Kamis, 20 Maret 2014

Open Mind: Jadi Siapa Teroris Sesungguhnya?

Open Mind: Jadi Siapa Teroris Sesungguhnya?

















Siapakah yang menyulut perang dunia pertama? ..... Apakah orang Islam? Bukan !

Siapakah yang menyulut perang dunia kedua? ..... Apakah orang Muslim? Bukan !

Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima? ..... Apakah orang Islam? Bukan !

Wahai Sahabat Muda Voa-Islam...

Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia? ..... Apakah orang Muslim? Bukan !

Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika? .... Apakah mereka orang Islam? Bukan !

Dan siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika? ..... Apakah mereka orang-orang Muslim? Bukan !

Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik? ..... Apakah orang Islam? Bukan !

Amerika patut disebut teroris karena telah membunuh ribuan bahkan hingga jutaan manusia di Iraq, Afghanistan, Korea, dll dengan berbagai dalih.

Israel juga sangat layak disebut teroris karena menduduki dan merampas tanah Palestina yang bukan miliknya dan mengusir ribuan orang dari tanah kelahiran mereka.

Israel juga membunuh 10.000 rakyat Libanon, hanya karena alasan hilangnya 2 orang tentara mereka ... ini juga adalah tindakan terorisme.

Jadi siapa teroris yang sesungguhnya ? [brbs/aqwam/voa-islam.com]

Bangkitkan Mereka!

SmartTeen: Bangkitkan Mereka!

Sahabat Shalih dan Shalihah Voa Islam,
Pemuda merupakan generasi harapan bagi dien dan negeri dimana ia tinggal. Bukan menjadi generasi yang akan menyebabkan kerusakan atau bahkan kehancuran suatu negeri dengan ulah perilaku mereka yang tidak sesuai dengan syari’at Allah Ta’ala. Bagi siapapun itu yang peduli akan kebangkitan Islam tentu tidak akan melupakan front yang satu ini. Karena dibarisan inilah semangat perjuangan berkobar dengan membara.
Sungguh negeri ini merupakan sebuah negeri yang hampir seluruh penduduknya menyandang predikat seorang muslim. Potensi yang sangat luar biasa untuk sebuah gerakan kebangkitan Islam. Sekilas mungkin akan terbesit dibenak kawan maupun lawan bahwa negeri ini akan menjadi bagian dari kekuatan hebat kaum muslimin. Semudah itukah?
Ternyata walau negeri ini berpenduduk mayoritas muslim rasanya perjuangan dalam membumikan Kitabullah dan Sunnah tetap terasa berat bahkan terasa lebih berat.
Kenapa perjuangannya terasa lebih berat padahal saat ini pun perjuangannya sudah cukup berat? Da’i di stigmakan sebagai fundamental, radikal bahkan teroris. Kebathilan dilindungi. Kesesatan dan kemungkaran dibiarkan berkembang liar asalkan mempunyai kekuatan lobi dll.
bagaimana tidak.. masyarakat negeri ini masih jauh dari tuntunan dan norma-norma Islam didalam menjalani kehidupan untuk pribadi dan keluarganya. Diantara mereka pun masih banyak yang belum mengetahui hakikat syari’at yang sesuai dengan manhaj Rasul Shalallahu’alaihi wa sallam. Bahkan diantara mereka masih ada yang tidak menginginkan tegaknya Islam secara institusi atau struktural dinegeri ini dalam bentuk Daulah Islam.
Tidak terkecuali para pemuda yang seharusnya mempunyai andil cukup besar didalam sebuah gerakan kebangkitan Islam terkhusus di negeri ini tapi apa yang terjadi dengan para pemuda kita di zaman dan negeri ini? Mereka tersibukkan dan tertipudaya dengan kehidupan dunia yang penuh jebakan-jebakan syahwat iblis dan balatentaranya. Padahal pemuda merupakan pelopor sekaligus pilar didalam sebuah perjuangan untuk menggapai kemenangan atas tujuan. Dan kemenangan tidak dapat mungkin diraih jika amanah perjuangan diemban oleh jiwa-jiwa yang kerdil. Jiwa-jiwa yang tidak mengerti dan memahami apa yang sedang mereka perjuangkan! Tidak sedikit yang mengklaim memperjuangkan Al Haq namun pada kenyataannya seiring dengan berjalannya waktu perjuangan itu tidak memberikan pengaruh apapun yang ada barisan nya menjadi barisan yang porak-poranda dikarenakan manhaj dalam perjuangan yang melenceng.
Tidak bisa dipungkiri saat ini mayoritas pemuda kita masih sangat jauh dari harapan untuk berke-inginan ikut serta dalam perjuangan menegakkan Kalimatullah. Lantas apa yang seharusnya dilakukan? Ini semua tidak lepas dari peran globalisasi juga perang pemikiran yang dilancarkan musuh-musuh Islam. Dan yang harus dilakukan tentunya mempersiapkan generasi yang akan datang dari sejak dini dengan memberikan tarbiyah yang sungguh-sungguh kepada mereka. Membangun keimanan dan Tauhid yang kokoh dalam jiwa-jiwa mereka. Mengajarkan, menanamkan dan memahamkan ‘Ilmu dan Manhaj yang benar dalam kehidupan mereka.
Arus globalisasi saat ini tidak hanya membawa dampak kerusakan bagi para pemuda tapi juga perangkap-perangkap perang pemikiran ikut serta didalam arus ini. Diantara cara agar pemuda kita tidak (terus) terjebak kedalam perangkap perang pemikiran ini adalah dengan melakukan perang yang serupa. Pemikiran dilawan dengan pemikiran dan senjata tentunya dilawan dengan senjata. Ide-ide dan pemahaman-pemahaman kufur lagi menyesatkan, syubhat yang ditebarkan musuh-musuh Islam dan kaum munafiqin, budaya yang diadopsi dari luar bahkan budaya dalam negeri yang bertentangan dengan Al Islam semua kita perangi dan patahkan dengan menegakkan Hujjah yakni Al Haq.
Sampaikan Hujjah dan Risalah Al Islam yang Agung lagi Mulia ini kepada mereka, tunaikan kewajiban kita untuk berdakwah, ber- Amar Ma’ruf Nahi Munkar. Jika keimanan, ‘ilmu dan manhaj yang benar telah menancap dengan kokoh dalam jiwa-jiwa mereka maka jerat ghazwul fikr yang membelit mereka akan mudah mereka hancurkan dan mereka pun akan mampu untuk menangkal dan melawan arus perang pemikiran ini.
Jika pemuda kita telah tersentuh dakwah.. tercerahkah oleh dakwah.. meniti jalan suci nan mulia ini maka pemuda-pemuda kita akan menjadi pemuda yang tangguh. Menjadi pemuda harapan dien dalam menegakkan Kalimatullah.. menjadi benteng kokoh yang menjaga Izzah Islam dan kaum Muslimin. Mari bangkitkan Mereka..!! Wallahu’alam..

Jika Sudah Kecanduan Pacaran...

KONON, hanya satu hal yang dapat mengubah kejiwaan remaja atau pemuda yang sedang bergejolak. Seorang pecandu rokok, pemain game atau pembolos ketika sekolah akan bertekuk lutut ketika sang kekasih memintanya untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Atas nama cinta! Yah, itulah alasannya. Suatu alasan yang telah menjamur.

Namun, seperti yang di’konon’kan di atas, sangatlah tidak masuk akal dan tidak bisa dibenarkan. Mari mencoba melihat realita. Berapa banyak mahasiswa yang rajin, rela mengorbankan waktu belajarnya untuk pacaran. Dan yang gemar menabung, merelakan rupiah demi rupiahnya untuk sebuah candle light dinner.

Pada hakikatnya pacaran hanyalah memindahkan seseorang dari satu lubang ke lubang yang lain. Dan juga menyeret orang yang selamat ke sebuah lubang yang dimurkai Allah.

Sebuah analogi yang logis. Ketika seorang majikan sebuah toko, dia memiliki satu orang pekerja. Dengan satu orang pekerja yang dia miliki, dia mampu mengembangkan usahanya menjadi lebih maju. Semakin hari, usaha yang dia rintis semakin bertambah dan dia mengambil satu orang lagi sebagai pekerja. Kemudian dia menuturkan, jika satu orang pekerja memiliki power bernilai 4, ketika ditambah satu orang yang juga memiliki power bernilai 4. Hasil yang didapat bukan sekedar 8 power, namun 10 atau bahkan lebih. Kerja sama membuat mereka dapat bekerja lebih bagus.
Berbeda lagi dengan dua orang yang dimabuk cinta. Ketika dia masih berstatus single, dengan tekad yang bulat dia mampu mengerjakan suatu pekerjaan dengan sendirinya. Namun ketika ada satu orang yang dianggapnya sebagai 'pacar', ketika suatu pekerjaan dihadapi, dia hanya berkata "yank, masa sayank tega sih liat aku ngerjain tugas sendirian?" tragis. Satu bukti bahwa pacaran melemahkan mental, menurunkan produktivitas dan mengacaukan agenda.

Pacaran adalah sebuah aktivitas yang menyiksa batin dan mempermainkan hati, permainannya menyebabkan hati menjadi sakit bahkan tidak sedikit yang hatinya mati dibuatnya. Kasus petinggi negara Indonesia, pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, zina anggota DPR bisa dijadikan contoh, atau perselingkuhan presiden terdahulu dengan istri orang, dan masih banyak lagi. Ketika hati tidak berfungsi sebagai pengontrol akhlak, banyak kejahatan yang ditimbulkan.

Juga ketika seharusnya remaja dengan jiwa mudanya mampu berkreasi dan memberikan gebrakan besar dalam kehidupan ini. Atas nama cinta dia dibuatnya tidak berkutik. Sehari tidak bertemu pacar, seperti ada sesuatu yang kurang, aktivitas dilakukan dengan tanpa ada semangat. Hampa dunia terasa, apalagi ketika 'putus'. Menandakan bahwa pacaran menjadikan hari-hari penuh dengan rasa was-was, dan tidak memberikan ketenangan.

Pacaran itu candu, bagaikan meminum air laut, di setiap tegukan memberikan rasa haus yang semakin bertambah. Pacaran itu bak pecandu rokok. Berawal dengan merokok menjadikan kebiasaan buruk lain muncul.
Pacaran itu candu! Berawal dengan sekedar chatting, lalu bergandengan tangan, kemudian berciuman dan akhirnya banyak yang sampai pada zina. Na'udzubillah min dzalik.

Masih banyak efek samping yang dapat ditimbulkan dari pacaran. Melakukan atau menjauhinya adalah sebuah pilihan. Sebagaimana surga dan neraka yang bebas kita pilih, dengan konsekuensi masing-masing tentunya. Karena hanya ada dua pilihan dalam hidup. Bahagia, atau binasa. Semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk dapat kita tempuh dengan penuh kelapangan. [Rafiq Jauhary/voa-islam.com]

Begini Seharusnya Pemuda

Begini Seharusnya Pemuda










Di suatu malam yang indah, saat bulan menerangi bumi , seorang bapak datang menemui saya. Dia mengadukan prihal anaknya yang baru beranjak dua puluh tahun dari usianya. Sambil duduk, ia mengungkapkan “saya tak tahu lagi, apa yang mesti saya lakukan terhadapnya. Saya benar-benar bingung menghadapinya.“
Saya balik bertanya “Apa maksud Anda? Apakah mengadukan salah satu jenis kesalahan dan kenakalan anak Anda? Apa ia tidak shalat? Tidak belajar dengan baik? Ataukah, ia tidak ghodhul bashor (menundukkan pandangannya), sebenarnya apa yang menjadi persoalannya?”
Saya terkejut, tatkala ia berkata dengan penuh emosi “Wahai Doktor, justru sebaliknya, saya mengadukan saya yang sangat rajin dan komitmen terhadap perintah agama. Ia selalu mencari tahu hokum setiap masalah, baik yang sepele maupun yang besar; apakah ini halal ataukah haram?”
“Hampir setiap sholatnya dikerjakan di masjid. Hari–harinya selalu dilalui dengan membaca buku-buku besar dan kitab-kitab rujukan yang tebal. Setiap harinya selalu berbicara tentang Palestina, Irak, Sudan dan Chechnya. Sikap pedulinya jauh lebih besar dari pada usianya,” lanjut sang bapak.
Ia menambahkan, “Saya sudah menesehatinya agar meninggalkan semua itu dan hidup layaknya para pemuda sekarang. Saya ingin agar anak saya juga bemain, bargaul dan bersenang-senang sebagaimana pemuda yang lain. Wahai Doktor, nasehatilah saya, apa yang harus saya lakukan pada anak saya?”
Saya menarik nafas dalam-dalam. Setelah berpikir dan merenung sejenak, saya berujar, ”Nasehat saya, Anda harus lebih banyak berinteraksi dengan anak Anda dan belajar darinya. Betapa banyak orang tua yang memerlukan arahan dan bimbingan. Tetapi sebaliknya, tak sedikit anak- anak yang meskipun masih muda mendapat “hikmah” yang tak kunjung didapatkan oleh orang tuanya selama bertahun-tahun?”
Kisah di atas memiliki banyak sekali manfaat yang bisa diambil untuk dijadikan sebagai motivasi bagi pemuda dan renungan bagi orang tua.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam pada hari kiamat sehingga dia ditanya tentang lima perkara : Tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan, tentang usianya untuk apa dia habiskan, tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa dia belanjakan, serta tentang ilmunya, apa yang diperbua tdengan ilmunya.

Minggu, 05 Mei 2013

Media Pelecehan Perempuan itu Bernama Iklan

Era keterbukaan media semakin gencar. Begitu juga dengan gerakan liberalisasi perempuan atas nama emansipasi. Kedua hal ini saling memanfaatkan dan dimanfaatkan. Iklan terasa garing tanpa perempuan, dan perempuan pun terseret arus materialisme sehingga sukarela saja menjadi model bintang iklan.

Coba saja kamu amati mulai iklan permen sampai ubin, mobil sampai cat tembok, semua menampilkan sosok perempuan berpakaian minim dan berpenampilan seksi. Secara akal sehat, apa hubungan iklan keramik dengan punggung telanjang seorang perempuan? Sama-sama muluskah? Atau sama-sama bisa diinjak-injak dan dibeli dengan gepokan rupiah?

Iklan rokok juga begitu. Selalu ada perempuan ditampilkan seolah-olah pria perokok adalah idaman wanita. Padahal kalo mau jujur dan berfikir dengan jernih, cewek yang suka cowok perokok pastilah bukan cewek cerdas. Ia tak tahu bahwa efek negatif merokok jauh lebih besar daripada manfaatnya. Trus, apa juga peranan cewek di iklan ini yang jelas-jelas hanya sebagai daya tarik seksual untuk meningkatkan penjualan? Masa iya sih cuma segitu saja cewek mau dihargai harga dirinya?
...iklan-iklan cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis...
Belum lagi iklan-iklan lain yang berisi cewek dengan penampilan seronok, mendesah-desah kayak orang lagi kepedasan dan kerlingan mata kayak orang lagi kelilipan. Tragis nian bila cewek merasa bangga dan puas bila dirinya diperalat untuk mengais untung oleh perusahaan-perusahaan kapitalis. Padahal sungguh, perempuan itu harganya mahal andai saja dia mampu menghargai dirinya sendiri. Bila dirinya sendiri saja tak mampu menghargai mahal, bagaimana mungkin mengharapkan orang lain mau menghargai dirinya?

Perempuan itu indah, memang sudah kodrat. Keindahan inilah yang sering dimanfaatkan dengan tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak yang suka melecehkan perempuan. Oleh karena itu, perempuan harus cerdas agar tak mudah diperdaya. Cerdas disini bukan hanya secara otak saja, tapi juga harus secara pribadi dan iman. Bila otak saja yang diunggulkan kecerdasannya tanpa unsur pribadi dan iman, jadinya banyak cewek yang terjerembab dalam eskploitasi fisik. Contoh semacam ini banyak ditemui di kontes putri-putrian dan ‘miss-miss’-an.

Cerdas otak saja tak cukup membekali perempuan untuk bisa menghargai dirinya sendiri. Selalu saja salah persepsi yang ia kemukakan seolah-olah eksploitasi cewek dalam iklan atau ajang kecantikan itu malah memuliakan perempuan. Apa iya acara kontes kecantikan dan model iklan akan banyak peminatnya bila saja imbalannya bukan uang dan mobil mewah? Coba saja sekali-kali iklan-iklan itu membayar model-modelnya dengan satu pasang mukena baru, misalnya. Trus, munculnya juga gak boleh pamer aurat. Cukup ujung jari tangannya saja yang dishooting, selebihnya adalah gambar pemandangan. Ditanggung cewek-cewek itu malas banget ikut casting iklan.

Peran cewek atau perempuan tidak berdiri sendiri dalam ajang pelecehan ini. Ada sebuah system yang memang menumbuhsuburkan pelecehan ini. Sebuah system yang sok mengatur manusia dengan hukum ciptaan manusia. System yang sok menandingi hukum ciptaan Yang Mahamencipta. So, hasilnya malah kacau balau.
...Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya...
Hanya ada satu system yang benar-benar memuliakan perempuan dan menghargainya dengan harga yang sangat mahal. Sistem ini memberi imbalan kenikmatan abadi surga seluas langit dan bumi. Kuncinya Cuma satu yaitu nurut sama aturan yang menciptakan manusia dan memberinya aturan yang sempurna. Dijamin bakal mulia dunia akhirat dan kaya selama-lamanya, insya Allah. Aturan ini ada pada syariah Islam saja. So, aturan yang lain? Ke laut aje kali yee…

Jadilah perempuan cerdas dengan menolak eksploitasi apa pun bentuknya. Oke? Pasti donk! Seeeppp deh ^_^ [riafariana/voa-islam.com]

Jadi Ikhwan Jangan Genit

Jadi ikhwan jangan genit
Kalau diluar tampil alim dan sangat sibuk
Tapi waktu dengar adzan, ke masjidpun jadi yang paling ngantuk
Apalagi kalau mau datang waktu Jum'atan
Beuh,lewat depan rumah si akhwat dengan tampilan paling jantan
Seakan dia sedang memikirkan berbagai hal
Padahal tujuannya nggak jauh- jauh dari update sendal
Astagfirullah....

Jadi ikhwan jangan genit
Pengen banget disebut ikhwan.. biar kelihatan tambah wah..
Tapi jarang banget yang namanya tilawah..
Apalagi kalau soal dakwah
Selalu bilang... lu duluan aja dah
Dalam hati mau jujur sajalah
Dakwah buat kepala cenat-cenut dalam- dalam..
Selanjutnya lebih enak ngedengerin " cinta satu malam"

Jadi ikhwan jangan Genit
Kamuflase pun berlanjut
Menyerang hati yang kena penyakit akut
Coba- coba tampil super jaim didepan para akhwat
Sambil berharap agar lebih memikat
Ikhwan genit pun matanya mulai jelalatan,
Kalau ada akhwat yang melintas di depan
Cepat- cepat beri penilaian
Loh.. loh matanya masih aja "belanja"
Pas diingetin bilangnya, "ah cuman pandangan pertama yang nggak Disengaja"
Si ikhwan genit akhirnya pasang kuda- kuda
Deg.. deg.. benar- benar terbayang dihati dan kepala
Ya Allah apakah ini jodoh saya?
Lebay...

Jadi ikhwan jangan genit
Banyak memanfaatkan amanah dakwah untuk kepentingan diri
Dan pikirannya hanyalah tentang akhwat dan proses seleksi
Coba lihat koleksi foto akhwatnya
Kalo dilihatin bisa dag dig dug di dada
Sampai- sampai bisa buat si ikhwan kelenger
Supaya awet, ditaruhnya tuch foto dibackground komputer
Ajiib....

Jadi ikhwan jangan genit
Akhirnya si akhwat minta ditolong
Benerin komputer yang katanya meledak ampe gosong
Kepintaran si ikhwan membuat sang akhwat terkesan
Percakapanpun di susul dengan hal yang nggak relevan
Sampai akhirnya bicara juga tentang pemograman
Ahay, tapi si ikhwan dalam hati berharap, lumayan kalau nanti Akhirnya bisa kenalan

Jadi ikhwan jangan genit
Acara chating pun berlanjut dengan si akhwat
Kalo ditegor katanya "ah cuma sambil lewat"
Pakai alasan buat dakwah di dunia maya
Tapi kok skalian pasang foto yang paling gaya
Maksud awal ingin sampein materi
Eh malah ujungnya nanya " sudahkah anda ta'aruf ukhti?"
Si akhwat menjawab malu- malu "belum, memang kenapa akh?"
Si ikhwan menyambut lega, "alhamdulillah"
Percakapanpun berlanjut dengan yang sangat pribadi
Please dey, trus esensi dakwah tuh apa kabarnya ini?

Jadi ikhwan jangan genit
Sekarang mulai suka sekali sms tausiyah
Padahal sebenarnya dia kangen akhwat idola sampai berdarah- darah
Sang akhwat menyambut dengan ucapan terimakasih
Si ikhwanpun kegirangan ampe tuna ekspresih
Oh noo...

Jadi ikhwan jangan genit
Menginjak acara selanjutnya,
Iseng- iseng ditelpon itu akhwat idola
Katanya sih urusan darurat
Darurat sih darurat tapi kok betah sampe jam 12 malam lewat
Ampe lupa kalo mata tinggal setengah watt

Jadi ikhwan jangan genit
Para ikhwan, apakah kau masih ingat
Atau mungkin pernah engkau catat
Bahwa ada hal yang lebih penting dari sekedar wanita
Walau itu adalah celah kelemahanmu yang paling nyata
Tapi urusan jodoh itu hal yang ghoib
Jangan kotori diri dengan aib
Lebih baik mulai menjaga izzah
Atau bakal jauh dari naungan dakwah
Nggak perlu pakai tebar pesona terbaik
Dengan iman kau menjadi yang paling apik

Jadi ikhwan jangan genit
Engkau laki- laki penuh dengan amanah
Engkau akan menjadi pemimpin keluarga yang sakinah
Maka dari itu jangan "suka- suka gue dah"
Mulailah belajar hidup terarah
Terarah dalam aturan sang maha rahman
Sehingga hidupmu akan penuh dengan kedamaian.
(voa-islam.com)

Selasa, 30 April 2013

Pacaran Islami ?! Emang Ada ?!



Sttt, tema kali niy adalah tentang pacaran. Nah kalo buat kamu yang nggak begitu jelas dengan apa sih itu aktifitas pacaran, (hee.. emang ada ya hare gene yang nggak ngeh apa itu pacaran), itu tuh, cowok ama cewek yang saling tertarik, trus mengikat janji sehidup semati, alah, ...kaya` udah jadi suami istri ajah.
Fiuhhh, ngemengin tentang cinta emang nggak da matinya, pasti semua bakalan cling deh semangatnya. Termasuk yang baca kali`, heee.... Virus cinta emang sudah melanda siapa aja yang berjudul manusia yang punya rasa cinta dan kasih sayang.
Nah, Nah cilakanya, tren pacaran udah kya sante ajah tuh ditanggapi ama orang- orang sekitar kita, walopun anak ato tetangga mereka tuch belon pada nikah. Dalam pikiran mereka, yaah wajar laah, namanya juga remaja. Tren nya pun macem- macem, Dari mulai yang backstreet, karena takut ketahuan sama ortu, sampai yang berani tanpa tedeng aling-aling. Mulai cuma jalan berdua sambil pegangan tangan, pokoknya kumplit dari mulai level beginner, intermediate, ampe yang master banget.
Nah, masalahnya ada beberapa may be dari kamu yang udah tau kalo pacaran adalah nggak boleh, cuman masih pada ngeles dengan bilang en ngasih lebel hubungan mereka dengan `pacaran islami`.
Hee.. lucu ya? emang!!.
Tapi kamu ngakuin ato nggak, bahkan hati kamu lebih dari tau kalo semua tuh sebenarnya cuman sekedar kya upaya buat melegalkan aktivitas baku syhawat  ce co non mahram. Artinya kamu pengen Islam, tapi pengen pacaran juga? ada-ada saja!
Pren, dalam islam tuh nggak ada istilah pacaran, alias hubungan dekat ampe yang begituh- begituh ( Jadi nggak enak nyebutinnya nich) kalo kamu belum nikah. Maksiat is maksiat. en tentu ajah dosa.
Jangan dikira ye, karena kamu bilang toh aktivitas pacaran kamu nggak sebrutal yang laen- laen. Kan aku pacarannya tetep pake jilbab, dia kan juga pake baju koko dan berjenggot, trus kan juga mojoknya di masjid. Mangkanya disebut pacaran Islami en kali ajah malaikatnya amnesia gituh nulis di catetan dosanya. Heleh.. yang bener ajah mamen. dikau telah salah besar kisanak!!
Pren, gimana kalo kita lebih belajar lagi soal aturan Allah subhanahu wata`ala. biar entar, jangan sampai aktivitas maksiat berubah jadi halal soalnya gara-gara pake embel-embel Islam. Nggak bisa plus nggak bener tuh. Nah kalo gini ya ceritanya, kan kita pada tau tuh kalo daging babi adalah haram, trus kalo ada yang nyembelihnya nyebut nama Allah bakal jadi halal gituh, en disebut daging babi islami? Ya nggak laaaaah!!
So, nggak ada istilah pacaran islami, pren. Dosa is tetep dosa. Kali kita nganggap semua itu pacaran islami karena semangat kita gedhe tentang islam tapi miskin ilmu tentang islam itu sendiri. Jangan salah, yang kya gini juga bahaya loh. Bukan apa-apa, mencintai Islam nggak cukup modal semangat yang menyala. Ilmunya juga kudu dipelajari. Nah biar kamu jadi sayang en ngerti islam, mangkanya kudu tuh yang namanya kenalan dulu. Kan nggak kenal maka nggak sayang toh. En supaya kamu semua bisa sayang, bahkan ikut ngebelain kalo ada orang yang berusaha memadamkan cahaya Islam, salah satunya ya kudu belajar ilmu islam tadi.
Kalo kamu ngaku muslim, so pasti ada konsekwensinya dunk. salah satunya aja, ngejaga diri biar nggak nodain Islam dengan kreativitas aktivitas maksiat, ya kya `pacaran islami` tadi contohnya.
Kalo kamu dilanda cinta, kan nggak mesti diwujudkan dalam bentuk pacaran. InsyaAllah masih banyak cara laen yang lebih di ridhoin sama Allah. Entar, sabar..kalo dah abies ijab kabul. Kan Kamu muslim...kan?
(Voa-islam.com)