Minggu, 05 Mei 2013

Media Pelecehan Perempuan itu Bernama Iklan

Era keterbukaan media semakin gencar. Begitu juga dengan gerakan liberalisasi perempuan atas nama emansipasi. Kedua hal ini saling memanfaatkan dan dimanfaatkan. Iklan terasa garing tanpa perempuan, dan perempuan pun terseret arus materialisme sehingga sukarela saja menjadi model bintang iklan.

Coba saja kamu amati mulai iklan permen sampai ubin, mobil sampai cat tembok, semua menampilkan sosok perempuan berpakaian minim dan berpenampilan seksi. Secara akal sehat, apa hubungan iklan keramik dengan punggung telanjang seorang perempuan? Sama-sama muluskah? Atau sama-sama bisa diinjak-injak dan dibeli dengan gepokan rupiah?

Iklan rokok juga begitu. Selalu ada perempuan ditampilkan seolah-olah pria perokok adalah idaman wanita. Padahal kalo mau jujur dan berfikir dengan jernih, cewek yang suka cowok perokok pastilah bukan cewek cerdas. Ia tak tahu bahwa efek negatif merokok jauh lebih besar daripada manfaatnya. Trus, apa juga peranan cewek di iklan ini yang jelas-jelas hanya sebagai daya tarik seksual untuk meningkatkan penjualan? Masa iya sih cuma segitu saja cewek mau dihargai harga dirinya?
...iklan-iklan cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis...
Belum lagi iklan-iklan lain yang berisi cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan dan kerlingan mata kayak orang lagi kelilipan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis. Padahal sungguh, perempuan itu harganya mahal andai saja dia mampu menghargai dirinya sendiri. Bila dirinya sendiri saja tak mampu menghargai mahal, bagaimana mungkin mengharapkan orang lain mau menghargai dirinya?

Perempuan itu indah, memang sudah kodrat. Keindahan inilah yang sering dimanfaatkan dengan tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak yang suka melecehkan perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus cerdas agar tak mudah diperdaya. Cerdas disini bukan hanya secara otak saja, tapi juga harus secara pribadi dan iman. Bila otak saja yang diunggulkan kecerdasannya tanpa unsur pribadi dan iman, jadinya banyak cewek yang terjerembab dalam eskploitasi fisik. Contoh semacam ini banyak ditemui di kontes putri-putrian dan ‘miss-miss’-an.

Cerdas otak saja tak cukup membekali perempuan untuk bisa menghargai dirinya sendiri. Selalu saja salah persepsi yang ia kemukakan seolah-olah eksploitasi cewek dalam iklan atau ajang kecantikan itu malah memuliakan perempuan. Apa iya acara kontes kecantikan dan model iklan akan banyak peminatnya bila saja imbalannya bukan uang dan mobil mewah? Coba saja sekali-kali iklan-iklan itu membayar model-modelnya dengan satu pasang mukena baru, misalnya. Trus, munculnya juga gak boleh pamer aurat. Cukup ujung jari tangannya saja yang dishooting, selebihnya adalah gambar pemandangan. Ditanggung cewek-cewek itu malas banget ikut casting iklan.

Peran cewek atau perempuan tidak berdiri sendiri dalam ajang pelecehan ini. Ada sebuah system yang memang menumbuhsuburkan pelecehan ini. Sebuah system yang sok mengatur manusia dengan hukum ciptaan manusia. System yang sok menandingi hukum ciptaan Yang Mahamencipta. So, hasilnya malah kacau balau.
...Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya...
Hanya ada satu system yang benar-benar memuliakan perempuan dan menghargainya dengan harga yang sangat mahal. Sistem ini memberi imbalan kenikmatan abadi surga seluas langit dan bumi. Kuncinya Cuma satu yaitu nurut sama aturan yang menciptakan manusia dan memberinya aturan yang sempurna. Dijamin bakal mulia dunia akhirat dan kaya selama-lamanya, insya Allah. Aturan ini ada pada syariah Islam saja. So, aturan yang lain? Ke laut aje kali yee…

Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya. Oke? Pasti donk! Seeeppp deh ^_^ [riafariana/voa-islam.com]

Jadi Ikhwan Jangan Genit

Jadi ikhwan jangan genit
Kalau diluar tampil alim dan sangat sibuk
Tapi waktu dengar adzan, ke masjidpun jadi yang paling ngantuk
Apalagi kalau mau datang waktu Jum'atan
Beuh,lewat depan rumah si akhwat dengan tampilan paling jantan
Seakan dia sedang memikirkan berbagai hal
Padahal tujuannya nggak jauh- jauh dari update sendal
Astagfirullah....

Jadi ikhwan jangan genit
Pengen banget disebut ikhwan.. biar kelihatan tambah wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Apalagi kalau soal dakwah
Selalu bilang... lu duluan aja dah
Dalam hati mau jujur sajalah
Dakwah buat kepala cenat-cenut dalam- dalam..
Selanjutnya lebih enak ngedengerin " cinta satu malam"

Jadi ikhwan jangan Genit
Kamuflase pun berlanjut
Menyerang hati yang kena penyakit akut
Coba- coba tampil super jaim didepan para akhwat
Sambil berharap agar lebih memikat
Ikhwan genit pun matanya mulai jelalatan,
Kalau ada akhwat yang melintas di depan
Cepat- cepat beri penilaian
Loh.. loh matanya masih aja "belanja"
Pas diingetin bilangnya, "ah cuman pandangan pertama yang nggak Disengaja"
Si ikhwan genit akhirnya pasang kuda- kuda
Deg.. deg.. benar- benar terbayang dihati dan kepala
Ya Allah apakah ini jodoh saya?
Lebay...

Jadi ikhwan jangan genit
Banyak memanfaatkan amanah dakwah untuk kepentingan diri
Dan pikirannya hanyalah tentang akhwat dan proses seleksi
Coba lihat koleksi foto akhwatnya
Kalo dilihatin bisa dag dig dug di dada
Sampai- sampai bisa buat si ikhwan kelenger
Supaya awet, ditaruhnya tuch foto dibackground komputer
Ajiib....

Jadi ikhwan jangan genit
Akhirnya si akhwat minta ditolong
Benerin komputer yang katanya meledak ampe gosong
Kepintaran si ikhwan membuat sang akhwat terkesan
Percakapanpun di susul dengan hal yang nggak relevan
Sampai akhirnya bicara juga tentang pemograman
Ahay, tapi si ikhwan dalam hati berharap, lumayan kalau nanti Akhirnya bisa kenalan

Jadi ikhwan jangan genit
Acara chating pun berlanjut dengan si akhwat
Kalo ditegor katanya "ah cuma sambil lewat"
Pakai alasan buat dakwah di dunia maya
Tapi kok skalian pasang foto yang paling gaya
Maksud awal ingin sampein materi
Eh malah ujungnya nanya " sudahkah anda ta'aruf ukhti?"
Si akhwat menjawab malu- malu "belum, memang kenapa akh?"
Si ikhwan menyambut lega, "alhamdulillah"
Percakapanpun berlanjut dengan yang sangat pribadi
Please dey, trus esensi dakwah tuh apa kabarnya ini?

Jadi ikhwan jangan genit
Sekarang mulai suka sekali sms tausiyah
Padahal sebenarnya dia kangen akhwat idola sampai berdarah- darah
Sang akhwat menyambut dengan ucapan terimakasih
Si ikhwanpun kegirangan ampe tuna ekspresih
Oh noo...

Jadi ikhwan jangan genit
Menginjak acara selanjutnya,
Iseng- iseng ditelpon itu akhwat idola
Katanya sih urusan darurat
Darurat sih darurat tapi kok betah sampe jam 12 malam lewat
Ampe lupa kalo mata tinggal setengah watt

Jadi ikhwan jangan genit
Para ikhwan, apakah kau masih ingat
Atau mungkin pernah engkau catat
Bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar wanita
Walau itu adalah celah kelemahanmu yang paling nyata
Tapi urusan jodoh itu hal yang ghoib
Jangan kotori diri dengan aib
Lebih baik mulai menjaga izzah
Atau bakal jauh dari naungan dakwah
Nggak perlu pakai tebar pesona terbaik
Dengan iman kau menjadi yang paling apik

Jadi ikhwan jangan genit
Engkau laki- laki penuh dengan amanah
Engkau akan menjadi pemimpin keluarga yang sakinah
Maka dari itu jangan "suka- suka gue dah"
Mulailah belajar hidup terarah
Terarah dalam aturan sang maha rahman
Sehingga hidupmu akan penuh dengan kedamaian.
(voa-islam.com)