Di suatu malam yang indah, saat
bulan menerangi bumi , seorang bapak datang menemui saya. Dia mengadukan
prihal anaknya yang baru beranjak dua puluh tahun dari usianya. Sambil
duduk, ia mengungkapkan “saya tak tahu lagi, apa yang mesti saya lakukan
terhadapnya. Saya benar-benar bingung menghadapinya.“
Saya balik bertanya “Apa maksud Anda?
Apakah mengadukan salah satu jenis kesalahan dan kenakalan anak Anda?
Apa ia tidak shalat? Tidak belajar dengan baik? Ataukah, ia tidak
ghodhul bashor (menundukkan pandangannya), sebenarnya apa yang menjadi
persoalannya?”
Saya terkejut, tatkala ia berkata dengan
penuh emosi “Wahai Doktor, justru sebaliknya, saya mengadukan saya yang
sangat rajin dan komitmen terhadap perintah agama. Ia selalu mencari
tahu hokum setiap masalah, baik yang sepele maupun yang besar; apakah
ini halal ataukah haram?”
“Hampir setiap sholatnya dikerjakan di
masjid. Hari–harinya selalu dilalui dengan membaca buku-buku besar dan
kitab-kitab rujukan yang tebal. Setiap harinya selalu berbicara tentang
Palestina, Irak, Sudan dan Chechnya. Sikap pedulinya jauh lebih besar
dari pada usianya,” lanjut sang bapak.
Ia menambahkan, “Saya sudah
menesehatinya agar meninggalkan semua itu dan hidup layaknya para pemuda
sekarang. Saya ingin agar anak saya juga bemain, bargaul dan
bersenang-senang sebagaimana pemuda yang lain. Wahai Doktor, nasehatilah
saya, apa yang harus saya lakukan pada anak saya?”
Saya menarik nafas dalam-dalam. Setelah
berpikir dan merenung sejenak, saya berujar, ”Nasehat saya, Anda harus
lebih banyak berinteraksi dengan anak Anda dan belajar darinya. Betapa
banyak orang tua yang memerlukan arahan dan bimbingan. Tetapi
sebaliknya, tak sedikit anak- anak yang meskipun masih muda mendapat
“hikmah” yang tak kunjung didapatkan oleh orang tuanya selama
bertahun-tahun?”
Kisah di atas memiliki banyak sekali
manfaat yang bisa diambil untuk dijadikan sebagai motivasi bagi pemuda
dan renungan bagi orang tua.
“Tidak akan bergeser kedua kaki anak
Adam pada hari kiamat sehingga dia ditanya tentang lima perkara :
Tentang masa mudanya, untuk apa ia gunakan, tentang usianya untuk apa
dia habiskan, tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa dia
belanjakan, serta tentang ilmunya, apa yang diperbua tdengan ilmunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar