Semua nama tersebut adalah deretan
selebritis yang terkenal di bidangnya masing-masing. Dari semua nama
tersebut, hanya Irfan Bachdim saja yang background-nya adalah sepak
bola. Selebihnya adalah kalangan artis dan bintang sinetron/film. Tak
heran, karena bidang ini (baca: entertainment) memang mengharuskan wajah
cakep sebagai modal utama bila ingin terkenal.
Kalau yang tak punya wajah cakep, gimana
donk? Kalau nekad pingin terkenal di dunia selebritis, tanpa modal
cakep dan body seksi maka kamu harus punya kebalikannya. Apaan tuh?
Sorry, gak tega bener sebetulnya mau bilang kalo kebalikan wajah cakep
adalah wajah (maaf) ancur. Coba aja kamu perhatikan nama-nama semisal
Mandra dan Tukul. Mereka selalu mentertawakan diri sendiri dengan
banyolan yang intinya pengakuan bahwa wajah mereka sendiri jauh dari
harapan (akhirnya bisa nemu padanan kata yg sopan untuk istilah wajah
ancur hehehe).
Tapi ngemeng-ngemeng (baca:
ngomong-ngomong), apakah wajah cakep atau ganteng itu segitu pentingnya
sih buat manusia terutama remaja seusia kamu? Apakah tak ada faktor lain
yang bisa dilihat dari seorang cowok selain tampilan fisiknya semata?
Bisa dipastikan hampir 100% dari kamu
menjawab PENTING. Biar bagaimanapun, hal pertama yang bakal diperhatikan
orang adalah wajah dan penampilan. So pasti, kamu bakal bangga kalo
berdampingan dengan cowok cakep dibandingkan dengan cowok jelek. Diajak
jalan-jalan oke, dikenalkan ke teman-teman bangga, diajak kondangan bisa
nambah PD. Kayaknya asyik banget punya pendamping yang ganteng abis.
Masalahnya, definisi ganteng itu yang
kayak gimana sih? Apakah yang kayak Kaenu Reeves? Atau Tom Cruise, Irfan
Bachdim, Teuku Wisnu, atau siapa pun itu yang biasa nongol di TV karena
modal tampangnya dianggap oke punya?
Ternyata ganteng menurut kamu belum
tentu sama menurut temanmu. Begitu juga ganteng menurut saya, belum
tentu kamu sependapat juga. Jadi sebetulnya, semua cowok itu ganteng,
sama kayak semua cewek itu cantik. At least, menurut ibu bapak
masing-masing. Coba mana ada ortu yang nyesel punya anak karena wajah
anaknya jelek trus malah muji-muji anak tetangga? Kalo pun ada itu ortu
yang menghina diri sendiri namanya hehehe…
Back to topic, tentang ganteng tidaknya
seorang cowok. Tak ada standar baku rumus kegantengan seseorang itu.
Artinya, cakep itu relatif dan jelek itu mutlak hehehe…just kidding.
Maksudnya, gak usah jutek kalo pendapat kalian berbeda satu sama lain
untuk menilai kegantengan seorang cowok. Udah deh, yakin aja bahwa cowok
yang paling ganteng saat ini adalah bapak kamu. Hayoo…berani gak kamu
bilang bapak kamu gak ganteng? Ibumu aja sampe kesengsem dan mau nikah
kok sama beliau.
Cowok ganteng berikutnya adalah yang
jadi suami kamu kelak. Ya iyalah, gak mungkin banget suami kamu cantik
kan? Jadi gak usah kurang kerjaan sekarang ini dengan membikin tabel
kegantengan seseorang. Biarpun ganteng, toh mereka juga gak kenal sama
kamu. Lebih parah lagi adalah apabila ganteng cuma wajah tapi kelakuan
naudzubillah. Idih…enggak banget!
Jadi meskipun ganteng itu penting tapi
jangan sampai kamu melupakan faktor lain semisal kualitas otak dan
akhlak seseorang. Menjadi ganteng tak bisa dipilih, tapi mempunyai otak
dan akhlak yang berkualitas itu adalah pilihan yang harus melalui proses
tertentu untuk mencapainya. Dan factor inilah yang lebih pantas
mendapat apresiasi dibandingkan wajah rupawan yang tak ada upaya apa pun
dilakukan untuk meraihnya.
Kamu tahu Mas Nunu alias Keanu Reeves
yang main film Speed dan The Matrix? Cewek mana yang gak kesengsem sama
kegantengan nih cowok? Tapi tahukah kamu kalo Mas Nunu ini ternyata
hombreng alias homo alias lagi dia suka dengan sesama cowok dan
melakukan hubungan seksual juga dengan cowok. Hiii….kucing cowok aja
juga males banget naksir sesama kucing cowok. Lha ini manusia yang punya
akal, lha kok malah jeruk makan jeruk!
Irfan Bachdim, seantero rakyat Indonesia
tersepona (baca: terpesona) wajah gantengnya yang kebetulan
dikombinasikan dengan skill pintar menggiring bola. Tapi tahukan kamu
selera cewek yang menjadi pacar si Irfan ini? Jennifer Kurniawan, pacar
si Irfan Bachdim ini berprofesi sebagai model semi telanjang yaitu hanya
memakai pakaian dalam.
Ganteng ternyata bukan jaminan untuk
melihat kualitas seseorang. Ganteng adalah tampilan fisik yang
seringkali mengecoh banyak orang untuk perbuatan buruk di baliknya.
Ganteng adalah sebuah anugrah fisik yang sudah ‘given’ alias takdir dari
Allah. Seseorang gak bakal bisa memilih punya wajah cakep seperti Nabi
Yusuf misalnya. Apapun kondisi fisik kita, mancung tidaknya hidung kita,
memble tidaknya bibir kita, lentik tidaknya bulu mata itu adalah
sesuatu yang tidak bisa dipinta. Lagipula tak bakal ada hisab atas diri
manusia hanya karena wajahnya nggak ganteng dan hidungnya pesek.
Masih banyak contoh kasus lain yang
menunjukkan bahwa kegantengan seseorang itu tidak abadi. Selayaknya
harta yang cuma barang titipan, kegantengan seseorang itu Cuma pinjaman
dan amanah dari Allah untuk dijaga dengan baik. Karena Cuma barang
pinjaman, maka bila sewaktu-waktu yang punya barang meminta hak-Nya
kembali maka kita semua harus siap. Dan bila kegantengan ini yang
dijadikan acuan untuk memilih pendamping maka siap-siap saja kamu akan
kecewa selayaknya istri Gugun tersebut. Namun bila kualitas diri dan
keimanan seseorang yang dijadikan pilihan, maka ketika ketampanan itu
direnggut oleh penyakit atau takdir yang lain, maka tak akan mudah
seseorang itu berpaling.
Don’t judge a book by its cover,
kata orang bule. Jangan menilai sesuatu hanya dari tampilan luarnya
saja, itu terjemahan bebasnya. Orang bertampang jauh dari ganteng, belum
tentu hati dan akhlaknya tidak seganteng wajahnya. Begitu juga
sebaliknya. Betapa banyak di luar sana, laki-laki yang memanfaatkan
kegantengannya untuk menipu para gadis pemuja fisik semata. Si gadis
dirayu dengan pesona fisik yang dimilikinya kemudian dinodai dan
dicampakkan. So, berhati-hatilah kamu dengan tampilan ganteng namun
kelakuan tak seganteng wajahnya itu.
Takwa adalah utama
Waktu saya masih ABG dulu (cie...serasa
udah uzur nih jadinya hehehe:P) saya sudah punya standar ganteng
tersendiri. Biar kata semua teman bilang si A ganteng, saya bertahan
dengan pendapat saya bahwa si B lebih ganteng daripada si A. Itu karena
sedari remaja saya tumbuh menjadi sosok yang punya prinsip.
Ganteng menurut saya adalah sosok cowok
yang cerdas dan luas wawasannya. Biar kata kayak Keanu Reeves atau Tom
Cruise tapi kalo diajak ngomong tulalit, dia jadi gak ganteng blas di
mata saya. Begitu sebaliknya, biar kata dia wajahnya kayak Tukul tapi
kalo tuh cowok cerdas, luas wawasan, aktif organisasi, baik, suka
menolong, prilaku sopan dan terpuji, maka cowok kayak gini yang jauh
lebih oke dibandingkan yang pertama tadi. Seiring pemahaman Islam yang
makin bagus, saya punya syarat mutlak bagi cowok untuk dibilang ganteng.
Apakah itu? Yaitu nurut sama Allah dan Rasul-Nya alias bertakwa.
Disebutkan dalam surat At-Taubah 30-31
bahwa seorang budak yang hitam legam tapi beriman jauh lebih baik
daripada orang kafir meskipun wajahnya rupawan. Udah deh, nurut sama
petunjuk Allah ini dijamin bahagia dunia akhirat. Betapa banyak mereka
yang mempunyai pendamping berwajah rupawan tapi keluarganya malah hancur
berantakan. Inilah akibatnya apabila sebuah amal tidak dilandasi dengan
ketakwaan tapi hanya berdasar hawa nafsu semata.
Nah, karena kamu-kamu sekarang masih
sibuk sekolah gak usah sok sibuk mikirin cowok ganteng. Belajar aja yang
rajin karena jodoh sudah ada yang ngatur. Kalo untuk urusan ngefans,
pilih sosok yang emang pantas untuk difans-i. Jangan sembarangan karena
sesungguhnya seseorang itu bersama dengan yang dicintai. Males banget
kan kalo ternyata kamu salah memilih idola trus idolamu itu masuk neraka
dan kamu ikut nyebur ke dalamnya. Hiii..nggak keren jadinya!
Takwa adalah standar setiap muslim dan
mukmin yang memang peduli terhadap urusan dirinya baik dunia dan
akhiratnya. Gak asal ikut-ikutan saja tanpa tahu kenapa ngefans sama si
ini dan si itu. Karena sungguh, setiap amal baik itu perbuatan ataupun
perkataan dan yang terbersit di dalam hati manusia, semua akan dimintai
pertanggungjawaban nanti di hadapan Allah.
Energi masa mudamu lebih baik disalurkan
untuk hal-hal yang jauh lebih berguna daripada ngefans sama sosok-sosok
ganteng tapi gak jelas kualitas otak, akhlak apalagi imannya. Misalnya
saja, ngefans sama pejuang di Palestina sana yang berusaha mengusir
Israel penjajah. Ngefans dengan mereka yang getol beramar makruf nahi
mungkar demi tegaknya Islam di muka bumi. Dan tentunya ngefans di atas
semua itu ditujukan pada Rasulullah Muhammad SAW dan seluruh keluarga
dan para sahabatnya. Dijamin surga semua tuh. Gak rugi pokoknya kalo
kamu ngefans sama sosok yang tepat seperti itu.
Jadi, mulai sekarang jatuhkan pilihanmu
pada pilihan yang tepat ya. Lebih baik memilih ganteng tapi bertakwa
daripada sudahlah tak ganteng tak bertakwa lagi. Aduh…rugi kuadrat tuh.
Intinya, factor takwa harus menjadi prioritas dibandingkan kegantengan
ketika kamu ngefans pada seseorang atau memilih pendamping kelak.
Muslimah smart so pasti tak akan salah pilih. Pasti itu! [voa-islam.com]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar