Selasa, 26 Februari 2013

Abu Deedat: Mundurnya Paus Karena Malu Banyaknya Pelecehan Seksual

JAKARTA (voa-islam.com) - Mengomentari mundurnya Paus Benediktus XVI dengan alasan usia, pakar kristologi, ustadz Abu Deedat Syihab, MH mensinyalir ada hal lain di balik itu.

Ustadz Abu Deedat mengungkapkan mundurnya Paus Benediktus justru disebabkan rasa malunya akibat maraknya skandal pelecehan seksual yang menimpa sejumlah pastor dan uskup.

“Karena rasa malunya disebabkan banyaknya pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur di kalangan tokoh-tokoh mereka sendiri, baik di kalangan pastor bahkan uskup, saya rasa itu yang sangat dirasakan malu sebagai seorang Paus,” kata ustadz Abu Deedat, Jum’at (15/2/2013).

Soal usia Paus, kata ustadz Abu Deedat, memang umumnya mereka berusia lanjut. “Kalau faktor umur yang namanya Paus kan memang tua-tua,” imbuhnya.

Banyaknya pelecehan maupun penyimpangan seksual yang mendera para pastor lantaran ajaran selibat dalam agama Katolik tak sesuai dengan fitrah manusia.

“Jadi karena mereka tidak menikah itulah efeknya banyak pastor dan uskup yang melakukan pelecehan seksual. Bahkan, yang kawin sejenis pun banyak kalau kita lihat dari kasus-kasus yang terjadi karena sesungguhnya itu melanggar fitrah sebagai manusia, padahal Allah ciptakan manusia berpasang-pasangan tetapi ini disuruh selibat,” tutupnya.

Rabu, 20 Februari 2013

Spesial Buat Yang Lagi Galau


Judul kita kali ini memang atraktif banget kan? sengaja memang, biar yang pada lagi galau bisa gabung bareng kita disini. Kita juga berharap yang udah semrawut akan kembali ceria, seceria mahasiswa akhir yang udah kelar skripsinya.

Ok, masuk ke topik!! * buka pintu
Menurut kebanyakan para Galau-er, kegiatan bergalau ria itu sebenarnya nikmat, tapi apa iya sih?. Padahal orang yang lagi galau, biasanya tampil nggak semangat, jalannya juga lemot, serasa badan kaya' dijual terpisah aja. Pikiran mereka melayang, nggak tahu nangkring dimana, dan jiwa rasanya nyaris putus asa.. hiks.. #Hening
Kalau udah gitu, bukannya berarti itu nyiksa diri banget? Gimana nggak, ibaratnya kita udah tahu makanan itu nggak enak dan nggak bergizi, tapi terus aja kita makan. Akibatnya kita kena penyakit atau malah obesitas. Dan... kalau sudah gitu, siapa yang rugi? nggak lain dan nggak bukan ya pasti diri kita sendiri.
As we know, yang namanya orang bermasalah harusnya kudu mendekati jalan keluarnya, kan? Dan pastinya, nggak ada lagi pemberi jalan keluar yang lebih baik selain Allah Subhanahu Wata'ala. Tapi sayang banget, para galau-er malah banyak yang memilih twitter atau facebook sebagai jalan keluar mereka.
Yups, Sekarang ini, banyak galau-er yang lagi On ngambil jalan pintas dengan memproklamirkan kegalauannya dengan bercurhat ria di dunia maya. Tapi apa yang mereka lakukan lantas mengurangi kegalauannya? nggak juga tuh. Yang ada mereka galau dengan sukses, tapi mereka nggak dapet apa- apa. Malah orang- orang yang membaca status itu, mungkin akan berpikir kalau mereka itu LEMAH. Kasian...
Sahabat Smart teen yang baik hatinya,...

Sudahlah, mikir masalah dunia, nggak akan ada habisnya. Tapi satu hal yang pastinya akan habis... apakah itu? waktu kita. Dan kalo udah menyangkut soal itu, pastinya kita bakal rugi banget. Gimana nggak, kalau uang yang hilang masih bisa di cari, kalo waktu yang hilang, ditoko manapun juga nggak akan jual sesuatu yang namanya "tadi. Atau simplenya, kita nggak akan bisa memutar balik waktu, tapi kita bisa melakukan perbaikan kedepannya.

Waktu kan terus berjalan, kita juga tambah umur dan tambah gedhe. Seharusnya kita juga kudu tambah dewasa menghadapi masalah. Emang yang namanya orang hidup, pastinya kudu berani menghadapi masalah. Kalau kamu nggak berani menghadapi ya nggak usah hidup, hee.. sadis amat. Tapi kenyataannya memang begitu, friend.  So, kita kudu belajar move on. Yang namanya gagal, sedih, kecewa dengan keadaan itu sih standart, namanya juga orang hidup. Tapi yang terdahsyat adalah saat kita berhasil melewati semua itu, dan jadi orang yang lebih baik setelahnya. Hadapin aja semua masalah, selesaikan and be Gentleman!!

Hidup ini pilihan, kawan. Kalo kamu memilih yang baik, kamupun akan menjadi baik. Jalan kamu ke depannya juga bakalan lempeng aja tuh kaya' jalan tol. Tapi sebaliknya kalau kamu milih yang nggak jelas, ato wilayah abu-abu, yah hidup kamu akan sesuai dengan pilihan kamu.


Jadi, apa kamu akan memilih untuk tetap bergalau ria???

(Voa-islam.com)

Sabtu, 16 Februari 2013

Siap Matikan Tivimu Sekarang?

Siap matikan Tivimu?
Jadi heran, kenapa sih sekarang tren acara tipi buat kita- kita selalu nggak jaoh jaoh dari yang namanya gaya hidup, hura- hura, ngeksis dan minus banget pendidikannya? yups, emang begitulah kenyataannya, bahwa kotak ajaib audio visual yang ditemukan JL Baird  dan CF Jenkins ini, sekarang banyak dijadiin kiblat sama kaum remaja kita. Daya hipnotisnya nggak kalah hebat buat ngebentuk opini sekaligus agen nomor wahid dalam penyebaran ide globalisasi yaitu kapitalisme dan materialisme.
Dan yang kya gini nggak terbatas hanya pada tanyangan gaul dan musik jingkrak- jingkrak aja. Tayangan religi yang juga dihadirkan ternyata juga nggak luput dari polesan ide- ide sekuler mereka. Boleh aja dalam sinetron seorang ustadz  menasehatkan kaum muslimah untuk berbusana menutup aurat sesuai syariat Islam,eh tapi begitu break en si iklan mulai nongol, mulai deh bersliweran bintang- bintang yang pake baju super minimalis. Setuju atau nggak, ternyata emang kya gitu kejadian yang muncul di tivi- tivi sekarang ini. 
Ternyata bukan lagi kesopanan, atau nilai pendidikan yang jadi penentu sebuah acara tivi bisa terus lagi atau nggak. Yups,  rating jadi raja buat nentuin tayangan kelangsungan acara itu, no matter KPI atau MUI udah triak- triak protes. Masih ingat nggak waktu dulu KPI dan MUI melayangkan protesnya gara- gara banyak acara tivi waktu Ramadhan yang justru lebih banyak mudharatnya. Dan parahnya lagi, tayangan- tanyangan minus itu kebanyakan muncul pas lagi jam-jam primetime saat berbuka puasa atau sahur.  
Kebanyakan sih pada acara- acara begituan, contohnya komedi, tampilannya dipaksakan biar terlihat islami tapi bener- bener minim edukasi. May be hal ini paling nggak sudah menjadi syarat penyelamat bagi pelaku rumah produksi agar terlihat peduli dengan datangnya bulan suci, termasuk juga menampilkan para pembaca berita maupun presenter acara wanitanya nggak pernah ketinggalan busana muslimahnya. Eh disana pembawa acara infotainment juga salah satunya loh. 
Friend, inilah bener- bener realitas yang bakal selalu kita temui di tivi nggak terkecuali nanti di bulan ramadhan yang suci. Barang yang di julukin " si kotak ajaib" itu bener- bener udah mengkotakkan idup dan pandangan kamu dalam sebuah ideologi  kapitalisme-materialisme yang nggak abies- abiesnya di update. Sampe- sampe surga-neraka may be nggak penting lagi, yang penting mana yang jadi uang, itulah yang bakal terus eksis. Dan bagi kita yang masih setia  berharap edukasi islami yang asli 100% bahkan dari tayangan religi sekalipun rasanya cuman bagaikan mimpi. Kenapa harus berlama- lama membiarkan sesuatu yang merusak, yang bakal jadi bom waktu buat kamu, tetep nangkring di rumah, en mengunjungi kamu tiap hari? So, inilah waktu yang tepat buat kamu, buat matikan tivimu sekarang.  
Jadi heran, kenapa sih sekarang tren acara hiburan khususnya buat kita para remaja di tivi selalu nggak jaoh-jaoh dari yang namanya gaya hidup, hura- hura, ngeksis dan minus banget pendidikannya? yups, emang begitulah k
enyataannya, bahwa kotak ajaib audio visual yang ditemukan JL Baird  dan CF Jenkins ini, sekarang banyak dijadiin kiblat sama kaum remaja kita. Daya hipnotisnya nggak kalah hebat buat ngebentuk opini sekaligus agen nomor wahid dalam penyebaran ide globalisasi yaitu kapitalisme dan materialisme. Dan yang kya gini nggak terbatas hanya pada tanyangan gaul dan musik jingkrak- jingkrak aja. Tayangan religi yang juga dihadirkan ternyata juga nggak luput dari polesan ide- ide sekuler mereka. Boleh aja dalam sinetron seorang ustadz  menasehatkan kaum muslimah untuk berbusana menutup aurat sesuai syariat Islam,eh tapi begitu break en si iklan mulai nongol, tetep aja bersliweran bintang- bintang yang pake baju super minimalis. Setuju atau nggak, ternyata emang kya gitu kejadian yang muncul di tivi- tivi sekarang ini.
Ternyata bukan lagi kesopanan, atau nilai pendidikan yang jadi penentu sebuah acara tivi bisa terus lagi atau nggak. Yups,  rating jadi raja buat nentuin tayangan kelangsungan acara itu, no matter KPI atau MUI udah triak- triak protes. Masih ingat nggak waktu dulu KPI dan MUI melayangkan protesnya gara- gara banyak acara tivi waktu Ramadhan yang justru lebih banyak mudharatnya. Dan parahnya lagi, tayangan- tanyangan minus itu kebanyakan muncul pas lagi jam-jam primetime saat berbuka puasa atau sahur.
Kebanyakan sih pada acara- acara begituan, contohnya komedi, tampilannya dipaksakan biar terlihat islami tapi bener- bener minim edukasi. May be hal ini paling nggak sudah menjadi syarat penyelamat bagi pelaku rumah produksi agar terlihat peduli dengan datangnya bulan suci, termasuk juga menampilkan para pembaca berita maupun presenter acara wanitanya nggak pernah ketinggalan busana muslimahnya. Eh disana pembawa acara infotainment juga salah satunya loh.
Friend, inilah bener- bener realitas yang bakal selalu kita temui di tivi nggak terkecuali nanti di bulan ramadhan yang suci. Barang yang di julukin " si kotak ajaib" itu bener- bener udah mengkotakkan idup dan pandangan kamu dalam sebuah ideologi  kapitalisme-materialisme yang nggak abies- abiesnya di update. Sampe- sampe surga ato neraka may be nggak penting lagi, yang penting mana yang jadi uang, itulah yang bakal terus eksis. Dan bagi kita yang masih setia  berharap edukasi islami yang asli 100% bahkan dari tayangan religi sekalipun rasanya cuman bagaikan mimpi. Kenapa harus berlama- lama membiarkan sesuatu yang merusak, yang bakal jadi bom waktu buat kamu, tetep nangkring di rumah, en mengunjungi kamu tiap hari? So, inilah waktu yang tepat buat kamu, buat matikan tivimu sekarang.
(voa-islam.com)

lho Kok Marah Sih Diisengin! Salah Sendiri Kamu Pakai Rok Mini!

Assalamuallaikum. Kita jumpa lagi friend, kali ini kita mau persembahkan tulisan ini khusus buat para cewek- cewek yang hobi banget pake pakaian minimalis alias semi telanjang. Jangan buru- buru sensi ya, hee... baca dulu ampe tuntas, oke.

Sebagai cewek normal, wajar dunk kalo kita suka banget dengan yang namanya pujian. Hal itu juga yang menginspirasi teman- teman kita buat tampil dengan gaya eksis ala mereka. Tujuannya balik lagi cuma satu tadi itu, pujian cantik dari siapapun yang melihatnya, dan atau jadi yang paling bintang diantara yang lain.

Alhasil, banyak dari mereka yang kemudian pada berlomba- lomba mempermak diri buat jadi yang tercantik. Dan dengan sedikit rayuan iklan fashion yang wara wiri di media, mereka pun bersedia bahkan dengan senang hati menjadi konsumennya. Walaupun dengan itu berarti mereka yang kudu menanggalkan rasa malu dan nggak sungkan- sungkan mempertontonkan aurat. Demi predikat cewek modern, apapun dijabanin dah!

Next, mereka mulai deh hang out di banyak tempat. Kebanyakan sih pada nongkrong bareng di mall. Dan bener aja, banyak mata yang melihat mereka dengan syahwat.  Ya gimana nggak, mereka pada pakai rok mini, hot pants, dan banyak lagi pakaian minimalis gitu. Tapi anehnya, cewek- cewek itu pada marah kalo di godain. Si cowok pada di damprat dengan bahasa kasar, dan dikatain nggak punya etika.
Hmmm... tapi gimana yach... nggak bermaksud belain yang cowok- cowok nich ye, heee... kenapa yach  buru- buru menyalahkan cowoknya, kalau mereka menggoda cewek yang suka pakai rok mini? bukankah memang sesuatu yang di jual itu untuk dibeli? ya kalau memang nggak suka pakai rok mini dan nggak mau di goda, ya pakai jilbab dan kerudungmu dong ah. So simple kan???  paling- paling, cowok- cowok akan bilang "assalamuallaikum", tuh di doain kan malah.

Selain upaya ngeles diatas, banyak yang protes juga, gimana negara ini mau maju kalau masalah rok aja masih dibahas"??? weitss jangan salah, girls!! justru karena rok yang bermasalah itulah, pikiran orang- orang yang nggak punya iman ikut bermasalah. Gimana nggak girls, yang namanya cowok mah semua juga manusia. Nah kalo kamu suguhin tontonan nggak jelas, ya jelaslah mereka jadi nggak jelas.

Udah banyak yang bisa kita lihat contohnya loh. Bill Clinton, salah satu presiden amerika itu, akhirnya nyaris dibuat tumbang dari kursi Kepresidenan, karena wanita muda bernama Monica Lewinsky. Selain itu Silvio Berlusconi, orang terkaya ketiga di Italy plus Perdana Menteri Italia, juga ikut tercoreng namanya setelah terlibat Affair dengan sejumlah  cewek model,artis-artis muda, presenter televisi, dll. Lain lagi cerita dari  Eliot Spitzer. Si Gubenur New York yang sangat pandai berpidato ini, mendengung-dengungkan akan menindak para pelaku korupsi, dan berjanji akan membangun reputasi yang baik serta menjaga kesucian keluarga, tapi ternyata sodara- sodara, karirnya selesai setelah terjegal skandal prostitusi. Dan masih banyak lagi contohnya, yang nggak mungkin disebutkan satu persatu.

MasyaAllah, ternyata tepat banget kan yang dipesankan oleh Rasulullah SAW, 14 abad lalu. Beliau, Rasul SAW bersabda : “Tidaklah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar bagi kaum lelaki melebihi fitnah wanita.” (HR Bukhari dan Muslim).

Jadi girls, tampil modern and smart nggak harus pake acara nyaris telanjang kok. Malah dengan tampilan seronok gitu, justru kamu akan dinilai rendah oleh banyak mata jalang yang memandangmu. Dengan menghargai diri kita sendiri lewat pakaian yang sopan yaitu berjilbab dan berkerudung, juga bakal ngefek ke diri orang lain yang bakal ikut menghargai kita. Dan setelah itu kalau kamu benar- benar bersinar karena prestasi kamu, orang juga hanya akan fokus kesana, tanpa harus mereka menggoda kamu karena nafsu mereka.
(voa-islam.com)

Film Hantu? Cupu ah!

Assalamuallaikum friend. Yuk gabung disini buat ngulik info tentang maraknya selebriti "dunia lain" yang wara- wiri dunia film. Mereka adala

h para hantu yang sekarang lagi pada naik daun dan banyak bertebaran dibioskop manusia. Sebenarnya, kasihan para hantu- hantu itu friend, mereka diekploitasi buat kepentingan manusia cari duit. Kenapa manusia itu tidak punya peri kehantuan... heee...


Mereka dianggap makhluk yang paling menakutkan. Contoh aja pocong. Padahal pocong itu adalah hantu yang kiyut loh. Rambutnya aja dikucir gitu, mirip lolipop. Dia juga lemah tak berdaya.. hiks. Tuh liat kalau dia jatuh udah kaya lemper guling-guling kemana- mana. Dia juga cuma bisa pasang muka tuna ekspresi dengan kain putihnya yang seputih kapas.. alah. Trus seremnya dimana, friend? kamu gilitikin juga dia nggak bakal bisa bales, kan tangannya ditali gitu. . Segitu doank!

Trus ada lagi hantu yang namanya suster ngesot. Friend, dia itu suster, dan ngesot,  just that! paling ngesot cuma berapa cm sih? Solo jakarta aja tiga tahun masih pending tuh. Selain itu, si sunges alias suster ngesot itu juga pemalu, tuh buktinya dia selalu nutupin wajahnya pakai rambut. #sepertinya dia perlu face off.  Yang kaya gini saudara- saudara di ekspos di tampilkan difilm- film, dan kesannya si suster bakal me-rica- rica si pemainnya.

Trus yang lebih oneng lagi, si pemain filmya tuh pada lari- lari, dan teriak ngga jelas, dengan ekspresi yang lebih menakutkan dari pada hantunya.  Sedang si hantu tetap cool dan damai sentosa, ck ck ck... heran nich, ini yang mana hantu yang mana manusia ya?

Lain lagi ceritanya dengan si tante kuntilanak. Dia itu bukannya dikasih sisir biar
rambutnya bagus, trus dikepang rapi... eh yang ada malah ditampilkan dan di eksplor wajahnya yang nggak asik. Kenapa sih manusia hanya suka melihat kekurangan seorang hantu? coba kita denger cara ketawanya yang unik. Mana ada coba komposer yang bisa buat nada ketawa seperti itu, unyu banget kan? Si tante kunti ini jalannya juga lemah gemulai tak berdaya bagai seorang putri gitu. Trus trus trus kenapa harus takut?

Nggak cuma hantunya yang makin aneh, nama hantu difilm itu juga  semakin alay. Dari mulai hantu jembatan semanggi, hantu jamu gendong (mungkin lain kali bakal ada hantu jualan siomay), sampai hantu jeruk purut. Kebayang nggak sih, kalau lain kali bakal ada judul film hantu jeruk mandarin atau hantu jualan jeruk... bang jeruk bang sekilo sepuluh ribu...# Tambah ancur dan aneh- aneh aja kan?.

Selain itu, buat efek dramatisnya, tuh film dipasang background musik yang serem. Bener- bener dibuat semiris mungkin biar penonton terkesima. Alhasil yang pada nonton di bioskop bahkan konon kabarnya ampe ada yang pipis dicelana saking ketakutannya. Heran bener, apa yang menarik sih dari film- film syirik kayak gini?. Coba ajah tuh film dikasih musik SKJ, pasti nggak bakal rempong kan friend. yang ada penontonnya jadi ikut senam.. sehat tuh.

Dan kalau lihat film-film hantu, pasti nggak akan terlewat tuh adegan cewek- ceweknya. Astagfirullah, kebanyakan dari mereka cuma dieksplor udah kaya ayam direstoran siap saji aja deh, paha-dada, paha-dada. Dan katanya nich, yang begini ini justru buat narik penonton trutama bagi yang cowok. Hmm.. makin nggak berkelas dan nggak jelas.

Astagfirullah, friend kenapa tontonan syirik gitu justru jadi tontonan? nggak kawatir ya? hmm.. may be firman Allah kali ini bisa merefresh sedikit ingatan kita, ?"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (QS. An Nisa?: 48).

Kalau masih belum ngeh juga, kita cek dah efek dari syirik ini. Allah berfirman dalam surat Al An'am ayat 88 yang artinya ?"Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan". Hayo gimana coba kalau udah gini?  bakalan nangis bombay deh kaya'nya?

Noh masih ada yang pada ngeles, "nonton film cuma sekedar hiburan ajah, nggak pake acara takut- takutan juga, dan nggak mempersekutukan Allah kok". Hee, kamu mungkin nggak, tapi gimana kamu bisa mastiin kalau temenmu yang lain juga nggak? yah minimal buat para cewek-cewek lah. Biasanya udah pada teriak-triak kaya nari tor- tor dan kalo mau pulang habis nonton di bioskop kudu pegangan ma temennya, Alasannya satu, ya karena takut, friend. Tapi bukankah seharusya rasa takut ini diberikan hanya kepada Allah saja?
Allah memang menciptakan dua dunia, friend yaitu jin dan manusia. Dan nggak berarti si manusia boleh kerjasama dengan para jin dan sebaliknya. Mereka juga nggak boleh saling memasuki dunia yang lain, apalagi saling ganggu. Karena tujuan mereka diciptakan hanyalah untuk beribadah kepada Allah saja. So, siapapun kamu sekarang, manfaatin waktu luang kamu dengan maksimal, dari pada sekedar habis buat nonton film (yang katanya) horor. Yang kaya'
itu justru bakal menjauhkan kita dari Allah, dan malah mendekatkan kita dengan hantu- hantu yang nggak jelas gitu. Raih cita- citamu friend, jangan biarkan ketakutan yang nggak jelas itu mengisi pikiran dan hati kamu. Manfaatin waktu buat ngejar mimpimu, apapun itu.
(Voa-islam.com)

Ini Hidup Gue, Apa Urusanmu?

Dunia tambah bermacam- macam warnanya ya, friend. Gaya remaja juga makin unik dan kreatif. Ada yang rambutnya bagai gorong-gorong Suramadu, gigi yang dibatik, kuku gaya poni kuda, kongkow di mall sambil ngopi tubruk, fans maria ozawa ups...!!! dan lain- lain, dan lain lain. Nah buat yang mulai menyerempet restricted area nich, kita ada kasus menarik loh.

Banyak teman- teman kita diluaran merasa kalau dia udah punya SHM alias sertifikat hak milik atas dunia. Atau dengan kata lain, manusia disekitarnya cuman ngontrak atau kos, hee... Maka jadilah mereka marah- marah saat dikasih warning sama orang lain saat dia lagi asyik maksiat. "Urusin hidup masing- masing deh! emang hidup situ udah bener?" begitu kilah mereka.  Hmm.. lagi-lagi privasi dan hak asasi manusia dijadikan modus utama buat mengalihkan isu biar mereka nggak diusik.

Pertanyaan yang muncul kemudian, Kalau Allah marah sama mereka, apa cuma mereka aja yang bakalan kena? Nggak!. Jangan salah Friend, yang sama sekali nggak ngerti dan nggak ikut-ikutan juga bakal ikutan kena imbasnya. Ini udah dijelaskan oleh Allah dalam AlQuran  surat Al Anfal ayat 25,  yang artinya "Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya".
Contoh aja musibah banjir kemarin, Oke lah banyak orang menyalahkan cuaca dan kondisi alam sebagai penyebabnya. Eh tapi bukannya semua yang terjadi di dunia adalah karena kuasa Allah, ya? dan Allah pastilah punya maksud menurunkan bencana itu. Bisa dilihat kan, nggak cuma yang biasa maksiat yang kena, orang- orang sholih bahkan anak- anak yang masih suci juga terkena akibatnya kan? Ya iyalah, emang banjir bisa di kavling- kavling gitu.

Terbukti friend, kita nggak boleh tinggal diam aja saat ada kemasiatan. Kalau Sabda Rasululullah nich, "Barang siapa diantara kamu melihat suatu kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya; itulah selemah-lemahnya iman" (Hadist riwayat Muslim). So, jangan cuma diem aja, apalagi cuek, atau malah ikut- ikutan jadi pelaku kemaksiatan. Dan buat kamu- kamu yang biasa egois nich, sob kita ini hidup bareng- bareng, dan bukan sendirian aja. Walaupun hidup dihutan, kita juga bakal ketemu sama monyet. Maka dari itulah sikap saling nggak merugikan dan menghormati nggak mungkin di delete gitu ajah.

Hidup kita ternyata bukan hanya tentang kita. Walaupun semua tanggung tanggung jawab adalah diri kita sendiri yang tanggung. Tapi Firman Allah tadi harusnya udah cukup bisa kan mengubah mind set kita yang bilang kalau kita toh nggak merepotkan orang lain dengan bermaksiat. Memang nggak merepotkan sob, tapi super merugikan banget deh. Makanya, do something buat lingkungan kita, supaya Allah tetap ridho dan menjauhkan Azab dari hidup kita.
(voa-islam.com)

Ngedrug Bikin Happy?

Banyak yang bilang kalau “Kalo pake narkoba atau ngedrug, kita bisa tambah  gaul, dan tampil”. Hmm... apa iya sih?  Friend, yakin deh!! udah pasti yang kaya’ gitu cumalah suara-suara setan yang pengen menghasut kita. Karena kenyataannya drugs udah berhasil menjatuhkan banyak orang ke titik terendah kehancuran mereka. Selain itu, yang namanya drugs bikin kita kecanduan. Tau kan artinya kecanduan? kita nggak akan bisa berhenti setelah kita memulai. Kalau sudah gitu siapa yang bakal rugi? tetangga? bukan atuh, yang pastinya dan tentunya adalah diri kita sendiri.

    So, hanya orang- orang pengecut yang mau menggantungkan keeksisan diri pada benda haram kaya' gitu. Tanya kenapa? Karena setiap kita sebenarnya dicipta untuk mampu. Hanya masalahnya, rasa minder dan penilaian rendah atas diri kita sendiri itulah yang membuat kita menilai murah kemampuan diri sendiri. Jadilah akhirnya kita gantungkan harapan palsu kepada drugs untuk bisa tampil lebih eksis. Dan.. dan selanjutnya apa kita tambah eksis? nggak bakal lah.. gimana mau eksis, jalan aja sempoyongan, pikiran kaco, badan kurus tinggal kulit, diajak ngomong dia malah meringis nggak jelas.
Lihatlah... apa Drugs mu mendamaikan? Come on be smart, please!!
    Trus buat siapapun kamu yang ada di luar sana, yang mau nyelesaikan masalah dengan berteman drug, hee... berarti kamu adalah orang yang menyedihkan. Friends, jangan terlalu tinggi mengasihani diri. Diluar sana masih banyak orang yang lebih sengsara dari pada kamu, tapi mereka nggak memancung masa depan mereka sendiri dengan drug. Lihatlah, mereka justru bangkit menjadi pribadi yang lebih kuat. Sedangkan kamu yang memilih drugs sebagai penyelesaian, apakah selesai masalahmu?
    Friend, Kita ini masih muda! Kita kuat secara tenaga, kita masih punya masa depan, dan kita bukan pengecut yang nggak berani menghadapi kenyataan. Percaya deh, bukan sekarang waktunya untuk kita mati muda gara- gara drugs, dan nggak jamannya lagi gaul pake barang haram gitu. Kalau lingkungan dan teman- teman gaul kamu mempengaruhi buat berteman dengan drugs, mending sekalian aja jauhin mereka. Karena teman sejati itu nggak akan menjerumuskan, yang ada malah harusnya menyelamatkan. So, jaga diri baik- baik ya! ingat kawan, setiap kamu adalah istimewa, dan kamu pantas jadi yang paling eksis, tanpa pake drugs tentunya.
Friend, setiap kita adalah unik. Dan kita adalah istimewa, seistimewa orang lain yang kita pikir lebih istimewa dari kita. Kitapun bisa bersinar seperti mereka- mereka yang hebat, asal kita mau memilih untuk nggak bersentuhan dengan drug.

 (voa-islam.com)

Remaja Islam Pemberani

Udah tahu Harun Al Rasyid? Dia seorang khalifah besar yang pernah memimpin  Armenia, Azerbaijan, Mesir, Suriah dan Tunisia.  Dan tau ngga, dia menjadi khalifah saat usianya masih 21 tahun. LUAR BIASA! Bahkan saat umurnya masih 18 tahun, Harun udah memimpin banyak pertempuran melawan Kekaisaran Romawi Timur. Karena itulah dia berhasil menyabet gelar Jenderal dengan sebutan ?eAl-Rasyid?e, yang artinya mengikuti jalan benar, atau orang yang benar.

Terbukti kan friend, usia muda bukan halangan kita untuk menjadi orang besar. Bahkan justru di usia muda ini, kita masih punya tenaga penuh untuk menjadi orang besar, yang memiliki prestasi besar. Eits, jangan buru- buru bilang nggak mungkin! Hal- hal besar justru datang karena kita punya mimpi dan keyakinan yang besar. Di usia muda yang katanya minim pengalaman dan labil emosi, tapi nggak lantas memberi kita lampu merah buat berkarya.

Tapi satu kuncinya kalau kita mau berhasil, friend. Pegang aturan islam baik- baik, dan kita pasti akan selamat. Ini terbukti dari contoh- contoh di luaran yang bisa kamu lihat tuh. Gimana susahnya teman- teman kita yang pada main api, dan coba- coba melenceng dari aturan islam. Mereka memang buat malu keluarga, tapi lebih dari itu, mereka sangat merugikan diri mereka sendiri. Kalau sudah begitu, usia muda rasanya bakal kelewat begitu saja. Dan itu berarti kerugian yang besar! kalau rugi materi masih bisa dicari bos, nah kalau waktu, dimana kita bisa membelinya?. 

Selain kudu berpegang teguh kepada aturan islam, hal yang selanjutnya kita lakukan adalah, be brave alias berani. Berani melawan nafsu di

ri, berani melawan arus yang jelas- jelas nggak jelas, dan berani tampil beda selama itu tetap dalam aturan islam. dan buat yang satu ini, cuma dengan islam yang bisa buat kita tangguh dan berani mendobrak halangan yang menghadang jalan kita.

Lihat aja para mujahid- mujahid itu. Gimana musuh- musuhnya nggak keder, mereka berjihad dan berharap mati syahid. Orang yang justru ingin mati, gimana ngelawannya coba? mereka begitu berani karena Allah yang menjadi tujuan mereka. Sedangkan musuh mereka adalah manusia kafir yang cemen banget alias pengecut dan takut mati. 

Mereka juga berani menjadi pelaku perubahan, saat orang lain hanya mau sekedar menjadi penyemangat bahkan pencemooh mereka. Mereka nggak minder saat dinilai aneh oleh manusia. Mereka juga nggak takut dibilang apapun dari bahasa manusia. Hidup mereka hanya lurus dan lurus kepada Allah saja. Selama yang mereka lakukan itu benar menurut Allah, mereka akan tetap lakukan.
Mereka, tentara Allah itu, berani berprinsip, saat manusia lain sibuk jadi plagiat orang kafir. Mereka teguh dalam prinsip itu, walaupun mereka tahu hal itu nggak mudah dilakukan. Tapi Allah adalah yang maha menguatkan dan mendamaikan, dan mereka percaya itu. Kemudian, itulah yang membaikkan dan menentramkan hidup mereka. 

Lalu bagaimana dengan kita, friend? sudahkah kita berbuat sesuatu untuk islam seperti mereka? atau kita hanya puas menjadi penonton atau malah dan menjadi pengekor orang- orang kafir?. Friend, saatnya kita stop untuk hanya pintar bermemori ria dengan segudang prestasi tokoh- tokoh islam yang udah berhasil mengukir nama besar mereka.  Sekarang udah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kita juga udah sehebat mereka? atau malah masih jauh banget dari mereka?. Itu pertanyaan besar buat kita semua!

Kamis, 14 Februari 2013

MUI Tulungagung: Valentine Jalan Menuju Perzinaan

Tulungagung (voa-islam.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tulungagung KH Hadi Muhammad Mahfud memperingatkan kepada muda-mudi yang beragama Islam agar tidak merayakan valentine pada Minggu (14/2) hari ini. Karena peringatan hari kasih sayang itu menjerumus ke perzinaan.

KH Hadi Muhammad Mahfud menegaskan, Valentine jalan menuju perzinaan jadi kalo umat Islam merayakan valentine secara tidak langsung melegalkan perzinaan.
Dalam ajaran Islam tidak mengenal valentine. Perayaan valentine adalah adopsi dari budaya asing. "Sebenarnya, ungkapan kasih sayang tak harus dirayakaan pada tanggal tertentu. Semisal 14 Februari. Namun harus setiap hari. Nah, untuk mengungkapkan kasih sayang, dalam Islam jelas diwujudkan pernikahan," kata Gus Hadi, panggilan akrab KH Hadi Muhammad Mahfud.
Pernikahan, lanjut pengasuh Ponpes Mlaten itu, merupakan cara menjalin hubungan yang benar dan menghindari dosa. Selain itu mendapat pengakuan dari masyarakat, keluarga dan agama. "Juga bisa menghasilkan keturunan yang baik," tegas Gus Hadi.

Sekretaris MUI Tulungagung Abu Sofyan menambahkan, Islam mengatur pandangan pria terhadap wanita. Dijelaskanya, jika pandangan 90 derajat atau bertatap-tatapan ke lawan jenis, termasuk berdosa.

Bagaimana hukumnya Islam merayakan valentine? Dijelaskan dia, karena bukan ajaran Islam maka tak dibenarkan. "Jika masyarakat Roma, Italia (cikal bakal valentine) merayakannya, ya monggo. Bukan wewenang agama Islam mencampuri. Intinya, sebagai umat Islam, kembali ke ajaran Alquran dan hadist," tegasnya.

Brunei : Hari Valentine Bukan Untuk Umat Islam

Brunei Darussalam (Voa-Islam.com) - Ketika tanggal 14 Februari mulai mendekat, pacar dan para pengagum rahasia mulai mengantisipasi kedatangan hari yang lebih dikenal sebagai Hari Valentine tersebut dengan membeli bunga-bunga, membooking tempat di restoran dan mencari kartu ucapan atau hadiah yang sempurna.

Di Brunei yang penduduknya mayoritas beragama Islam, bagaimanapun, para pemimpin agama disana telah memperingatkan sesama Muslim bahwa pasangan yang merayakan Hari Valentine "mungkin tidak hanya mengirim salam dan hadiah tapi juga melakukan hal-hal yang bisa "melampaui batas," dan juga memperingatkan penduduk Muslim untuk tidak terlibat dari kegiatan-kegiatan yang menjurus pada pergaulan bebas.

"Muslim di Brunei harus berhati-hati untuk tidak dipengaruhi oleh komersialisasi Hari Valentine," kata Ustaz Haji Mail, petugas keagamaan senior di Pusat Dakwah Islam.
"Berduan dengan yang bukan muhrim hanyalah salah satu dari kegiatan terlarang yang umat Islam, khususnya pemuda, bisa terjatuh menjadi korban, karena mereka dapat terbuai oleh kegembiraan hari itu."

"Meskipun kita tidak mencegah orang dari agama lain dari merayakan Hari Valentine, kami sangat tidak membenarkan umat Islam mengikuti perayaan hari libur Kristen ini," tegasnya.

Ini adalah sikap resmi dari Departemen Agama Islam Brunei Darussalam. Namun, walaupun pernyataaan pelarangan tersebut telah keluar dari pihak pemerintah, sebagaimana problem yang terjadi setiap negara berpenduduk mayoritas Muslim, di Brunei hal yang kontras juga kadang tetap terjadi. Dimana komersialisasi terhadap hari libur yang awalnya merupakan perayaan para penyembah berhala tersebut tetap dilakukan oleh restoran, toko bunga dan bahkan hotel-hotel dengan mempromosikan hari tersebut secara bersemangat selama bertahun-tahun dengan menawarkan tarif dan beberapa menu khusus di Hari Valentine, sementara toko-toko bunga lokal siap menerima perintah dengan bunga dan cokelat yang dirancang khusus untuk orang-orang yang ingin merayakannya

Rayakan Valentine's Day, Siswi SMP Digilir 4 Pria Bejat



SUBANG (voa-islam.com) – Benar sekali orasi siswa-siswi SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya beberapa hari yang lalu. Dalam demo penolakan perayaan Valentine di halaman sekolah, Jumat (12/2) salah seorang siswa SD berorasi, “Budaya Valentine itu haram, jadi jangan diperingati.”

Demo antivalentine juga dilaksanakan serempak oleh para siswa, mahasiswa maupun guru di berbagai daerah. Bahkan Majelis Ulama Indonesia berbagai daerah juga memperkuat bahaya valentine dengan berbagai fatwa haramnya. Tapi masih banyak juga orang yang tak mau diatur di jalan yang benar.

Ternyata, peringatan anak-anak SD Muhammadiyah Surabaya itu terbukti benar. Seorang siswi SMP di Subang, Jawa Barat, sebut saja namanya Tini, ketiban celaka seumur hidupnya gara-gara memperingati malam Valentine, Ahad (14/2/) lalu. Bagi gadis berusia 15 tahun ini, kelatahan budaya barat berhari kasih sayang itu menjadi awal kehancuran masa depannya.

Betapa tidak, pada malam perayaan Valentine, Tini diperkosa empat temannya secara bergiliran, setelah tak sadarkan diri dicekoki minuman keras (miras).

Sebagai remaja yang kurang bimbingan orang tua, Tini terobsesi pemberitaan televisi mengenai hari kasih sayang. Ia pun mendambakan suasana penuh kasih sayang dan cinta bersama pacarnya, He, 17, berduaan dengan mengunjungi obyek wisata air panas, Ciater, Subang.
...akhirnya Tini mau meminum miras hingga mabuk. Saat itulah, empat remaja secara bergantian menggagahi Tini. Setelah puas melampiaskan nafsu setannya, ke empat remaja itu meninggalkan Tini tak sadarkan diri, tergeletak dipinggir jalan hutan karet...
Namun sialnya He,yang mengiyakan ajakan itu juga membawa serta 3 temannya antara lain, Di, To, dan An, ketiganya berusia 18 tahun. Kira-kira jam 8 malam waktu Pantura, Tini pergi bersama rombongan pacarnya berlima mengendarai sepeda motor. Entah kenapa, di perjalanan, He mendadak membatalkan acaranya ke Ciater.
He membujuk pacarnya Tini untuk merayakan Valentine di rumah seorang temannya di daerah Pagaden, Subang. Kelima remaja tanggung itu berbalik arah menuju Pagaden. Sebelum tiba ke perkampungan di Wanakersa, Pagaden, He cs mampir ke sebuah kios dan membeli beberapa botol minuman keras.

Di pinggir jalan perkebunan karet, mereka berpesta minuman keras dan He menawari Tini minum. Awalnya Tini menolak, karena tak biasa menenggak miras. Namun He terus menerus membujuk, hingga akhirnya dia mau meminum miras hingga mabuk.

Saat itulah, empat remaja itu secara bergantian menggagahi Tini. Setelah puas melampiaskan nafsu setannya, ke empat remaja itu meninggalkan Tini yang masih tak sadarkan diri, tergeletak dipinggir jalan hutan karet di Wanakersa.

Keluarga Tini di Desa Simpar, Kec Cipunagara, Subang, cemas, karena semalam anaknya tak pulang . Keesokan paginya Tini pulang dengan keadaan lusuh dan kotor dan langsung menceritakan kejadian yang telah menimpanya.

Karuan saja, kedua orang tua Tini melapor ke Polsek Pagaden dan memeriksakannya ke RSUD untuk divisum.

Kapolsek Pagaden AKP Yaya Mulyana, membenarkan adanya kejadian tersebut. ” Salah satu pelakunya yang masih duduk di bangku SMA telah diringkus,” ungkap Yaya.

Tragis betul nasib Tini. Berharap “kasih sayang,” di hari Valentine, Tini malah dapat “nasib malang” jadi mangsa nafsu setan teman-teman biadabnya.

Valentine's Day, Gak Keren..!!

Valentine day tinggal beberapa hari lagi. Banyak orang yang sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya demi menyambut hari yang katanya hari kasih sayang ini. Ada yang sudah menyiapkan kado Valentine bagi orang yang dikasihi semisa

l coklat, bunga, boneka atau bahkan parfum. Seolah-olah tanpa adanya kado berupa benda-benda di atas, ungkapan kasih sayang jadi kurang afdhol.

Ada juga orang-orang yang jauh hari sudah menyiapkan baju untuk menghabiskan momen Valentine bersama sang kekasih. Ada yang menicure pedicure (itu tuh, perawatan kuku yang ngabisin duit) di salon, ganti rambut model baru, mandi kembang tujuh rupa (ini mau Valentine-nan apa mau ke dukun ya, hehehe) dan macam-macam persiapan lainnya. Parahnya, ada juga yang menyiapkan kondom demi menyambut hari bernuansa pink ini. Waduh…mengarah ke gaul bebas nih.

Kota Medan pada moment Valentine tahun 2009, penjualan kondom malam Valentine Day terdongkrak tajam dibanding hari biasa. Beberapa di antaranya adalah apotek-apotek yang mengaku bahwa sedikitnya 20 kotak kondom berisi 3 buah merek apapun ludes terjual khusus di malam Valentine Day. Dan ada beberapa apotek yang menegaskan bahwa dalam 24 jam sudah menjual sedikitnya 6 kotak kondom berisi 24 merek dan isi 13 kotak yang dibeli oleh pemuda remaja setiap mendekati pertengahan Februari. Umumnya, pembeli adalah pria berusia 20 tahun.

Fenomena merebaknya perbuatan mesum ini juga ditemukan di Thailand. Pihak kepolisian dan pemerintah langsung waspada ketika banyak poling yang menunjukkan hasil bahwa remaja memilih melakukan hubungan seks untuk merayakan Valentine day. Dalam hal ini pemerintah pun turun tangan dengan menyalakan semua lampu di taman-taman umum di malam Valentine. Para orang tua pun diminta untuk mengawasi anak-anaknya agar tidak pulang terlalu malam. Polisi dan mereka yang peduli pendidikan remaja mengadakan razia ke motel-motel untuk mencegah terjadinya pesta seks di malam Valentine.
See, ternyata perayaan V-day itu memang identik dengan maksiat. Masa iya sudah tahu fakta kayak begini, kamu masih mau ikut-ikutan merayakannya. Tak ada gunanya kamu latah merayakan sesuatu yang tak ada tuntunannya dalam Islam. Asli, gak keren banget mereka yang merayakan V-day baik yang sekadar ikut-ikutan maupun yang merayakannya dengan penuh kesadaran. Maksudnya, masih ada saja orang-orang yang ‘ngeyel’ bahwa merayakan V-day itu bersifat universal dan tak ada hubungannya dengan seks bebas. Orang-orang inilah yang akan dengan gencar mengajak-ajak untuk merayakan V-day dengan penuh kesadaran meskipun menyesatkan.

Jadi, bagi remaja muslim cerdas dan berkualitas kayak kamu, pasti ogah banget bersikap latah dengan merayakan V-day ini. Kamu punya sikap. Kamu punya prinsip meskipun itu artinya harus berbeda dan berseberangan dengan pendapat dan sikap yang diambil mayoritas remaja. Biar saja! Toh, masing-masing diri akan memikul amal masing-masing di yaumul hisab nanti. Tak pernah ada ruginya tak ikut perayaan V-day. Tapi sebaliknya, bakalan menyesal mereka yang tasyabbuh (meniru-niru) kaum kafir dalam perayaannya.

Remaja muslim yang cerdas pastilah bisa menyikapi dengan bijak fenomena V-day dengan segala bentuk kemaksiatannya ini. So, perayaan V-day? Gak keren, coy!


( voa-islam.com )

Bualan Valentines Day

If there were no words…n
o way to speak
I would still hear you
If there were no tears
No way to feel inside, I’d still feel for you 
And even if the sun refused to shine
Even if romance ran out of rhyme
You would still have my heart until the end of time
You’re all I need, my love, my Valentine 
   Pernah mendengar lantunan lagu dari lirik di atas? Yup, itu adalah penggalan lagu wajib bulan Februari yang berjudul Valentine. Dengan suara merdu Martina McBride diiringi lantunan piano ciamik dari Jim Brickman, lengkap sudah nuansa syahdu yang dihadirkannya. Apalagi kalo kamu lagi poling in lop (falling in love), huaaa….suasana Februari yang mellow jadi semakin biru…. (eh, pink kali yee..).
   Kehebohan Valentine’s Day (VD) sebagai sebuah perayaan hampir-hampir menjadi menu wajib dan menggantikan hari besar lainnya. Coba bandingkan peringatan Isra’ Mi’raj, dan Maulid Nabi dengan Valentine’s Day. Jauh banget dah. Peringatan hari besar Islam identik dengan ceramah, dihadiri oleh sosok berjenggot dan perempuan berjilbab, dan dirayakan secara sederhana. Itu semua bagi sebagian orang dianggap sebagai simbol kuno.
   Sebaliknya dengan perayaan VD yang identik dengan pesta sambil membawa pasangan lawan jenis masing-masing, baju rapi jali bagi yang cowok dan gaun malam yang setengah telanjang bagi si cewek, dan perayaan secara mewah. Inilah simbol yang katanya modern yang banyak diikuti remaja.
   Anak SD, SMP, SMA, hingga kuliah bahkan yang sudah kerja pun merasa bahwa merayakan hari Valentine adalah wajib. Didorong oleh media baik elektronik semacam TV dan cetak semisal surat kabar, majalah dan tabloid, momen Valentine’s Day ini sengaja di blow-up oleh pihak-pihak tertentu. Seakan-akan ada rasa malu dan ketinggalan jaman bila sampai tidak ikut merayakan hari yang katanya penanda kasih sayang itu. 
Valentine, bukan budaya kita
   Sudah banyak tulisan yang membahas tentang hal ini. Kalo kamu rajin browsing internet dan banyak baca artikel di sana, akan terlihat bahwa Valentine bukanlah milik kita. Sedikit mengulas bahwa ada beberapa versi yang menyebutkan darimana asal muasal perayaan VD ini. Ada versi yang mengatakan bahwa hari Valentine adalah perayaan untuk mengenang pendeta Valentino yang mati karena membela keyakinannya. Ada juga yang bilang pendeta ini mati karena membela cinta dua jenis anak manusia padahal gereja telah melarangnya. Bahkan ada versi yang mengatakan bahwa pada tanggal14 Februari ini adalah musim kawin sejenis burung tertentu. (lengkapnya silakan lihat di Microsoft Student with Encarta Premium 2008)
   Dari sekilas penjelasan di atas, kamu-kamu jadi ngeh kan bahwa sesungguhnya budaya hari Valentine dan merayakannya bukan berasal dari Islam.
   ‘Kan boleh, cuma sekadar ikut merayakan saja. Bukankah ini hari kasih sayang sedunia yang universal?’ Mungkin sebagian dari kamu berdalih begitu.
   Oke, tapi bagi kaum muslimin, kita udah diwanti-wanti sama Allah Swt. melalui firmanNya:
وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS al-Israa [17]: 36)
   Nah, inilah uniknya Islam. Tidak ada yang namanya sekadar ikut, cuma ngikut atau ikut-ikutan saja. Sebelum melakukan suatu perbuatan, sebagai muslim, kita harus paham apa dan bagaimana Islam menyikapinya. Ini mendidik kamu, para remaja muslim, agar tidak menjadi generasi pembebek. Generasi yang bisanya cuma ikut-ikutan tanpa tahu ilmunya. Islam mengajak kamu untuk cerdas dalam menyikapi sesuatu.
   Tidak ada kata “cuma” dalam kehidupan seorang muslim. Itu karena tiap perbuatan meskipun itu sebesar debu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Begitu juga dengan perayaan Valentine. Banyak orang berdalih untuk membenarkan dirinya sendiri ketika ia turut larut dalam perayaan ini. Atau, meskipun ia tidak turut merayakan, tapi ia juga tidak melarang. Walah, ragu-ragu maksudnya? Begitulah, di satu sisi orang seperti ini takut dicap fanatik, tapi di sisi lain ia juga takut dianggap ketinggalan jaman. Jadilah, antara bilang iya dan tidak dalam penyikapannya.  
Valentine, sarana perusak generasi
   Rasulullah saw. Bersabda: Kamu telah mengikuti sunnah orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga jika mereka masuk ke dalam lubang biawak, kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang engkau maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi? (HR. Bukhari Muslim)
   Bukan karena Rasulullah pinter meramal ketika apa yang dikatakan beliau ternyata benar adanya. Tapi karena beliau khawatir terhadap kebodohan umat yang semakin meluas. Kebodohan inilah yang menjadi penyebab kaum muslim yang seharusnya sebagai umat terbaik, malah menjadi umat pengekor. Dan ternyata, semua itu menjadi kenyataan ketika kita melihat kelakuan remaja-remaja sekarang yang bisanya cuma mengikut budaya Barat.
   Emang sih, nggak semua yang berasal dari Barat itu buruk. Tapi dalam hal perayaan hari Valentine ini jelas-jelas buruk dan merusak generasi muda. How? Pertama, mulai dari asal muasalnya aja udah jelas-jelas nggak benar menurut pandangan Islam untuk ikut merayakan. Kedua, yang namanya merayakan Valentine, umumnya sama pasangan alias kekasih atau pacar. Ketiga, kalo udah mulai urusan pacar-pacaran begini, mau dibawa kemana hubungan dua anak manusia berlainan jenis kelamin ini? Gaul bebas? Sangat mungkin!
   See, nggak kekurangan cara musuh Islam untuk merusak kaum muslimin termasuk generasi mudanya. Seiring dengan semakin bebasnya teknologi informasi berupa alat telekomunikasi, budaya merayakan Valentine ini dengan mudah masuk ke kamar-kamar kita. Bisa lewat surat kabar, majalah remaja, radio, TV, internet, HP, dll.
   Bo’ong besar kalo ada yang bilang bahwa Valentine adalah hari kasih sayang. Kalo memang seperti itu, kenapa juga yang dijadikan sasaran adalah anak-anak muda? Kenapa bukan ibu-bapak kita, kakek-nenek kita? Soalnya jauh lebih strategis merusak generasi yang bakal menjadi penerus peradaban alias pemuda. Kalo pemudanya rusak, ho ho ho, mudah banget merusak sendi lainnya. Betul itu. 
Valentine, wajah buruk budaya Barat
   Valentine’s Day diyakini sebagai hari kasih sayang. Ah, masa’ iya sih? Jangan mudah kamu dibodohi oleh slogan semacam ini. Why? Karena kalo beneran mereka yang suka menjajakan Valentine itu memang merayakan kasih sayang, tanya buktinya. Angka perceraian tinggi, anak-anak menjadi rusak karena broken home, prostitusi merajalela bahkan disahkan oleh negara, aborsi juga legal, para orang tua ditelantarkan di panti jompo dll. Inikah kasih sayang yang bisa dicontohkan oleh mereka?
   Lalu sekarang coba tengok ke arah Timur. Irak hancur lebur, muslimahnya jadi korban perkosaan para tentara Barat, anak-anak kecil dan orangtua serta warga sipil dibantai tanpa ampun, negerinya dijajah dan porak-poranda. Belum lagi Afghanistan, Bosnia, Chechnya, bahkan Indonesia. Semuanya dijajah. Bila tidak secara fisik, pastilah secara ekonomi dengan hutang yang diwariskan pada anak cucu kita. Secara budaya, salah satunya adalah memaksakan perayaan Valentine ini ke generasi muda kita. Waspadalah! Waspadalah!
   Pheww….ternyata jauh banget ya kenyataan dengan syahdunya lirik lagu di atas? Jaka sembung bawa kebo, nggak nyambung bo’.
   Masa’ iya sih, setelah tahu hakikat asli wajah buruk di balik Valentine, kamu masih suka-cita menyambutnya? Nyadar euy!
   Valentine itu hanya sebuah momen bagi para kapitalis yang mata duitan untuk menangguk untung sebanyak-banyaknya. Coklat, boneka, dan bunga jadi laris manis. Begitu juga dengan kartu sok romantis padahal aslinya cuma pingin mendapat kecup manis dari sang gebetan. Walah, naudzubillah banget.  
Campakkan Valentine!
   Yo’i, saatnya kita mencampakkan budaya yang jelas-jelas nggak memberi manfaat apa pun pada kita, kaum muslimin. Kalo hanya dengan alasan kasih sayang, Islam adalah sumber dan muara kasih sayang itu sendiri. Mulai dari haramnya aborsi karena setiap anak punya hak hidup, naluri sayang seorang ibu juga dijaga agar tidak dirusak oleh paham atas nama kebebasan. Begitu juga dengan penghargaaan seorang anak yang tinggi untuk menghormati ibu dan bapaknya. Nggak ada konsep penitipan panti jompo dalam Islam. Toh, betapa pun tuanya orangtua kita, merekalah yang dulu pernah melahirkan dan membesarkan kita dengan kasih sayang. Tul kan?
   Hubungan laki-laki dan perempuan bila ingin berkasih-sayang, ada sarananya. Pernikahan. Di sinilah satu sama lain diajari untuk mengenal kasih-sayang sejati yang diikuti tanggung jawab. Bukan hanya bisa memberi bunga, coklat dan boneka tanpa berani berkomitmen dan maunya sekadar pacaran mulu. Tapi Islam mengajarkan cowok untuk jadi laki-laki sejati, begitu dengan para cewek. Jangan mau digombali hanya dengan rayuan tak bermutu.
   Bukan hanya dengan sesama manusia, kasih sayang dianjurkan oleh Islam untuk diberikan juga pada makhluk lainnya semisal hewan, tumbuhan dan lingkungan. Hewan boleh disembelih sewajarnya untuk kebutuhan umat manusia. Tidak boleh menyiksa apalagi menyakitinya. Jangan malah kebalik. Banyak orang kafir itu yang tidak mau menyakiti binatang, tapi malah hobi membantai umat manusia terutama kaum muslimin.
   Tumbuhan juga harus diperlakukan dengan seharusnya. Tidak boleh ada eksploitasi hutan demi memuaskan nafsu para kapitalis yang haus duit.
   Mereka yang suka gembar-gembor Valentine’s Day dan kasih sayang, malah mereka juga yang enggan untuk melindungi dan menyayangi bumi. Contohnya Amerika tuh yang menolak peduli terhadap efek global warming atau pemanasan global. Ozon yang semakin menipis karena efek rumah kaca, toh itu juga banyak berasal dari negaranya yang penuh dengan gedung bertingkat dan pemakaian freon secara berlebihan.
   Kalau sudah begini, kamu masih percaya dengan Valentine’s Day adalah hari kasih sayang? Universal pula? Naif banget kalo iya. Moga aja dengan artikel sederhana ini kamu tersadar akan bualan nggak bermutu tentang makna kasih sayang. Cukup Islam saja sebagai tolak ukur dalam seluruh perbuatan kita. Insya Allah pasti selamat dunia-akhirat. Dijamin!
   So, mari kita campakkan Valentine dan ambil Islam saja sebagai the way of life yang penuh kasih sayang. Yuk, kaji Islam biar cerdas dan takwa. Pasti setuju donk yah ^_^

(.voa-islam.com)

Ketua MUI Pusat Imbau Remaja Muslim Jangan Rayakan Valentine!

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH. Amidhan mengimbau kepada seluruh remaja Muslim untuk tidak merayakan hari Valentine. Ia juga meminta orang tua berperan aktif mengawasi anak-anak untuk mencegahnya merayakan Valentine.


Hal itu diungkapkan KH. Amidhan, karena dalam Islam kasih sayang itu ditebarkan sepanjang masa dan tidak diperingati pada hari tertentu.

“Sebagaima kita ketahui valentine’s day itu kan temanya menurut agama tertentu hari kasih sayang. Kalau menurut Islam, tidak ada hari kasih sayang itu hari tertentu, kasih sayang itu ditebarkan sepanjang masa,” kata KH. Amidhan kepada voa-islam.com, Rabu (13/2/2013).

Ia menambahkan, Islam adalah agama damai yang m
engajarkan kasih sayang tanpa pamrih, itulah kasih sayang yang murni.

“Islam itu sendiri kan artinya damai dan damai itu intinya kasih sayang. Jadi Islam itu mengajarkan agar kasih sayang tanpa pamrih, tanpa warna, tidak mengenal suku maupun agama tertentu. Itulah kasih sayang yang murni,” jelasnya.

KH. Amidhan pun menegaskan bahwa Valentine’s Day bukanlah hari raya agama Islam maupun nasional,  oleh sebab itu para remaja Muslim tak perlu merayakannya.

“Tidak perlu ada hari kasih sayang tertentu. Kita anjurkan kepada remaja putra dan remaja putra tidak perlu merayakan Valentine’s Day. Itu bukan hari raya agama kita juga bukan hari raya nasional,” tegasnya.

Selain itu, ia mengimbau kepada para orang tua untuk mengawasi putra-putrinya agar tidak ikut-ikutan merayakan hari Valentine.

“Bagi keluarga di rumah, baik ayah dan ibu para remaja putra dan putri itu untuk mengawasi putra putrinya supaya jangan sampai anak-anaknya ikut dalam Valentine’s Day. Jadi hari kasih sayang itu jangan dijatuhkan pada hari tertentu saja,” tandasnya.

Bongkar Kebiasaan Lama, Ganti Hari Valentine dengan Hari Tutup Aurat!

BANDUNG (voa-islam.com) - Para mahasiswi yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dawah Kampus (FSLDK) Bandung Raya, menggelar aksi tandingan untuk menolak perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine) di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (14/2/2013).


Sebagai bentuk pe
nolakan terhadap hari Valentine, para mahasiswi tersebut menyerukan Hari Tutup Aurat Internasional dengan membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi ajakan untuk menutup aurat kepada muslimah.

Ketua FSLDK Bandung Bara Agus Mulyana menuturkan, Hari Tutup Aurat Internasional pertama kali digagas dua tahun lalu oleh sebagian umat Muslim di Indonesia termasuk di Malaysia dan Hongkong.

Adapun tujuan dari Hari Tutup Aurat Internasional, kata dia, ialah untuk menolak perayaan hari Valentine.

"Maka Hari Tutup Aurat ini diperingati bersamaan dengan hari Valentine, yang dirayakan setiap tanggal 14 Februari," kata dia.

Menurut dia, FSLDK sendiri sudah memeringati hari tutup aurat sejak tiga tahun lalu dan biasanya dengan aksi damai menebar jilbab atau kerudung dan cendramata kepada masyarakat.

"Kita merayakan ini tanggal 14 Februari karena ingin menandingi Valentine yang biasanya dirayakan oleh para remaja. Bagi kita sebagai Muslim, Valentine lebih banyak negatifnya daripada positifnya," katanya.

Dikatakannya, Hari Kasih Sayang tidak seharusnya dirayakan oleh umat Muslim karena tradisi dari barat ini dinilai sebagai momen maksiat.

"Perlu kami tegaskan di sini bahwa Valentine biasanya dirayakan remaja untuk memberikan kasih sayang, padahal belum terjadi ikatan nikah. Itu bisa terjadi maksiat hingga seks bebas," ujarnya.

Walaupun Valentine hanya dirayakan sekedar memberikan sebuah coklat atau bunga, kata Agus, hal tersebut tetap saja tidak boleh.

"Justru dengan begitu juga sudah mendekati hal yang dibenci oleh Allah, mendekati zina dan menghamburkan uang," kata dia.

Dalam aksinya para mahasiswi membawa poster "Hijabmu Aktivitasmu", "Tutup Aurat Allahu Akbar", "Hey Cantik, Tutup Auratmu,"

Selain itu, para mahasiswi juga meneriakkan seruan sebagai berikut "Tutup tutup tutup aurat, tutup aurat sekarang juga!"

Bukti Kebobrokan Valentine: Banyak Terjaring Pasangan Kumpul Kebo


BOGOR (voa-islam.com) -  Media massa memberitakan banyak pasangan muda-muda yang terjaring di Hari Valentine. Inilah bukti nyata, budaya yang merusak itu telah menghancurkan moral generasi muda.
Di Bogor, sejumlah taman kota yang selama ini disinyalir dijadikan tempat mesum digerebek Satpol PP Kota Bogor, Rabu malam. Razia  yang  digelar pada malam valintine’s day itu berhasil menjaring delapan pasangan remaja di sejumlah taman kota. Pada waktu bersamaan Satpol PP Kabupaten juga merazia  wanita pelacur di Kecamatan Cileungsi, Ciawi dan Megamedung.
Sejak pukul 21:30, puluhan petugas Satpol PP Kota Bogor  menyisir beberapa taman kota yang dijadikan tempat nongkorong remaja di Kota Hujan. Beberapa pasangan yang diduga melakukan aksi mesum diamankan. Di antaranya di Jembatan Ceger, Kampung Sawah terjaring dua pasang, lalu di Taman Sempur lima pasang, satu diantaranya adalah ibu rumah tangga. Sedangkan sepasang  lagi di Taman Peranginan.
Dalam razia ini kebenyakan yang terjaring  masih berstatus pelajar SMP dan SMA. “Enam pelajar SMP,  delapan  SMA dan satu ibu rumah tangga bersama pasangannya,” ujar Kepala Satpol PP Kota Bogor Hendi Iskandar. Delapan pasangan yang terjaring,  setelah didata dan diberi nasihat lalu dibebaskan dengan syarat orang tuanya yang mengambilnya di Kantor  Disnakerrsostrans Kota Bogor.
Pada waktu bersamaan, Satpol PP Kabupaten Bogor merazia wanita pelacur di sejumlah daerah rawan maksiat. Puluhan Satpol PP dibantu TNI dan Polri menysisir di kawasan bekas lokolisasi di Desa Limusnunggal,  Cileungsi. Di kecamatan ini  tiga pelacur dan seorang pria hidung belang diamankan. Kemudian tim gabungan bergerak ke Ciawi dan Megandung dan menjaring  enam pelacur dan satu germo.
Menurut Sri Mulyani, Kasi Pemulihan Sosial Dinsosnakertras Kabupaten Bogor, mereka yang terjaring akan didata. Mereka yang terbukti pelacur dibawa ke Panti Sosial di Pasar Rebo, Jaktim. Sementara yang tidak terbukti tetap didata dan dipulangkan. “Mereka yang dibawa ke Pasar Rebo  akan kami bina enam bulan. Setelah dibina mereka tidak kembali ke dunia prostitusi, pulang kampung atau membuka usaha halal,” katanya.
Depok Jaring 16 Pasangan
Di Kota Depok, saat perayaan Valentine Day, jajaran Polresta Depok serempak mengerahkan tujuh wilayah kepolisiannya melakukan razia di tempat-tempat hotel melati, cafe, dan kost-kostan mesum di empat kecamatan. Razia berlangsung di kawasan Cimanggis, Bojong Gede, Sukmajaya, dan Limo, hasilnya mendapatkan 60 pasangan yang bukan suami istri.
Selain pasangan mesum yang diamankan, polisi juga menemukan senjata api, peluru, ganja serta air soft gun. Bahkan polisi juga memberikan Police Line atau garis polisi di Hotel Genggong yang senmpat terazia untuk tidak boleh beroperasi lagi.
Petugas yang merazia kost-kostan mesum di Desa Tonjong, Desa Bojong Gede, Kab. Bogor.  Sebanyak 16 pasangan terjaring petugas, salah satunya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari salahsatu kementrian.
Sementara itu di tempat lainnya daerah kecamatan Cimanggis di hotel klas melati terjaring 16 pasangan, dan di Kecamatan Sukmajaya ada 20 pasangan, dan limo ada 8 pasangan. “Kebanyakan yang diamankan adalah mahasiswa, pegawai, masyarakat biasa, dan pria sudah beristri,” ujar Kombes Mulyadi Kaharni kepada Pos Kota, Rabu (15/2).
Menurut Mulyadi, razia tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran miras, narkoba hingga perdagangan anak di bawah umur. Hotel yang diberikan garis polisi juga dilarang beroperasi hingga ada pembinaan manajemen yang baik. “Kita menghindari traficking ABG, dan menjaga Kamtibmas juga. Saya berharap adanya ketegasan pemerintah khususnya dinas terkait untuk melakukan penertiban tempat – tempat penginapan, hanya satu yang kita tahan karena membawa narkoba,” tegasnya
“Kita mengamankan dua gadis ABG berusia 18 dan 19 tahun. Ada kaitan yang mengarah kepada traficking ABG,” paparnya.
Sementara itu, Kepolisian Resort Bojonegoro, menggelar razia dadakan untuk memberantas penyakit masyarakat saat malam perayaan Valentine. Alhasil, polisi menangkap basah empat pasangan bukan suami istri yang berada di tiga hotel.
Keempat pasangan itu dijaring polisi di Hotel Sahabat, kamar kost Faradina dan kamar hotel Asia tepat pada malam menjelang Hari Valentine yang jatuh, Kamis hari ini. Saat dijaring, mereka tengah berada di dalam kamar, bahkan ada yang dalam keadaan tanpa busana.
Di antara para pasangan itu ada seorang perempuan yang mengaku akan menyanyi disebuah kafe yang berada di Kecamatan Balen, Bojonegoro. Perempuan berusia 33 tahun itu mengenakan kaus merah dan celana jeans ketat. Ia ketangkap basah berduaan dengan pria idaman lain di kamar hotel Sahabat.
Di hari Valentine, sebanyak 15 orang atau 7 pasangan dan satu wanita tak membawa identitas terjaring razia setelah ditemukan menginap di kamar hotel maupun kos tanpa surat nikah. Mereka terjaring razia yang dilakukan jajaran Kepolisian Resort Bojonegoro saat perayaan Valentine day, Kamis (14/2/2013) malam.
Razia ketertiban secara rutin tersebut dilakukan di penginapan, rumah kost dan hotel yang ada di Bojonegoro. Seperti Hotel Asia, hotel Kudus, hotel sahabat, hotel Wina, hotel Panatau, dan penginapan Faradina. "Sebelumnya sudah dilakukan razia dikamar kost dan ditempat-tempat hiburan," jelas Kabag Sumda, Polres Bojonegoro, Kompol Hanis Subianto.
Valentine Ditolak di Luar Negeri
Di Bogor, Hari Valentine atau kasih sayang yang jatuh 14 Februari disambut demo oleh ratusan massa tergabung dalam Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Kota Bogor di Tugu Kujang, Jalan Pajajaran Kota Bogor, Selasa (14/2). Mereka menilai Valentine merupakan hari pelampiasan nafsu.
Massa yang kebanyakan kaum wanita ini mengelar aksi dari Jalan Kapten Muslihat menuju Tugu Kujang yang jaraknya sekitar 500 meter. Sepanjang jalan itu mereka membagi-bagikan brosur anti Valintine’s Days kepada pengguna jalan. “Valintine itu kufur. Jangan sampai generasi muda diperdaya olehnya. Banyak gadis di Indoneai sudah tak perawan lagi karena terpedaya Valinine’ Days,” ujar Koordinator aksi, Sandi Noviandi.
Sejumlah penelitian, katanya menunjukkan lebih dari 50 persen gadis di Indonesia tidak perawan lagi karena pergaulan bebas. Salah satunya hasil penelitian yang dilakukan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional tahun 2010 menyebutkan lebih dari 50 persen gadis di Indonesia tidak perawan lagi. “Bahkan ada yang meneliti 21 persen siswi SMP pernah melakukan aborsi,” katanya seraya menyebutkan budaya merayakan valentine juga tak jauh dari maksiat, merusak akhlak, dan mendekati zina. Aksi ini berjalan damai dengan kawalan papara kepolisian.
Di Bandung, Jawa Barat,  sejumlah gadis berjilbab memanfaatkan hari valentine untuk kampanye menutup aurat dan memakai jilbab.
Di luar negeri, seperti di Arab Saudi, Kepolisian agama
Arab Saudi menangkap 140 orang karena merayakan Hari Valentine. Kepolisian agama lewat akun Twitternya mengatakan aparat telah menghukum mereka yang ditangkap dan penangkapan terus dilakukan.
Mereka juga menyita semua bunga mawar merah dari toko-toko karena bunga-bunga tersebut dianggap mendorong orang untuk merayakan Hari Valentine. Di situsnya, kepolisian agama memuat berbagai dampak buruk perayaan Hari Valentine.
Kaum konservatif di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi, melarang keras perayaan Hari Valentine karena dianggap sebagai budaya kemunduran
Di Kuala Lumpur, Kementrian Pembangunan Islam mengerahkan 250 LSM untuk ikut menyerukan bahaya perayaan Valentine pada kalangan muda yang cenderung mengarah ke seks pra nikah.
Di Islamabad, Pakistan,  badan pengawas media Pakistan, PEMRA, meminta stasiun TV dan radio membatasi siaran yang merayakan Hari Valentine untuk mencegah ketersinggungan agama. PEMRA mengatakan siaran seperti itu dilihat sebagai kebejatan dalam sebuah bangsa Islam, sebagaimana dilaporkan wartawan BBC, dari Islamabad, ibukota Pakistan.
Sejumlah warga Pakitsan turun ke jalan di beberapa kota untuk menentang perayaan Hari Valentine, Kamis 14 Februari, dan memintanya untuk diganti dengan Hari Kesopanan.
Di Karachi ada sebuah papan besar dengan gambar hati berwarna hitam bertuliskan ‘Katakan Tidak Untuk Hari Valentine’, yang dibuat oleh sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Jamaat-e-Islami.
Sedangkan di kota Peshawar, sekelompok orang dilaporkan membakar kartu Valentine dan sejumlah perempuan menandatangani petisi mengecam tradisi tersebut.

Akibat Buruk Ikut-ikutan Budaya Kafir


Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang zahir dan yang batin. Shalawat dan salam teruntuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Ikut-ikutan kepada orang kafir penyakit kronis umat Islam, khususnya yang hidup di akhir zaman. Bahkan ikut-ikutan ini dalam acara ibadah dan tradisi keagamaan mereka.

Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
"Pasti kamu akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal-demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sampai jika mereka itu masuk ke lubang biawak (lubang sangat sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam redaksi lain milik Al-Bukhari,
فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ فَقَالَ وَمَنْ النَّاسُ إِلَّا أُولَئِكَ
"Dikatakan kepada beliau: Ya Rasulallah, seperti orang Persia dan Romawi. Beliau menjawab, "Siapa orang lagi selain mereka"."
Sebagian ulama menyebutkan, bahwa ikut-ikutan umat kepada Yahudi dan Nasrani dalam masalah keagamaan. Sedangkan ikut-ikutan kepada Persia dan Romawi dalam urusan keduniaan, seperti politik, ekonomi, kehidupan sosial, dan lainnya.
Fenomena umat yang gemar berimitasi dan membebek kepada orang kafir tidak lepas dari hilangnya jati diri keislaman mereka dan lemahnya kebanggaan terhadap agamanya. Ini disebabkan karena lemahnya umat dan keterbelakangan negara-negara muslim dalam bidang ekonomi dan social. Di sisi lain, kondisi negara-negara kafir yang maju dalam berbagai bidang membuat mereka silau.
Allah Ta'ala ingatkan kaum muslimin,
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
"Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir." (QS. Al-Taubah: 55)
Sebenarnya, lemahnya kondisi kaum muslimin dan kuatnya kekuatan tidak bisa dijadikan pembenaran membebek kepada kaum kuffar dan menyerupai mereka sebagaimana yang diserukan kaum munafikin. Semua itu dikarenakan teks-teks syar’i yang mengharamkan tasyabbuh (menyerupai) dengan orang kafir dan larangan membebek kepada mereka tidak membedakan antara kondisi lemah dan kuat. Dan juga karena seorang muslim -dengan segenap kemampuannya- harus merasa mulia dengan agamanya dan terhormat dengan ke-Islamnya, sehingga pun saat mereka lemah dan terbelakang.
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 139)
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyeru agar seorang muslim bangga dan terhormat dengan agamanya. Dia menggolongkannya sebagai perkataan terbaik dan kehormatan yang termulia dalam firmannya,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلاً مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحاً وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang shaleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?"." (QS. Fushilat: 33)
Untuk menguatkan ini Allah perintahkan agar berdoa kepada-Nya minimal 17 kali dalam sehari semalam supaya diberi petunjuk kepada Islam dan menjauhkan diri dari jalan hidup orang kafir.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
"Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al-Fatihah: 6-7)
Selain itu, banyak sekali kita temukan nash Al-Qur’an dan Sunnah menjelaskan di balik kemajuan mereka bahwa mereka berada dalam kesesatan, maka siapa yang mengikuti mereka berarti mengikuti mereka dalam kesesatan.
ثُمَّ جَعَلْنَاكَ عَلَى شَرِيعَةٍ مِّنَ الْأَمْرِ فَاتَّبِعْهَا وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاء الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ
"Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. Al-Jatsiyah: 18)
وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ وَاقٍ
"Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah." (QS. Al-Ra’du: 37)

Akibat Buruk Ikut-ikutan Budaya Kafir

Akibat buruk yang menimpa umat yang menyimpang dari kebenaran Islam, merubah dan menyimpangkannya lalu membenarkan yang batil dan mengikutinya adalah akan diusir dari telaga Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam nanti di akhirat. Yaitu saat orang-orang yang istiqamah minum darinya untuk menghilangkan dahaga mereka yang sangat.
 Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ فَمَنْ وَرَدَهُ شَرِبَ مِنْهُ وَمَنْ شَرِبَ مِنْهُ لَمْ يَظْمَأْ بَعْدَهُ أَبَدًا لَيَرِدُ عَلَيَّ أَقْوَامٌ أَعْرِفُهُمْ وَيَعْرِفُونِي ثُمَّ يُحَالُ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ قَالَ إِنَّهُمْ مِنِّي فَيُقَالُ إِنَّكَ لَا تَدْرِي مَا بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا لِمَنْ بَدَّلَ بَعْدِي
"Aku adalah pendahulu kalian menuju telaga. Siapa saja yang melewatinya, pasti akan meminumnya. Dan barangsiapa meminumnya, niscaya tidak akan haus selamanya. Nanti akan lewat beberapa orang yang melewati diriku, aku mengenali mereka dan mereka mengenaliku, namun mereka terhalangi menemui diriku." Beliau melanjutkan, "Sesungguhnya mereka termasuk umatku." Maka dikatakan, "Sesungguhnya kamu tidak mengetahui perkara yang telah mereka rubah sepeninggalmu." Kemudian aku (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam) bersabda: "jauhlah, jauhlah! bagi orang yang merubah (ajaran agama) sesudahku." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Fenomena merubah dan meninggalkan agama Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam dalam hadits di atas -di antaranya- adalah dengan mengikuti musuh-musuh Allah Ta'ala dalam perkara besar dan kecil. Lebih parah hal ini diberi slogan atas nama modernitas dan kemajuan, kebudayaan dan peradaban, atas nama HAM dan persaudaraan, dan slogan-slogan menipu lainnya.
Umat Islam yang masih lurus dan memiliki kecintaan tinggi kepada agamanya berusaha menetralisir racun yang sudah menyebar di tubuh umat secara merata. Mereka memberikan pencerahan dan penyadaran. Harapannya, umat sadar dan tahu akan kekeliruannya. Supaya mereka kembali kepada ajaran agamanya dan manjauhkan diri dari tradisi dan budaya kafir, khususnya yang memiliki hubungan dengan ritual keagamaan mereka, seperti perayaan tahun baru dan semisalnya. [voa-islam.com]

Merayakan Valentine's Day Bukan Hanya Maksiat, Tapi Bisa Murtad

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk Rasulullah Shallallahu 'Alihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Gempita Valentine's Day sangat meriah di negeri kita yang mayoritas kaum muslimin. Pusat berbelanjaan menjadikan moment ini untuk menarik pengunjung, khususnya dari kalangan remaja. Media juga sibuk mencari sensasi melalui sarana syahwati ini. Pebisnis makanan juga tak mau ketinggalan, ikut menyemarakkan hari kasih sayang haram melalui tawaran potongan harga dan lainnya.
Kita akui, banyak umat Islam yang masih menganggap perayaan Valentine's Day sebagai budaya semata. Mereka berpandangan, ini tak ada hubungannya dengan nilai agama. Terlebih paham sekularisme yang sudah mengakar, sehingga memposisikan agama hanya pada tempat-tampat tertentu. Setelah itu, agama tak boleh berperan dalam kehidupan harian. Ditambah munculnya pemikiran liberalisme dan pluralisme sehingga kebenaran menjadi samar dalam pandangan orang.
Secara historis, Valentine's Day merupakan praktek peribadatan dalam agama Kristen untuk mengenang St. Valentin yang mati sebagai martir untuk membela agamanya. Karenanya umat Islam harus berlepas diri dari tradisi ini. Sebab, tuntutan keimanan adalah membenci dan berlepas diri dari kekafiran dan pelakunya. Sedangkan menyerupai orang kafir dan ikut-ikutan dengan budaya mereka adalah tanda jelas adanya kecintaan dan kasih sayang kepada orang kafir. Sementara Allah telah melarang kaum mukminin mencintai, loyal dan mendukung mereka. Sedangkan loyal dan mendukung mereka adalah sebab menjadi bagian dari golongan mereka, -semoga Allah menyelamatkan kita darinya-.

Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاء بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (QS. Al-Maidah: 51)

Abdullah bin Utbah berkata, "Hendaknya salah seorang kalian takut menjadi Yahudi atau Nasrani tanpa ia sadari." Ibnu Sirin berkata, "Kami yakin dia (Abdullah bin Utbah) memaksudkan ayat ini." (Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir)
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ
"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka." (QS. Al-Mujadilah: 22)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Menyerupai (mereka) akan menunbuhkan kasih sayang, kecintaan, dan pembelaan dalam batin. Sebagaimana kecintaan dalam batin akan melahirkan musyabahah (ingin menyerupai) secara zahir.” Beliau berkata lagi dalam menjelaskan ayat di atas, “Maka Dia Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan, tidak akan didapati seorang mukmin mencintai orang kafir. Maka siapa yang mencintai orang kafir, dia bukan seorang mukmin. Dan penyerupaan zahir akan menumbuhkan kecintaan, karenanya diharamkan.”
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam secara tegas melarang umatnya dari ikut-ikutan kepada budaya dari luar. Bahkan beliau mengancam kepada siapa yang masih suka membebek dan ikut-ikutan, ia bagian dari orang kafir tersebut.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. (HR. Abu Dawud, Ahmad dan dishahihkan Ibnu Hibban. Ibnu Taimiyah menyebutkannya dalam kitabnya Al-Iqtidha’ dan Fatawanya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami’ no. 2831 dan 6149)

Syaikhul Islam berkata, “Hadits ini –yang paling ringan- menuntut pengharaman tasyabbuh (menyerupai) mereka, walaupun zahirnya mengafirkan orang yang menyerupai mereka seperti dalam firman Allah Ta’ala, “Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).” (Al-Iqtidha’: 1/237)
Imam al-Shan’ani rahimahullaah berkata, “Apabila menyerupai orang kafir dalam berpakaian dan meyakini supaya seperti mereka dengan pakaian tersebut, ia telah kafir. Jika tidak meyakini (seperti itu), terjadi khilaf di antara fuqaha’ di dalamnya: Di antara mereka ada yang berkata menjadi kafir, sesuai dengan zahir hadits; Dan di antara yang lain mereka berkata, tidak kafir tapi harus diberi sanksi peringatan.” (Lihat: Subulus salam tentang syarah hadits tesebut)
Ibnu Taimiyah rahimahullaah menyebutkan, bahwa menyerupai orang-orang kafir merupakan salah satu sebab utama hilangnya (asingnya syi’ar) agama dan syariat Allah, dan munculnya kekafiran dan kemaksiatan. Sebagaimana melestarikan sunnah dan syariat para nabi menjadi pokok utama setiap kebaikan. (Lihat: Al-Iqtidha’: 1/314)
Maka dari sini jelas bahwa merayakan Valentine's Day bukan semata maksiat, tapi kekufuran. Siapa yang nekad tetap merayakannya dan memeriahkannya bisa membayakan akidah dan keimanannya. Karenanya tidak ada alasan yang bisa dibenarkan jika umat Islam, -remaja, pemuda, atau orang tua- ikut-ikutan merayakan hari kasih sayang atas nama Valentine's Day. Wallahu Ta'ala A'lam. 
[voa-islam.com]

Senin, 11 Februari 2013

Kisah Islamnya Seorang Amerika Melihat Shaf Kaum Muslimin


Alkisah, ada satu peristiwa di Saluran TV Majd beberapa tahun silam, nama program acaranya “Satu Keluarga”. Adalah Dr. Yahya sebagai Da’i / Penceramahnya kala itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa umat Muslim itu memang tidak pernah teratur, yang dibutuhkan umat Muslim adalah satu keyakinan untuk dapat melakukan suatu aksi.

Lantas beliaupun menceritakan satu kisah seseorang Amerika Non-Muslim yang memperbincangkan tentang Islam seraya menyaksikan sebuah program Live (siaran langsung) di sebuah channel lain.

Orang Amerika tersebut sangat kagum dengan dengan kerumunan orang-orang di Masjidil Haram, ada lebih dari 3 Juta orang pada waktu itu yang berkumpul untuk shalat Isya di malam terakhir bulan Ramadhan.

Kondisinya sangat ramai dengan kerumunan orang-orang yang saling hilir mudik tidak beraturan.

Lalu Da’i tersebut bertanya kepada orang Amerika tadi: “Menurut anda, berapa lama waktu yang dibutuhkan supaya orang orang itu bisa baris dengan rapi ?”

Dan orang Amerika itupun menjawab: “Dua sampai tiga jam.”

Dan Da’i tadi menyatakan: “Itu Masjidil Haram mempunyai 4 tingkat.”

Si Amerika pun menjawab: “Kalo gitu butuh waktu dua belas jam.”

Sang Da’i pun kembali menjelaskan: “Mereka yang kamu lihat di TV itu datang dari negara berbeda & juga berbeda bahasa antara satu dengan yang lainnya.”

Kembali orang Amerika itu menyanggah: “Wah, kalo begitu mereka sama sekali tidak mungkin bisa dibariskan.”

Akhirnya waktu shalat itupun tiba dengan tanda bunyinya suara Iqamah. Tampak Sheikh Abdur-Rahman as-Sudais [imam besar Masjidil Haram] berdiri di posisi paling depan seraya berkata :

“Istawuu / آستوو”

Yang artinya “Luruskanlah shaf / barisan kalian masing-masing”.

Maka berdirilah jutaan jama’ah tersebut dalam shaf-shaf / barisan yang tersusun menjadi rapi, dan membutuhkan waktu tidak lebih dari dua menit. Lihatlah betapa agungnya agama ini, dengan memiliki sistemnya sendiri.

Si Amerika tadi terperanjat dengan argumennya sendiri yang dipatahkan oleh kenyataan yang ada di depannya. Dipandanginya layar TV sejenak, dan kemudian ia mengucapkan :

“أشهد ان لا اله الا الله و اشهد ان محمدا رسول الله”


( https://www.facebook.com/InspirasiIslami1)