online, lebih senang menyendiri, lebih suka bergaul dengan orang lain lewat online, daripada bertemu dengan sesamanya di dunia nyata saudara-saudara mereka sendiri. Mereka juga gampang galau alias gelisah, tapi kalau tentang meninggalkan sholat 5 waktu, rasanya enteng banget. Dan generasi online kebanyakan pada berfikir instant, maunya serba mudah dan suka mengahayal. Selain itu, mereka rawan terjangkit virus individual, bersikat apatis, arogan mudah marah dan mudah tersinggung, serta jadi individu yang sempit fikirannya.

Memang nggak ada salahnya melakukan aktivitas online, selama hal itu berguna untuk perbaikan diri kamu. Tapi satu hal yang kudu kita ingat adalah, kalau online hanyalah sekedar alat, dan bukan tujuan. YUps, alat untuk perbaikan diri kamu supaya be better kedepannya. Sah- sah aja kamu online, tapi kamu kudu ingat kalau kamu punya teman, punya saudara, punya pergaulan di lingkungan loh. Kamu butuh bergaul dengan orang lain, bersilaturahim, saling mengunjungi, saling menyapa satu sama lain. Atau dalam arti lain, kamu kudu care sama lingkungan sekitar kamu.

Selain itu, jangan sampai dengan online kita gampang melakukan pemborosan waktu. Kalau dalam sehari kamu online 4 jam saja, maka dalam seminggu 28 jam kamu habiskan hanya untuk pemborosan uang terutama waktu.Kalau masalah uang sih masih bisa dicari, tapi kalau soal umur kamu, nggak akan mungkin kamu bisa tarik kembali. Ingat loh, hidup cuma sekali dan waktu muda kamu akan sangat cepat banget berlalu, seperti firman Allah subhanahu wata'ala dalam Al quran surat Annazi’at Ayat 46 : “pada hari mereka melihat berbangkit itu, merasa seakan tidak tinggal (didunia)melainkan sekejap saja diwaktu sore atau pagi hari."

Jika kita nggak memanfaatkan baik- baik masa muda kita, dijamin kedepannya hanya penyesalan yang akan didapat.

So, jika kamu termasuk generasi online, ada baiknya melakukan kroscek sekali lagi, tentang kegiatan yang selama ini kamu lakukan.Dan pastikan bahwa online yang kamu lakukan hanyalah dalam rangka mencari ridho Allah, dan bukan sekedar pemborosan waktu dan uang.

(Voa-Islam.com)

Generasi Muda dalam Kepungan Valentine's Day

Valentine’s day bukanlah hal yang asing lagi di telinga kita, apalagi saat ini adalah bulan Februari, bulan dimana valentine’s  day dirayakan, frekuensi kita mendengar atau pun membaca kata-kata itu semakin meningkat.  Valentine’s day atau biasa juga disebut  V Day oleh kalangan muda saat ini, sudah menjangkiti hampir seluruh kaula muda kita. V day bagi mereka seakan-akan telah menjadi sebuah acara ceremonial yang wajib dilaksanakan tiap tahun bersama pasangan, tak penting status pasangan itu legal atau pun illegal-nya.

Bagi sebagian besar kalangan muda, tak lengkap jika pada tanggal 14 Februari tak pergi jalan dengan pasangannya. Berbagai rangkaian kegiatan menghiasi V Day, mulai dari saling bertukar kado, memberikan coklat, memberikan bungan mawar merah, sekedar jalan keluar,  makan di restoran atau pun di emperan jalan. Bahkan tak jarang  V Day diwarnai dengan kegiatan-kegiatan yang menjijikkan, seperti: ciuman, pelukan, atau bahkan freesex.

Valentine’s day merupakan perayaan yang dilakukan oleh umat  kristiani guna memperingati kematian salah seorang pendeta mereka, St. Valentine. Di salah satu sumber menyatakan bahwa Valentine dijatuhi hukuman mati oleh raja Claudius karena telah melanggar perintah raja. Claudius telah melarang para pemuda dan prajurit di wilayahnya untuk menikah karena menurutnya ikatan pernikahan hanya akan mengendurkan semangat prajurit dalam berperang. Mereka enggan untuk berperang karena keterikatan mereka kepada keluarga mereka, akhirnya keputusan yang sama sekali tidak adil ini dilontarkan oleh Claudius. Valentine selaku  pendeta yang mana tugasnya adalah menikahkan sepasang anak manusia menentang keputusan ini. Dia secara diam-diam tetap menikahkan pasangan yang mendatanginya. Lama-kelamaan, tindakan Valentine diketahui oleh Claudius, hingga akhirnya dia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati. Guna mengenang jasa Valentine dalam menyatukan kasih sayang  antar dua insan manusia, maka ditetapkanlah tanggal 14 Februari, hari kematiannya, sebagai hari kasih sayang atau biasa juga disebut Valentine’s day. Dulunya, perayaan Valentine’s day berupa pemberian kado, coklat, ataupun saling berkirim surat sebagai pengungkapan rasa kasih sayang kepada orang-orang yang disayangi, namun pada saat ini perayaannya lebih cenderung kepada sesuatu yang berbau seks.

Seperti yang dipaparkan di atas bahwa perayaan Valentine’s day bukan berasal dari ajaran Islam, melainkan berasal dari budaya umat non-Islam. Maka, sudah tentu haram hukumnya untuk  kita ikut merayakannya atau hanya sekedar memberikan selamat. Karena apabila kita memberikan ucapan selamat, itu berarti kita telah mengakui kebenaran agama mereka, sedangkan agama yang benar di sisi Allah SWT hanyalah Islam. Sebagaimana Allah berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya” (Q.S. Ali-Imran:19)

Adapun ikut merayakannya maka itu lebih tidak boleh lagi. Apabila kita ikut merayakannya maka kita akan termasuk ke dalam golongan mereka, sebagaimana rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka” (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar)

Di redaksi lainnya, rasulullah SAW bersabda:

“Tidak termasuk golonganku orang-orang yang menyerupai selain golongan umatku (umat Islam).”(HR. Tirmidzi dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari datuknya).

Apabila kita sudah termasuk golongan mereka, berarti tempat kita di akhirat nanti akan sama juga dengan mereka, yaitu neraka. Lalu pertanyaannya, apakah kita mau menemani mereka di neraka kelak hanya karena kita ikut-ikutan merayakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya? Semua itu tergantung pilihan pembaca, karena hidupmu adalah pilihanmu

Perayaan Valentine’s day yang bukan berasal dari Islam tentu menimbulkan banyak mudharat kepada kaum muslimin, terutama kepada kaula muda. Apalagi Valentine’s day begitu sarat dengan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Tak jarang para remaja putri yang merelakan keperawanannya demi sang kekasih pada saat Valentine’s day. Alasan yang sering dikemukakan tak lain adalah untuk menunjukkan kasih-sayangnya kepada sang kekasih. Sungguh, sebuah alasan yang tidak mendasar dan tidak masuk akal sama sekali. Bagaimana mungkin, rasa sayang diwujudkan dengan memberikan sebuah harta yang paling berharga kepada seseorang yang bukan mahromnya. Sungguh aneh, sebuah perbuatan dosa besar di mata agama dianggap sebuah bukti kasih sayang? Yang ada, itu adalah bukti ketidakterikatannya dengan hukum syara’.

Dan yang lebih mengejutkan lagi, masyarakat bukannya menentang perayaan dan kegiatan-kegiatan yang terkandung di dalamnya, tapi malah ikut memberikan support. Buktinya, pada saat Valentine’s day makin banyak pihak yang menjual barang-barang yang berbau Valentine’s day, seperti coklat dan bunga mawar. Minimarket-minimarket semakin gencar melakukan promosi coklat. Promosi ini tidak hanya sekedar promosi biasa, namun ini adalah promosi yang menjerumuskan si pembeli untuk berbuat maksiat. Bagaimana tidak, promosi coklat ini berupa pemberian kondom secara gratis apabila membeli beberapa coklat. Tentu ini akan menjerumuskan pemuda kita ke aktivitas freesex.

Apabila kaum muda telah terjerumus pada hal-hal yang semacam ini, maka tunggulah kehancuran bangsa ini. Pemuda yang menjadi generasi penerus bangsa tidak lagi tangguh, tak lagi bertanggung jawab, bukan lagi generasi yang berkualitas, melainkan mereka sudah menjadi generasi yang rusak yang sudah tidak dapat diandalkan lagi.

Ketika kita bebicara mengenai pandangan menurut Islam, maka kita akan berbicara tentang hukum-hukum syara’ karena hukum syara’ adalah essensi dari Islam itu sendiri.

Dalam menangani hal ini, Islam mempunyai solusi tesendiri yang dijamin akan membuahkan hasil. Generasi muda Islam dari sejak dini dididik supaya berkepribadian Islami, dimana berpola pikir dan pola sikap Islam, sehingga ketika ada suatu budaya asing yang bertentangan dengan akidah mereka, mereka mampu mengatasinya.

Namun kenyataannya, generasi muslim saat ini tidak lagi berpola pikir dan pola sikap Islam. Semua itu karena pendidikan yang dienyam oleh generasi saat ini adalah pendidian sekuler yang sama sekali tidak akan pernah membentuk sebuah kepribadian Islam  pada diri mereka. Pendidikan sekuler ini hanya akan menjauhkan mereka dari Islam itu sendiri, sehingga yang terbentuk adalah generasi yang berkepribadian sekuler pula. Seseorang yang berkepribadian sekuler akan cenderung bersikap bebas karena pada dirinya tak ada lagi rasa untuk terikat dengan hukum syara’.

Pemasalahan ini bukan hanya terletak pada satu komponen pendidikan saja, melainkan permasalahan ini adalah permasalahan sistemik. Dimana, generasi muda yang rusak karena tidak berkepribadian Islam sebagai output dari sistem penddidian sekuler. Wajah sistem pendidikan tidak terlepas dari bentuk kurikulum yang yang dihasilkan oleh suatu negara. Jadi, untuk menjadikan generasi muda ini tetap baik (Islami) diperlukan sistem pendidikan yang Islami pula, sistem pendidikan yang Islami tidak akan pernah terbentuk dalam sistem pemerintahan yang sekuler, melainkan hanya akan terbentuk dalam sistem pemerintahan Islam juga. Sebuah sistem pemerintahan yang menjaga generasinya dari budaya asing yang menjerumuskan dan memastikan generasinya adalah generasi yang berkualitas, yaitu khilafah Islamiyyah. [voa-islam.com]

Minggu, 13 Januari 2013

Remaja Muslim, Bangkitlah!

Melihat fenomena yang ada dikalangan kita sekarang ini, pantas nggak sih menurut kita, kalau ada yang mengajukan pertanyaan "Masihkan ada harapan untuk kejayaan islam, sedangkan realitas sebagian generasi muda sekarang ini udah terjangkiti virus modernitas, dan kebebasan yang tiada batas, yang justru di usung oleh para musuh- musuh islam?"

Memang kita tidak boleh berputus asa, harapan itu pastilah akan selalu ada. Maka dari itu, jangan menunda- nunda harapan tersebut untuk terlalu lama terjadi. Kita para generasi muda harus mengadakan perbaikan itu secepatnya, karena kita nggak boleh menutup mata, kalau generasi kita sebenarnya sudah sangat terjajah dan ketinggalan jauh hari ini. Kehidupan sek
ularisme yang di tawarkan dunia barat disadari atau tidak telah membawa kita pada kenyataan yang menyedihkan. Kerusakan moral, pergaulan bebas, narkoba, tawuran, sungguh-sungguh sangat menyedihkan melihatnya.

Modernitas yang mereka tawarkan kebanyakan nggak lain adalah untuk membutakan kita dari konsep kemuliaan islam. Hitung saja sendiri, betapa sangat minim anak-anak muda seumuran kita yang paham atau mau memahami tentang islam dengan sebenar- benarnya. "Drugs" yang mereka tawarkan ternyata nggak cuma memmbuat kita teler di badan, tapi bahkan telah berhasil membuat kita sendiri membenci islam.

May be, itu cara termudah bagi mereka buat cuci tangan, secara nggak penting juga gontok- gontokan, cukup dengan suguhan kesenangan duniawi ala mereka, banyak dari kita yang berbondong- bondong masuk didalamnya, dan selanjutnya akan jadi prajurit mereka yang paling patuh. Hasilnya, brain wash itu berhasil membuat kita berbalik arah, nggak cuman merasa asing tapi malah memusuhi islam, kita lupa tentang tujuan kita hidup, dan bahkan kita lupa siapa tuhan kita.

Lihat saja fakta di lapangan, Berdasarkan hasil Survei Komnas Perlindungan Anak di 33 provinsi, remaja SMP yang nggak lagi perawan prosentasenya sebesar 62,7 persen dan remaja yang pernah aborsi mencapai 21,2 persen.Dan tentang Narkoba, survei yang dilakukan Badan Narkoba Nasional (BNN) hasilnya menyedihkan banget, ternyata 97% pemakai narkoba yang ada selama tahun 2005, 28% pelakunya adalah remaja usia 17-24 tahun.

Friend, itu baru dua kasus, tentang free seks dan drugs, dan belum termasuk yang lain- lainnya. So, sudah saatnya kini kita bangkit dan bangun dari "mimpi-mimpi" semu yang musuh- musuh islam itu bangun.Sudah saatnya kita sadar bahwa yang mereka bangun dalam pemikiran, idealisme, serta gaya hidup kita, nggak lain adalah cara mereka menggerogoti kebahagiaan kita sendiri. Itulah mengapa tak heran kalau akhirnya mereka sendiri terlihat lebih maju dari kita. mereka memberikan " obat tidur" yang membuat kita terlelap, sedangkan mereka sendiri menggiatkan diri untuk maju. Sedangkan kita, baru pada titik yang sama, dan belum beranjak, karena terlalu lama terlena. dan masalahnya, dengan semua masalah itu, ternyata bukannya kita bergegas, malah kita menikmatinya tiada henti, sampai waktu muda kita habis, dan hasilnya hanya penyesalan saja yang kita dapat. Ketika hati sudah mau bergerak maju, tapi semuanya sudah terlanjur terlambat. Maka masihkah kita harus menunda semua ini sampai besok atau lusa? Wahai Remaja Muslim, bangkitlah!!

sumber: voa-islam.com

Cari Jodoh Lewat Pacaran? Gak Level..!!

Setiap orang pasti ingin mendapatkan jodoh alias pasangan yang pantas dan bisa ia cintai. Betapa banyak orang takut jika proses mencari calon pasangannya adalah melalui metode perjodohan, biasanya sih pilihan orang tua, tante, teman atau ustadz. Bahkan katanya udah gak zaman lagi metode dijodohin kayak itu, emangnya zaman Siti Nurbaya? Ini kan zaman modern, kita bisa menentukan orang yang kita cintai. Nikah kan untuk masa depan bukan untuk main-main. Kalo dijodihni, gimana kita bisa tau kalau dia cinta atau tidak, trus kita gak tau sifatnya dan karakternya gimana, gw kan gak mau nyesal. Mendingan gw pacaran dulu, kalo udah ngerasa cocok, baru deh lanjuti ke yang lebih serius. Lagian pacaran yang positif kan bisa.

Sob, kenapa harus pake cara sendiri jika ada cara yang lebih suci dan halal. Emangnya ada pacaran yang positif? Bukankah Rasulullah telah menjelaskan cara memilih pasangan?

“Wanita itu dinikahi karena 4 perkara. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Pilihlah wanita yang memiliki agama, engkau akan bahagia.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itu Rasulullah lho yang jamin. Kalau kita sudah memilih agama jadi prioritas, pasti akan beruntung. Seandainya dia tidak kaya tapi rezekinya sudah di jamin sama Allah. Seandainya dia tidak cantik, tapi tiap malam tahajudnya dan ibadah lainnya tidak pernah tinggal dan penyayang serta berbakti banget sama suami sepenuh hati, semua kekurangan pasti akan tertutupi. Lihat keturunannya apakah dia berasal dari keluarga yang baik2 atau bukan. karena itu akan menjadi keluarga kita juga.. berkomunikasi dengan abang atau bapaknya kalo berani.. hehehe.. daripada pacaran, kan dosa.

Untuk mendapatkan yang  seperti itu, kita juga harus bisa ukur diri. Ibarat sebuah gelas kecil ingin menampung 1 galon aqua, gak akan sanggup bro, tapi buat diri kita jadi ember besar. 1,2,3 galon pun akan mampu kita tampung. Pengen yang level tinggi, berarti harus meninggikan level diri sendiri dulu. Jodoh itu di cari bukan nunggu jatuh dari langit, tapi ada usaha untuk mencarinya. Tinggkatkan ketakwaan kepada Allah dan kualitas diri kita agar calon kita kelak merasa beruntung mendapatkan kita. Wanita shalihah juga punya tipe lho dalam memilih calon imamnya.

Intinya kita berusaha sesuai dengan syar’i bukan hawa nafsu, dan tak lupa berdoa.

Jangan pernah pesimis dalam mencari jodoh. Umumnya ungkapan klasik seperti ini “Seandainya gw dapat pasangan, pengennya yang bisa menerima gw apa adanya”.

Itu artinya pesimis. Pemikiran itu harus dirubah menjadi “seandainya aku dapat jodoh, aku ingin pasanganku menjadi orang yang paling beruntung telah mendapatkan aku dan aku juga ingin menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan dia”. Tentunya lagi-lagi tingkatkan dulu kualitas diri kita, suatu impian tidak akan bisa diraih jika tanpa ada usaha mendapatkannya. Panjat pinang aja sampe mati-matian diinjek-injek untuk bisa ke puncak.

Seandainya kualitas iman kamu udah meningkat dan semata-mata ikhlas karena Allah, siapa tau ada seorang ustadz atau teman yang ingin adiknya yang shalihah menjadi calon istri kamu dengan mahar yang ringan dan biaya yang ringan juga. Semua Allah yang akan merestui dan menentukan sesuai kadar diri kita. Menempuh jalan yang baik pasti akan mendapatkan yang  terbaik. Jalan buruk pasti akan dapat yang buruk. Itu janji Allah. Jika dapat wanita shalihah, bidadari di langit cemburu lho. Siapa sih yang gak mau kalo dapat pasangan yang shalih dengan jalan yang  halal? Kalo kita udah sholeh, kekurangan diri kita pasti akan diterima apa adanya dan dilengkapi olehnya bahkan mungkin dia merasa wanita paling beruntung telah mendapatkan kita. so, shalihkanlah diri kita.. itu yang paling sulit sob, tapi bukan berarti gak bisa.

Kalo yang masih muda dan masih pacaran segeralah hentikan pacaran. Kalo merasa mampu lebih baik menikah segera itu lebih baik. Gw sendiri waktu itu belum mampu untuk menikah dan gw memberikan statement dengan mantan pacar gw untuk tidak melanjutkan pacaran dan mensholehkan diri masing-masing. Pastinya penuh perjuangan sob untuk bisa ngambil keputusan dan jelasin ke doi. Alhamdulillah sampai sekarang gw tidak berhubungan lagi dengannya agar terhindar dari fitnah. Gw juga tidak tahu seperti apa kabarnya sekarang mudah-mudahan masih dalam lindungan Allah. Siapa tau mantan pacar yang dulu sempat di putusi ketemu lagi setelah dijodohin sama murobbi atau teman 1 pengajian, atau jalan halal lainnya. Mantap banget tu bisa melanjutkan cinta yang  sempat tertunda. Gak kebayang deh betapa indahnya..:).

Sebuah kebanggaan dan syukur yang dalam kepada Allah jika suatu saat bisa menikah tanpa proses pacaran yang  telah diharamkan Allah. Mudah-mudahan Allah mengabulkan.

Buat sobat-sobat  pembaca, mari kita tingkatkan diri kita sendiri, Jangan mudah tergoda oleh orang-orang sekitar yang berbangga-bangga berpacaran (maksiat cinta). Pacaran gak ada gunanya. Pacaran tidak lebih hanya ajang coba, coba, coba, gagal, sakit hati, coba lagi, gagal lagi. Dst.. Sementara dosa semakin bertambah.

Cinta itu suci diberikan Allah kepada kita sebagai fitrah manusia. Karena datang langsung dari sifat Ar Rahman dan Ar Rahim Allah. Jangan dikotori kesucian itu. Tinggal bagaimana kita menyikapi cinta itu sesuai aturan yang telah ditetapkan Allah dan dicontohkan oleh Rasul.

So, ngapain takut dijodohin. Kan lebih selamat dari fitnah.  Semoga Allah menjaga kita semua dan tetap istiqamah. 

 

sumber: voa-islam.com

Remaja Di Dua Kutub

Banyaknya para remaja seusia kita yang punya pemahaman minim tentang islam, yang kemudian bertemu dengan serbuan budaya

barat yang menawarkan kebebasan, membuat kita akhirnya jadi ragu tentang dimana seharusnya kita menempatkan diri. Saat dua kutub yang ekstrim berpapasan, kita kemudian mau tidak mau harus memilih dalam menentukan sikap serta kelanjutan kehidupan kita pada salah satu sisi yang menarik di hati kita. 

 Sebut saja bulan februari yang identik dengan bulan cinta para remaja. Yups, begitulah yang banyak di dengungkan oleh kutub barat. Kebebasan mengekspresikan cinta yang kemudian menghalalkan juga adanya "sesuatu hubungan yang lebih" sebagai kelanjutannya, kemudian banyak menarik minat kita yang masih labil untuk kemudian mencobanya. Seakan bukan hanya udah jadi adat namun bulan cinta itu, disakralkan menjadi "agama" yang harus di puja dan dianut, dan kalau sampai nggak, maka akan jadi dosa.

Sedangkan nggak jarang banyak orang yang kemudian menyandingkan dan membandingkan kebiasaan ini dengan cara- cara ketimuran yang dinilai kurang asyik. Dan selanjutnya aturan- aturan islami, yaitu pernikahan atau ta'aruf pun dilanggar, sekali lagi atas nama mengekang,penuh aturan, dan kuno.

Padahal islam datang justru untuk memuliakan kita. Selain itu, islam datang datang untuk meninggikan derajat kita biar nggak sama dengan hewan.Pikiran dan konsep- konsep yang kebanyakan ditawarkan kutub tetangga sebelah, kebanyakan hanyalah untuk menjauhkan sejauh- jauhnya kita dari sebuah kemuliaan, dan cerahnya masa depan. Contoh aja tentang kebebasan bergaul. Efeknya nggak sepele loh, sebenarnya "hasil"  nyatanya sudah banyak, may be nggak kehitung lagi jumlahnya. tengok saja di kiri kananmu, banyak dari mereka penganut aliran kebebasan hidup yang kemudian terjerumus menjadi pelaku aborsi, pecandu narkoba, hidup luntang- lantung nggak jelas, perokok berat, dll, dsb. Benar- benar kita dilalaikan, sampai kita benar- benar jatuh dan dalam keadaan yang sangat rendah. Dan sayangnya, penutup dari semua itu hanya selesai pada kata menyesal.

Itu belum seberapa, lihat saja betapa banyak adik, saudara, atau teman kamu yang cewek yang dilucuti habis- habisan pakaian mereka. Dan lucunya bukan orang lain yang melakukan, tapi diri mereka sendiri, dan pola pemikiran mereka yang sudah teracuni atas nama kebebasan itulah yang menggerakkan tangan- tangan dan hati para cewek- cewek itu sendiri. lucunya, para orang tua yang melihat semua itu justru mendukung dan berlomba- lomba menjadikan anak mereka menjadi yang "tercantik" dan yang "terseksi".

Friend, sudah saatnya kita cut off semua pemikiran rendah yang direncanakan musuh islam itu. Jangan sampai ini jadi dosa warisan, yang karena kamu nggak mau tahu dan terlalu sibuk dengan urusan duniawimu, kelak ketika kamu sudah jadi ortu, pemikiran yang sama akan kamu wariskan kepada anak- anak kamu. Sudah saatnya kamu bangkit dan dengan tegas, memilih di kutub mana seharusnya kamu berada, dan menghabiskan sisa hidup kamu yang cuma satu kalinya ini.

sumber: voa-islam.com

Sabtu, 12 Januari 2013

Renungan Buat Anak Gaul yang Ngefan Banget Sama Artis

Faiz suka banget sama grup band Armada, walaupun lagunya kadang-kadang “melo” tapi menurut Faiz, Armada tuh “gue banget”. Hitsnya selalu menjadi hapalan wajib. Sampai hits terbaru armada jadi ringtone hape Faiz. Dia pun selalu rajin mengikuti perkembangan band favoritnya tersebut lewat fb. Faiz pun mengikuti gaya rambutnya Rizal sang vokalis, hanya saja Faiz nggak berani ikutan gondrong karena di sekolahnya, siswa lelaki dilarang keras berambut gondrong.

 

Lain lagi dengan Dinda. Gadis manis yang selalu berjilbab cerah itu ternyata nge-fans berat sama SuJu (Super Junior). Meskipun teman-teman ROHIS (Rohani Islam) -nya sudah mengingatkan Dinda untuk tidak menonoton konser SuJu di Ancol akhir bulan lalu tapi diam-diam Dinda pergi juga menonton. Itu pun tanpa sepengetahuan ayah dan Ibu Dinda. Dinda berpamitan pada orangtuanya untuk menginap dalam rangka belajar bersama di rumah salah seorang teman yang sudah dikenal orangtuanya.

Pulang dari konser SuJu, Dinda terlihat murung. Dinda malah merasa tidak mendapatkan kepuasan apa-apa. Berdesak-desakan dengan ELF (penggemar SuJu), menonton idolanya bergaya di panggung, dan berusaha untuk fun menikmati hentakan musik, tapi entah mengapa Dinda malah merasa semua itu sia-sia. Dinda malah merasa bersalah telah berbohong pada kedua orangtuanya.

Fenomena mengelu-elukan artis memang sebuah pemandangan yang tak asing terjadi. Memang sih nggak melulu pelakunya kita-kita, yang masih remaja. Namun, polah teman-teman kita yang pagi-pagi sudah menjadi penonton acara musik live di televisi, seakan menjadi sebuah tren yang membenarkan kalau yang hobi ngejar-ngejar idola itu ya kita para remaja. Nggak gaul kalau belum pernah nonton live artis atau memfoto langsung sang idola. Sampai akhirnya banyak teman kita yang katanya sedang mencari jati diri dengan mengidolakan seseorang, kemudian sama sekali kehilangan jati dirinya karena meng-copy paste habis-habisan sang idola.

Idola memang diperlukan dalam pengembangan kepribadian seseorang. Karena, manusia pada dasarnya memang membutuhkan panutan yang bisa menjadi cermin saat harus menentukan apa yang harus dipilih. Punya idola memang naluriah tetapi mencari dan menetapkan siapa idola kita, juga harus benar-benar sosok yang luar biasa yang bahkan lebih mulia dari kita manusia biasa. Jangan sampai idola kita tersebut malah membuat kita menjauhi kebenaran, semakin dekat dengan keburukan, bahkan membuat kita lalai dari Allah SWT.  

Jangan sampai kita terjebak pada kekaguman kita pada sang idola kemudian melakukan hal negatif seperti yang dilakukan oleh Dinda yang berbohong pada orangtuanya. Juga jangan mengidolakan orang yang mendorong kita atau membiarkan kita melakukan tindakan yang buruk.

Oleh karena itu, idolakanlah orang yang mendorong kita untuk selalu dekat dengan kebaikan bahkan yang pertama kali konsisten melakukan kebaikan tersebut. Maka, tentu tidak ada pilihan yang terbaik kecuali Rasulullah SAW. Soalnya, tentu kita tidak mengetahui seorang pun yang menyamai Rasulullah dalam hal kebaikan dan teladan untuk selalu taat kepada Allah SWT. Mengapa kita harus tahu siapa dan bagaimana idola kita? Sebab, Allah SWT bertitah gini, Sobat:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati; semua itu akan dimintai pertanggungjawaban.” (Qs Al-Israa:36)

Insya Allah, mencintai dan mengidolakan Rasulullah tidak akan membuat kita ilfil (ilang feeling) seperti yang dialami Dinda selepas nonton konsernya SuJu. Mengidolakan Rasulullah SAW justru akan membuat kita lebih semangat berbuat kebaikan. Mengikuti Rasulullah SAW juga akan membuat hati kita berbunga-bunga selalu karena akan banyak orang yang juga semakin mencintai kita karena pribadi kita yang semakin mempesona.

 

sumber: voa-islam.com

Berhala Idola Yang Makin Merajalela

Pernah nggak membayangkan, apa yang bakal terjadi saat kamu melihat seorang selebritis yang biasa wara-wiri di tivi, eh tiba- tiba hadir di depan kamu?.
Seperti yang udah- udah, biasanya banyak orang bakalan jadi kamseupay dadakan, atau paling minim teriak- terak histeris minimalis dan minta foto bareng. Nggak jarang juga, yang awalnya pada diem jadi ikut- ikutan heboh sendiri dan minta tanda tangan.

Kita juga sudah nggak heran dengan pemandangan seorang anak muda yang kamarnya dipenuhi dengan berbagai gambar idola mereka.  Nggak berhenti sampai disana, gaya hidup, cara bertingkah laku, sampai kejadian kecil sang idola juga nggak habis- habisnya ditiru oleh mereka.

Memang ada ada saja yang dilakukan oleh para remaja yang mengaku fans dari para selebriti itu. Sampai- sampai yang mereka lakukan kadang sampai nggak masuk di akal sehat.
Nggak percaya? Lihat saja ulah Sadis yang dilakukan seorang gadis 20 tahun bernama Angelina Barnes. Dia tega membunuh kucing peliharaannya sendiri dengan sadis, cuma biar bisa merias wajahnya dengan darah kucingnya agar mirip dengan Lady Gaga yang dipujanya.
Menurut Kfor-TV, sang fans berat lady gaga ini menenggelamkan kucing peliharaannya ke bak mandi, memutilasi dan menggunakan darah kucing itu untuk melumuri wajah dan tangannya sebagai riasan. Hal itu dilakukannya tepat sebelum dia melihat konser sang idola.
Hati si kucing malang yang dibunuhnya itu ditemukan di dalam tas rias sang gadis. Dan akhirnya atas perbuatannya itu, Barnes yang berasal dari Oklahoma City bakal dijerat dengan tuduhan kekejaman terhadap hewan dengan membunuh secara sadis.

Contoh lain juga yang nggak kalah parah, yaitu yang menimpa 12 Fans Super Junior (SuJu) yang biasa di sebut ELF di Twin Plaza Hotel, Jakarta Barat. Mereka pada pingsan saat antre tiket konser boyband asal Korea Selatan tersebut.
Mereka rela sampai pingsan seperti itu karena pingsan karena kepanasan dan belum makan. Padahal harga tiket yang ditawarkan nggak murah juga loh, dari mulai "Junior Sky Seat (free seating)  seharga Rp500 ribu", sampai "Super Box and Super Fest (free standing) seharga Rp 1,7 juta"

Apa yang dilakukan seorang fans Arsenal, Suleyman Alphonso Omondi, juga nggak kalah "aneh". Pria asal Kenya itu sampai gantung diri di balkon rumahnya dengan memakai kaos tim Arsenal, gara- gara tim Arsenal dikalahkan Manchester United dan tersingkir dari Liga Champions.
Menurut cerita temannya, mereka menonton pertandingan Arsenal VS MU di pub. Ketika Arsenal kalah, Suleyman pulang dengan menggerutu dan menangis. Setelah itu dia ditemukan sudah tergantung di balkon rumahnya. Astagfirullah, miris banget kan?

Kemunculan fenomena idola saat ini memang sudah kelewat batas. Dan jangan salah Friend, hal ini jelas bukannya tanpa tujuan. Pastilah di balik sebuah rencana yang besar tersimpan tujuan yang besar pula. Lalu apa sih tujuannya, kokkamu- kamu di suguhi tontonan idola yang nggak ada habisnnya setiap hari ini?.
Yang pasti dan satu- satunya adalah menjauh mengalihkan perhatian kamu semua sebagai tunas Islam, dari perjuangan mempertahankan dan menegakkan nilai- nilai islam. Dan kenapa kudu kamu yang remaja? karena pada dasarnya seorang remaja membutuhkan seorang figur yang ingin di contoh.
Yups, dengan adanya idola ala mereka, kamu akan meniru semua gaya dan apapun tentang mereka. Dan nggak jarang mereka menggunakan sang idola yang juga beragama Islam, tapi gaya hidupnya liberal, dan serba materialistis.

Sadarkah kamu Friend, Idola yang di sodorkan ke kamu sekarang, kebanyakan cuman khayalan dan penipuan. Padahal islam sudah jelas- jelas punya tokoh teladan yang nyata dan prestasi serta karya mereka nggak main- main loh.

Salah satunya adalah Imam Syafi’i. Beliau yang bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i ini, saat berusia 9 tahun, beliau telah menghafal seluruh ayat Al Quran dengan lancar bahkan beliau sempat 16 kali khatam Al Quran dalam perjalanannya dari Mekkah menuju Madinah.
Di usia 15 tahun, beliau telah duduk di kursi mufti kota Mekkah. Contoh yang lain adalah Zaid bin tsabit yang di usia 11 tahun dalam waktu sangat singkat dia dapat menuliskan dan menghafal 17 surat Al-Qur'an.
Disamping itu, Beliau juga dipercaya sebagai sekretaris untuk menuliskan dan menghafal wahyu yang baru diterima Rasulullah, Zaid pun mendapat tugas dari Rasulullah untuk mempelajari bahasa Ibrani dan Suryani, dua bahasa yang sering dipergunakan musuh Islam pada waktu itu.
Kedua bahasa ini dikuasai oleh Zaid dalam waktu sangat singkat, 32 hari!.Luar Biasa kan?
Tengok juga Ibnu Sina yang berhasil menghafal Alquran pada usia7 tahun dan memahami metafisika pada usia 8 tahun. Dan Ketika menginjak 18 tahun, Ibnu Sina telah berhasil menguasai semua bidang ilmu diantaranya ilmu hikmah, kedokteran, matematika dengan berbagai cabangnya.
Beliaulah juga yang menemukan peredaran darah manusia dan anatominya, 600 tahun sebelum Wiliam harvey, dan penemu pengobatan lintah yang justru populer di Eropa pada abad 18.Dan masterpiece beliau dalam bidang kedokter
an adalah terciptanya Kitab Al-Qanun adalah salah satu karya beliau yang melegenda.
Kitab ini berisi kumpulan metode pengobatan purba dan metode pengobatan Islam. Saking pentingnya, kitab tersebut sampai kini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Inggris, Prancis dan Jerman. Dan hebatnya lagi, kitab Al- Qanun bahkan pernah menjadi kurikulum pendidikan kedokteran di universitas-universitas Eropa.

Dan satu-satunya panutan sejati, satu-satunya, dialah Muhammad sang Rasul. Manusia mulia yang setiap namanya disebut, malaikat, langit dan bumi, bersolawat untuknya.

Friend, sekaranglah saatnya generasi Islam membebaskan diri dari pesona idola-idola palsu. Para selebritis itu nggak membangkitkan hidup kamu. Mereka nggak akan membawa kamu semua pada kebaikan di dunia dan akhirat.
Sudah saatnya kamu kembali mencontoh teladan sejati, ilmuwan-ilmuwan dan para kesatria Islam, dan Panglima kita, Rasulullah Muhammad SAW, solawat dan salam atasnya.
Mumpung masa muda kamu belum terlewatkan, InsyaAllah masih ada kesempatan buat kamu untuk berbenah diri. Saatnya menjadi Remaja Islam Sejati!

sumber: voa-islam.com

Cowok Keren Versi Islam (Khusus Buat Para Cowok)

Gaya hidup hedonis yang banyak di gaungkan oleh para orang- orang kafir saat ini, sadar nggak sadar udah banyak menyeret kita dalam standar kehidupan ala mereka. Contoh aja nich, mereka banyak menilai derajat manusia berdasarkan penampilan fisik dengan segala aksesorisnya aja.

Kriteria cowok keren salah satunya, adalah kamu yang mampu berpenampilan oke. Atau dalam kata lain, kalau mau di bilang keren kudu wajib berpenampilan modis. Nggak percaya? Lihat aja, iklan produk minyak rambut, fashion, parfum, sepatu, mobil, sampai rokok, selalu disejajarkan dengan julukan cowok keren.

Dan wabah hedonis ini akhirnya merepotkan banget bagi para korbannya. Soalnya, buat mendukung penuh gaya hidup mereka, tentu saja butuh modal gede. Dan akhirnya, bagi para korban yang kantongnya cekak, segala carapun di lakoni, buat memuaskan gaya hidup mereka yang serba mewah.

Padahal pepatah bilang “don’t judge the book by its cover”. Artinya, nggak semua yang kelihatan baik, "dalam"nya juga pasti baik. Punya tampang eye catching, atau setelan esmud, plus potongan rambut dan sepatu klimis abis, belum menjamin kalau "dalam"nya juga bakal seoke yang ditampilkan.

Selain penampilan dan gaya hidup, cowok keren juga para kaum hedonis tunjukkan dengan mereka yang punya fisik yang oke. Standarnya, wajah handsome, no jerawat dengan dagu lancip belah tengah, plus kulit yang terawat. Mereka melakukan semua ini buat menonjolkan sex appeal atau daya tarik seksualnya.

Mau tahu sebabnya? karena para kaum hedonis ini menganggap hubungan pria dan wanita nggak punya nilai lebih selain untuk pemuasan syahwat semata.

Friend, dan tahukah kamu, siapakah para "pengemban dakwah" para kaum hedonis itu saat ini? yups, kebanyakan dari mereka mendapat julukan selebritis yang punya gaya hidup metropolis.

Dan materi "dakwah" mereka adalah untuk menunjukkan kepada kamu semua kalau kemuliaan seseorang hanya dinilai dari penampilan fisik dan gaya hidup. Padahal tahukah kamu friend,  itu semua cuma sementara banget dan nggak berarti di hadapan Allah.

Trus emang salah ya kalau punya penampilan keren dan oke? ya jelas nggak lah. Allah juga sangat menyukai keindahan selama masih dalam batasan dan aturan-Nya. Tapi yang perlu kamu ingat, Allah swt juga tidak melihat kemuliaan seseorang itu dari wajah, pakaian, atau penampilan dengan segala aksesorisnya,tapi dari hati dan ketakwaannya. firman Allah swt.:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.” (QS. al-Hujurât [49]: 13)

Jadi keren aja mana cukup, friend. Dahulu aja, para sahabat Rasulullah saw nggak cuma sekedar keren, tapi juga oke dalam iman. Contohnya Mushab bin Umair. Seorang remaja muslim yang jadi duta pembuka dakwah pertama kalinya di Madinah. Dia dibesarkan di tengah keluarga quraisy terkemuka. Wajahnya tampan, hidupnya mewah, serba kecukupan, dan selalu jadi "the star" di tempat-tempat pertemuan. Maka, nggak salah juga kalau dia akhirnya menjadi buah bibir para gadis-gadis di kota mekah.
Tapi jauh dari semua itu, bakat keren yang dimilikinya bener- bener bertambah setelah dia meninggalkan semua kemewahan itu karena imannya untuk memeluk Islam. Sampai Rasulullah saw. berkata: “Dahulu saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orangtuanya, kemudian ditinggalkannya semua itu demi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya.”

So, buat kamu para cowok, jangan bangga kalau kamu cuma bisa sekedar tampil keren, tapi nggak sholeh, berilmu, dan bertakwa. Kalau kamu belum bisa menukar segala kesenangan duniawi dengan kemuliaan di hadapan Allah, berarti ke-keren-an kamu masih perlu diragukan alias kurang valid. Karena apa? karena kerennya fisik pasti ada tanggal kadaluarsanya, tapi kerennya iman,akhlak, dan kebaikan itu yang bakal abadi sepanjang masa.

sumber: voa-islam.com

Ternyata Seks Bebas Bukan Suatu yang Aneh di Kalangan Remaja Indonesia

JAKARTA, muslimdaily.net - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan selain narkoba dan HIV/AIDS, persoalan utama remaja Indonesia saat ini adalah seks bebas.


"Hal tersebut harus segera ditangani mengingat jumlah remaja terbilang besar yakni mencapai 26,7 persen dari total penduduk," kata Plt Kepala BKKBN Subagyo di Jakarta, Rabu (28/11) dikutip Media Indonesia.

Subagyo menjelaskan, Penelitian Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) pada 2007 lalu menemukan perilaku seks bebas bukanlah sesuatu yang aneh dalam kehidupan remaja Indonesia.

Kementerian Kesehatan 2009 pernah merilis hasil penelitian di empat kota yakni Jakarta Pusat, Medan, Bandung, dan Surabaya yang menunjukkan sebanyak 35,9 persen remaja punya teman yang sudah pernah melakukan hubungan seksual sebelum menikah. Bahkan, 6,9 persen responden telah melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Lalu apa solusi BKKBN untuk mengatasi perilaku seks bebas di kalangan remaja ini?

BKKBN, sebagai institusi yang mempunyai fungsi sosialisasi tentang pentingnya kesehatan reproduksi bagi remaja dalam upaya mempersiapkan kehidupan berkeluarga, ujarnya, terus meningkatkan berbagai program.

Program GenRe (Generasi Berencana) adalah salah satunya yang ditawarkan sebagai upaya edukasi.

Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Sudibyo Alimoeso menambahkan, BKKBN ingin menjadikan GenRe sebagai sebuah gaya hidup kalangan remaja sehingga dapat merencanakan keluarga yang berkualitas, dan bukan sebagai kewajiban untuk menekan angka kelahiran.

"Pendekatannya adalah untuk kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga bagi remaja, bukan pengendalian penduduk," ujarnya.

sumber: voa-islam.com

Bukan Remaja Labil

Pesona dunia kadang melenakan siapapun yang menyambutnya dengan suka cita. Tapi apa iya seperti itu, friend?. yups, dunia ini hanya menyamankan seseorang yang tahu akan batas akhir kesukaannya atas dunia. Dan malah dunia ini akan semakin mencengkeram dan menggorok hati mereka, bagi siapapun yang bersedia menghamba dan menenggelamkan diri bersamanya.
Dan setiap orang pastilah mengalaminya, yaitu masa remaja. Ya, masa ini sebenarnya adalah seberat- berat cobaan, dan seindah- indah nikmat bagi siapapun yang menyadarinya. Nggak percaya? Coba aja!. Semakin kamu tenggelam bersamanya, dan memanjakan pikiran kamu dengan alasan "Ah aku masih remaja, masih banyak waktu buat have fun", lalu kamu nikmati dunia itu dengan cara yang dilarang Allah, maka yang ada di detik selanjutnya adalah "panen" atas perbuatan kamu yang sayangnya adalah kamu tanam sendiri dengan tanganmu.
Dan sebaliknya, saat kamu benar- benar bisa mengkontrol darah panas dan semangat kamu yang masih meluap-luap itu, dan saa
t kamu masih bisa pegang kendali atas dirimu yang labil itu, maka jalan kesenangan justru akan sangat berpihak kepada kamu. Lihat saja buktinya yang terjadi di sekitar kamu. Ya Allah, betapa kasihan teman- teman kita yang niatnya sih senang- senang, tapi akhirnya malah jadi aib seumur hidup. Kalau- dipikir- pikir, Betapa egois mereka itu pada diri mereka sendiri sebenarnya. Karena bahkan mereka telah menyengsarakan diri mereka sendiri untuk menjadi bagian dari sebuah susah. Dan, nggak sampai disini saja, Lihatlah nanti ketika mereka tua dan ketika nasib baik tidak berpihak kepada mereka, maka dengan susah payah mereka akan menyalahkan siapapun bahkan Allah,.. dan siapapun lah, asal bukan dirinya sendiri. Dan apakah hal seperti ini menambah kebaikan buat mereka?. Absolutely, NO!.
Friend, nggak cukup disana aja loh ternyata. Keburukan itu bahkan bisa berefek seperti “bola salju” yang bakal menempel dinama belakang nama kita, seumur hidup... seumur hidup. Keburukan kita juga akan berakibat buat orang- orang yang menyayangi kita, misalnya orang tua kita. Dan, jangan bilang kalau ini adalah cara terpintar untuk kita bisa membalas jasa terbaik mereka setelah sekian lama merawat kita!.
So, sebenarnya menjadi remajapun adalah juga tentang tanggung jawab. Dan mulai hari ini, sudahkah kita mengingatkan diri kita bahwa, kita bukan generasi yang "sakit" yang hanya bisa mennghabiskan jatah nafas di dunia, untuk sesuatu yang sia- sia?Bukankah semua hal di dunia pastilah akan dimintai pertanggungan jawab pada setiap detiknya?. Jawabnya kamu sendiri yang bakal tahu.

sumber: voa-islam.com