Ditengah kesibukan menulis itu, tiba-tiba terbanglah seekor lalat dan hinggap di mangkuk tinta Imam al- Ghazali. Lalat itu tampaknya sedang kehausan. Ia meminum tinta dimangkuk itu.
Melihat lalat yang kehausan itu, Imam al-Ghazali membiarkan saja lalt itu meminum tintanya. Lalat juga makhluk Allah yang harus diberikan kasih sayang.
Ketika al-Ghazali wafat, selang beberapa hari kemudian, terdapat sahabat dekat beliau bermimpi. Dalam mimpi itu terjadilah dialog. Sahabatnya itu bertanya, ” Apa yang telah diperbuat Allah kepadamu hai al-Ghazali? “.
Al-Ghazali menjawab, ” Allah telah menempatkanku di tempat yang paling baik. ‘
“Karena apakah engkau ditempatkan ditempat yang paling baik itu? ” tanya sahabatnya.
Al-Ghazali menjawab, ” Hanya karena pada saat aku menulis aku memberikan kesempatan kepada seekor lalat untuk meminum tintaku karena kehausan. Aku lakukan itu karena aku sayang pada makhluk Allah. “
Jadi hanya dengan menolong seekor lalat Allah bisa memasukkan seseorang ke tempat yang paling baik ketika ia mati. Tentu jika dia juga mematuhi perintah-perintah Allah lainnya.
Dikutip dari Buku ‘ Kisah-Kisah Teladan Para Sufi ” Karya : M.B.Tamma
Sumber : http://namakugusti.wordpress.com/2010/07/19/imam-al-ghazali-dan-seekor-lalat/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar